
Alan masih saja terus diam dia gak marah namun dia sedang menguji Inez akankah dia akan membuat Alan tersenyum lagi.
Inez yang melihat Alan diam dan terus saja diam membuatnya tak enak hati Inez pun tak berfikir lagi selain membuat Alan berhenti mendiamkannya...
Inez pun langsung mendekati Alan kebetulan restoran yang mereka kunjungi memiliki private room sehingga tak akan ada yang melihat keduanya di dalam sana.
"Mas sudahlah jangan diamin aku,iya aku salah aku minta maaf Mas sudah yaa."ucap Inez sembari memeluk Alan,Inez tak perduli dengan kesepakatan awal keduanya karena nyatanya Inez juga sudah mulai mencintai Alan.
Inez pun memeluknya dengan erat bahkan Inez tak peduli dengan pemikiran Alan lagi karena Inez tak suka jika di cuekin..
Alan pun merasa senang karena tenyata Inez mampu memberikan ketenangan di saat hatinya merasa kesal...
Alan pun tak kuat lagi berbohong bahkan dia menyambut dan membalas pelukan Inez dengan lembut.
"Iya sayang aku maafin tapi lain kali gak boleh ngomong gitu lagi.. Inez aku mau mengatakan sesuatu.."ucapan Alan membuat Inez melepaskan pelukannya.
Inez pun menatap kearah Alan dan mengangguk.
"Mas mau mengatakan apa? Iya aku janji aku gak akan mengatakan hal itu lagi. asalkan Mas jangan marah ya."ucap Inez dengan lembut.
Alan pun menggenggam tangan Inez dan menciumnya dengan lembut.
"Sayang aku ingin kamu tahu satu hal kalau aku benar benar cinta dan sayang sama kamu,maaf sebenarnya ada beberapa hal yang membuat aku melakukan itu salah satunya karena tekanan dari Tante Shinta. Inez aku terpaksa melakukan hal itu karena aku takut jika aku mengatakan tentang perasaan aku kamu akan menolak ku,sehingga aku menggunakan kesusahan kamu untuk mengambil keuntungan darimu. Maafkan aku tapi aku benar mencintaimu bahkan uang dua miliar itu tak ada artinya buat aku. Inez apakah kamu mau memaafkan aku dan kamu masih tetap mau menjadi istriku menjadi Nyonya Alan."Alan pun menjelaskan semuanya karena dia gak mau menyembunyikan apapun...
Inez pun terkejut mendengar kebenaran yang Alan katakan bahwa dia mencintai Inez,Inez merasa beruntung memiliki bos yang begitu baik dan tampan apalagi dia sangat menyayanginya Inez.
__ADS_1
"Tapi Mas aku,,"ucapan Inez terhenti sesaat ketika bibir Alan menge*up bi*ir Inez dengan lembut...
Mereka melakukannya dengan cukup lama bahkan jantung Inez sangat berdebar dia juga tak bisa membohongi bahwa dia juga memiliki perasaan yang sama terhadap Alan.
"Aku mohon jangan tolak aku,aku sudah benar benar mencintaimu bahkan aku mencintaimu dengan sangat dalam aku tak mau pernikahan kita nanti hanya menjadi sebuah kesepakatan aku mau pernikahan kita terjadi atas karena cinta. Inez maukah kamu menikah denganku menjadi ibu untuk anak anakku dan menjadi pendamping hidupku kala sedih ataupun senang. Inez maukah kamu menua bersamaku.."Alan melamar Inez dengan suasana yang romantis bahkan Alan telah menyiapkan sebuah cincin berlian yang sangat cantik.
Inez pun gak bisa berkata apa apa lagi dia merasa terharu dan juga sangat bahagia...
Inez hanya mengangguk dan kemudian tersenyum..
"Iya Mas aku mau menjadi pendamping hidupmu dan aku mau menghabiskan sisi umurku hanya bersama kamu Mas karena aku juga memiliki rasa yang sama dengan kamu Mas mungkin ini gak pantas jika seorang bawahan mencintai bosnya sendiri tapi perasaan ini tumbuh begitu saja."Inez pun jujur dengan perasaannya.
Alan pun sangat senang karena Inez menerima lamarannya dan Alan berjanji setelah ini dia akan selalu membuat wanita yang dia cintai bahagia...
"Terima kasih sayang i love you so much and i'll love you with all my live.( Aku sangat mencintaimu dan aku berjanji untuk mencintaimu dengan sepenuh jiwaku.")
"Jangan menangis sayang aku tak mau melihat kesedihan di matamu. percayalah aku kan selalu memberikan kamu kebahagiaan dengan caraku. Sekarang kita makan dulu aku udah lapar."ucap Alan sembari menatap sang kekasih.
Inez pun menuruti ucapan Alan dan dia tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.
"Iya Mas.."jawab Inez lirih.
Keduanya pun langsung menikmati makan siangnya dan kemudian setelah itu keduanya pun kembali ke kantor.
❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️
__ADS_1
Beberapa bulan kemudian...
Pada akhirnya Alan dan Inez pun kini telah resmi menikah dan keduanya pun merasakan kebahagiaan yang tak penah mereka bayangkan bahkan Alan terlihat selalu memanjakan Inez dengan semua caranya.
Pada malam harinya keduanya pun tengah berisitirahat dan Alan bersandar di bahu sang istri,Inez nampak malu karena ini kali pertamanya dia tidur satu kamar dengan laki laki...
Inez terus menatap Alan yang berada di sampingnya dan dia merasa bahwa dia telah menjadi wanita yang paling beruntung di dunia bisa di nikahi oleh laki laki seperti Alan.
"Sayang kenapa kamu terus menatapku apa kamu takut jika aku pergi meninggalkanmu?"Alan setengah berbisik sembari menarik tubuh istrinya kesampingnya.
Inez pun merasa malu dan kemudian menyembunyikan wajahnya di balik selimut.
"Mas ini terlalu tampan untuk aku sehingga aku merasa puas menendangnya Mas.."ucap Inez lirih hal itu membuat Alan semakin mendekatkan wajahnya ke istrinya.
Jarak keduanya hanya tinggal satu inci hal itu tak pernah di sia siakan oleh Alan, secepat kilat Alan sudah berada di atas tubuh istrinya dan keduanya pun larut dalam keindahan dunia yang sesungguhnya.
Pada pagi harinya Alan dan Inez berangkat ke kantor seperti biasa keduanya sudah seperti prangko yang selalu menempel satu dengan lainnya hal itu membuat Tante Shinta mencibirnya.
"Mentang mentang pengantin baru sampai lupa bahwa di sini masih ada orang tua yang harus kalian hormati.."ucap Tante Shinta dengan tatapan yang tak suka.
Inez merasa sangat malu namun Alan menggenggam tangan istrinya dengan lembut..
"Maaf Tante harap di maklumi kami kan baru saja menikah dan Tante sendiri tahu kan gimana rasanya menjadi pengantin baru?"ucapan Alan membuat Tante Shinta merasa kesal...
Inez pun langsung menatap sang suami dan mencubitnya mengatakan bahwa apa yang dia katakan kepada Tante Shinta itu kurang sopan namun Alan tak pernah memikirkannya karena sikap Tante Shinta sedikit kurang baik..
__ADS_1
Sedangkan Thomas putra tunggal Om Ibnu dan Tante Shinta pun menatap kearah Inez sepertinya laki laki itu memiliki niat yang kurang baik hal itu membuat Alan langsung mengajak istrinya untuk segera pergi meninggalkan rumah.