
Alan dan Inez masih berada di dalam kamarnya keduanya masih bersiap untuk segera ke kantor.
"Sayang kamu terlihat sangat cantik hari ini,sayang sepertinya aku tak rela deh jika kecantikanmu di tatap oleh lelaki lain."ucap Alan sembari memeluk tubuh Inez dari belakang.
Inez tersenyum mendengar ucapan suaminya dan Inez pun menatap sang suami dari pantulan cermin yang ada di hadapannya..
"Mas takut aku di lirik laki laki lain,dan aku pun sama aku takut jika rasa Mas akan secepatnya berpaling. Tapi aku si yakin kalau kasih tulus ku gak akan pernah Mas sia siakan."ucapan Inez membuat akan terdiam sejenak..
Alan menatap sang istri lagi dan lagi..
"Dengerin ini sayang,rasaku padamu tak akan pernah berubah sampai kapanpun karena apa karena aku terlalu mencintaimu dan aku tak pernah mau kehilangan kamu."Alan pun kini mulai menggoda Inez.
Sebagai pasangan suami istri yang baru menikah tentu saja mereka akan sering menghabiskan waktu untuk bermanja-manja dan juga melakukan hal yang romantis hal itu yang akan menguatkan hubungan cinta keduanya.
Inez pun tersenyum dan kemudian mencium lengan suaminya.
"Mas aku kangen sama Ibu dan Irawan bolehkan kalau sepulang kerja aku mengunjungi mereka?"tanya Inez agak ragu.
Alan pun menatap sang istri dan diam sesaat dia sedang berfikir untuk membawakan Ibu mertuanya itu apa namun Inez mengira bahwa Alan akan melarangnya..
"Kalau gak di izinkan gak apa apa Mas lain kali aja."ucap Inez dengan raut wajah yang di penuhi kesedihan..
Alan yang melihat wajah Inez nampak sedih pun langsung menciumnya dengan lembut..
"Siapa bilang gak boleh sayang kamu bisa datang ke sana kapanpun bahkan setiap hari pun aku gak akan pernah melarang. Tadi Mas diam itu Mas sedang berfikir untuk membawakan Ibu dan Irawan itu apa?Semenjak kita menikah kita lupa mengunjungi mereka dan aku yang bersalah atas itu.."Alan pun menjelaskan apa yang ada di hatinya.
Wajah Inez pun langsung berubah bahagia dia bahkan langsung berbalik badan dan memeluk suaminya..
"Terima kasih suamiku aku sangat mencintaimu."ucap Inez dengan penuh kebahagiaan.
__ADS_1
Alan pun tersenyum dan kemudian mengajak Inez untuk berangkat ke kantor..
"Sayang bagaimana kalau kita tinggal di rumah Ibu untuk sementara waktu sembari aku mencari rumah baru untuk kita tinggal bersama Ibu dan Irawan. Sekarang Ibu dan Irawan juga tanggung jawab aku sebagai suami kamu apa kamu keberatan?"Alan pun mengutarakan niatnya untuk pindah dari rumah yang sudah sejak kecil dia tempati.
Inez terdiam sesaat dan menatap wajah suaminya.
"Tapi bagaimana dengan Om Ibnu dia kan baik banget sama kita,kalau kita pindah apa dia gak akan marah?"tanya Inez lirih.
Alan pun tersenyum dan kemudian menggelengkan kepalanya.
"Om Ibnu gak akan marah aku tahu Om Ibnu itu seperti apa dan aku juga yakin Om Ibnu akan mendukung kita."Alan pun menyakinkan sang istri untuk tak menghawatirkan apapun.
Inez pun menganggukan kepalanya dan tersenyum..
"Aku akan sangat senang jika aku bisa tinggal bersama Ibu dan Irawan karena mereka adalah keluarga yang aku punya."jawaban Inez membuatnya sedih karena selama ini Alan selalu hidup seolah sendiri semenjak kepergian kedua orang tuanya.
...****************...
"Sayang sepertinya kita sarapan di kantor saja soalnya aku harus bertemu dengan Pak Susilo saat ini.."ucap Alan sembari bangkit dari duduknya...
Inez langsung mengikuti sang suami dan keduanya pun langsung berangkat..
Selama dalam perjalanan menuju kantor,Inez selalu menatap kearah suaminya sepertinya ada sesuatu hal yang sedang di sembunyikan oleh Alan..
"Mas sepertinya kita gak ada rekan kerja yang bernama Pak Susilo?"tanya Inez mencoba mencari tahu kebenarannya.
Alan pun tersenyum tenyata istrinya begitu peka dan benar benar tahu tentang siapa saja rekan kerja mereka.
"Pak Susilo emang bukan rekan kerja sayang tapi dia adalah seorang pemilik rumah yang akan Mas beli untuk kita nanti.. Maaf ya sayang sepertinya kita harus tinggal disana dulu sembari menunggu rumah yang sedang aku bangun benar benar bisa di tempati.."Alan pun sudah menyiapkan sebuah rumah mewah untuk Inez jauh sebelum ada pernikahan.
__ADS_1
Inez pun sangat terkejut setelah mendengar ucapan dari suaminya itu..
"Tenyata Mas itu penuh dengan kejutan ya aku tak penah menyangka bahwa Mas benar benar selalu memberikan aku banyak kebahagian terima kasih ya Mas maaf jika aku belum bisa menjadi istri yang baik untuk kamu.."Inez pun tersenyum sembari menatap wajah tampan suaminya.
Alan pun tersenyum sembari mengangguk..
"Sayang aku yang seharusnya beruntung bisa istri yang begitu baik seperti kamu sayang. Mulai sekarang kita adalah dua orang yang akan selalu melengkapi satu dengan yang lainnya dan percayalah sesulit apapun yang akan kita alami kita pasti bisa melewatinya."Alan pun selalu saja bisa membuat Inez merasa bahagia dan juga tenang.
Pada sore harinya Alan dan Inez pun pulang kerumah Ibu Siti dan mereka di sambut senang oleh Ibu Siti...
"Assalamualaikum..."ucap Alan dan Inez secara bersamaan..
Ibu Siti yang sedang berada di ruang tamu pun menoleh kearah sumber suara..
Ibu Siti telihat sangat senang melihat Alan dan Inez mengunjunginya.
"Waalaikkumsalam sayang akhirnya kalian mengunjungi Bunda juga. Bunda sangat merindukan kalian,rencananya besok Bunda akan mengajak Irawan untuk datang mengunjungi kalian tapi ternyata kalian sudah datang hari ini."ucapan Ibu Siti penuh dengan kegembiraan...
Alan pun langsung mendekati wanita paruh baya yang kini telah menjadi mertuanya itu dan kemudian mencium tangannya dengan lembut.
"Maafkan Alan ya Bunda baru bisa membawa Inez pulang,akhir akhir ini Alan dan Inez sangat sibuk di kantor sehingga kami belum bisa mengunjungi Bunda.."Alan pun menjelaskan kepada Ibu Siti tentang keadaannya.
Ibu Siti pun merasa senang karena dengan kehadiran mereka itu saja sudah sangat membuatnya senang dan bahagia..
"Gak apa apa sayang yang penting kalian sudah datang. Oh iya kalian sudah makan malam?kalau begitu biar Ibu masakin buat kalian ya.."Ibu Siti telihat sangat bersemangat hari ini..
Alan yang melihatnya merasa kasihan dan Alan takut jika nanti Ibu mertuanya akan kecapean dan malah jatuh sakit lagi..
"Bunda gak usah masak nanti Bunda kecapean bagaimana kalau kita makan di luar saja. Oh iya Bunda Irawan kemana kenapa Alan gak melihatnya?"tanya Alan lirih.
__ADS_1
Alan dan Inez pun mengatakan bahwa mereka akan bermalam di rumah sang Ibu hal itu membuat hati Ibu Siti merasa sangat senang dan bahagia...