
Inez pun kembali menatap sang suami yang kini sedang menatapnya dengan tatapan yang tak biasa hal itu membuat Inez langsung memeluk sang suami...
Inez pun masih menangis dengan lembut Alan pun mencoba untuk menenangkan hati istrinya..
"Sudah sayang maafkan aku ya karena aku telah membuat kamu malu dan aku juga telah membuat kamu kecewa aku tahu bahwa aku tak bisa memberikan kamu selalu kenyamanan namun aku tahu bahwa aku pasti akan selalu menjadi satu satunya orang yang akan selalu ada di samping kamu apapun yang terjadi."Alan pun memeluk Inez dengan penuh kelembutan...
Alan sendiri merasa hancur saat melihat Inez merasakan sedih yang tak ada habisnya dia juga merasa bersalah karena Inez sedih karena kehadiran mantan kekasihnya..
"Maafkan aku juga Mas yang tak bisa menahan emosi aku karena aku tak bisa menahan kesedihan aku saat ini. Mas aku janji aku tak akan seperti ini lagi dan aku minta maaf Mas karena aku belum bisa menjadi wanita dan istri yang baik untuk kamu.."Inez pun memeluk Alan dengan lembut..
Alan pun tersenyum dan kemudian membalas pelukan sang istri dengan sangat erat..
"Iya sayang gak apa apa aku juga salah kita lupakan semuanya dan kita harus bisa lebih sabar lagi karena mungkin perjalanan kita tak akan semudah yang kita bayangkan."Alan pun kini mengajak istrinya untuk kembali ke kantor...
...****************...
Di tempat yang berbeda...
Irawan sedang berada di kampusnya tiba tiba saja Irawan mendapatkan telfon dari Bundanya karena suatu hal Irawan pun langsung bergegas untuk segera pulang namun sang Bunda melarangnya..
"Gak udah pulang nak Bunda juga baik baik saja dan iya saat ini Bunda juga sudah bersama Tante Santi yang mengantar Bunda."Ibu Siti pun mengatakan bahwa sang Bunda baik baik saja..
Irawan pun menjadi tak tenang dan setelah itu Irawan pun menghubungi sang kakak..
"Iya ada apa Wan tumben kamu menghubungi kakak siang siang begini?"tanya Inez lirih.
__ADS_1
Irawan pun menjelaskan bahwa sekarang sang Bunda sedang berada di rumah sakit sang Bunda tiba tiba pingsan saat membersihkan halaman.
Inez yang mendengar itu pun langsung panik dan seketika Inez langsung ingin menyusul sang Bunda ke rumah sakit..
"Bunda kenapa Wan?Siapa yang menghubungimu terus Bunda bagiamana?"tanya Inez dengan paniknya.
Irawan pun mengatakan bahwa sang Bunda kini berada di rumah sakit bersama Tante Santi dan Inez pun langsung ingin menyusul sang Bunda ke rumah sakit...
"Ya sudah Wan biar Mbak saja yang menyusul kesana dan satu lagi kamu kan lagi ujian kamu fokus saja urusan Bunda biar Mbak saja yang mengurusnya."Inez pun langsung mematikan sambungan telfonnya dan dengan tergesa tesa Inez pun langsung masuk kedalam ruangan suaminya.
"Mas maaf aku mengganggu Mas,Mas kata Irawan Bunda tiba tiba saja pingsan sekarang Bunda ada di rumah sakit."Inez pun telihat sangat panik..
Setelah Alan mendengar itu Alan pun langsung ikutan panik dan Alan langsung mengajak Inez untuk melihat sang Ibunda kerumah sakit.
"Kita kerumah sakit sekarang dan kamu yang tenang gak akan tejadi apa apa sama Bunda."Alan pun langsung memacu kendaraan dengan kecepatan sedang.
"Sayang kata Irawan kondisi Bunda bagaimana terus kenapa Bunda sampai tiba tiba pingsan?"Alan pun bertanya kepada Inez karena rasa ingin tahunya.
Inez pun terdiam sejenak..
"Sepertinya Bunda kecapean Mas sehingga dia tiba tiba saja jatuh pingsan. Tapi kondisinya gak apa apa Bunda ditemani Tante Santi tetangga samping rumah."Inez pun menjelaskan hal itu benar benar membuat Alan merasa bersalah.
"Ya sudah nanti kita cari Art saja buat ngurus Bunda dan juga bersih bersih aku gak mau Bunda sampai sakit lagi seperti ini."Alan pun kini merasa sedikit tenang setelah mendengar kondisi sang Bunda baik baik saja.
Alan pun tak mau jika Ibu dari sang istri harus kesusahan sedangkan dia mampu membayar 1000 orang untuk membantu.. Alan pun menarik nafas panjang dan membuangnya secara berlahan dan kini Inez pun hanya bisa mengangguk melihat tatapan sang suami yang begitu teduh dia merasa sangat beruntung memiliki suami sebaik dan sesempurna Alan.
__ADS_1
"Mas terima kasih ya aku adalah satu satunya wanita yang paling beruntung di dunia ini karena aku bisa memiliki lelaki yang sempurna sepertimu dan aku sangat bahagia karena Mas bisa menjadi laki laki uang begitu baik untukku terima kasih Mas aku sangat menyayangimu."Inez pun menitikan airmata haru melihat ketulusan suaminya.
❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️
Sesampainya di rumah sakit Alan dan Inez langsung pergi menuju ruangan sang Bunda..
"Assalamualaikum Bunda gimana keadaanya? Inez sangat khawatir melihat sang Bunda yang masih berada di ruang perawatan..
Ibu Siti pun tersenyum dan kemudian menatap kearah Inez dan Alan.
"Pasti Irawan yang memberitahu kalian,dasar anak itu sudah di bilang Bunda baik baik saja tapi masih juga menghubungi kalian. awas saja nanti. "Ibu Siti pun ngedumel sendiri..
Alan pun langsung duduk di samping sang Bunda dan menggenggam tangannya dengan lembut..
"Bunda ini kenapa?Tadi pagi Bunda masih baik baik saja kenapa sekarang malah Bunda begini? Kami benar benar sangat khawatir Bunda."Alan pun berbicara dengan sangat tulus.
Ibu Siti pun menarik nafas panjang dan membuangnya secara berlahan.
"Kalian gak perlu khawatir Bunda baik baik saja kok dan kalian seharunya kan masih bekerja. sudah kalian kembali ke kantor saja Bunda gak apa apa kok biar nanti Bunda pulang bersama Tante Santi."Ibu Siti pun menyuruh sang putri untuk kembali bekerja..
Alan tersenyum dan kemudian menatap sang istri..
"Bunda aja sedang gak baik bagaimana kami bisa fokus bekerja? Oh iya Bunda besok sebaiknya kita pindah rumah saja ya Alan sudah menyiapkan rumah buat kita, Alan dan Inez janji akan merawat Bunda dengan sangat baik."Alan pun berhasil membuat hati Ibu Siti merasakan sedih bercampur bahagia..
Mata Ibu Siti berkaca kaca dia tak penah menyangka bahwa Alan akan setulus itu bahkan dia mau merawat dan menjaga dia yang hanya seorang Ibu mertua.
__ADS_1
"Gak usah nak biar Bunda tinggal di rumah lama Bunda saja."Ibu Siti mencoba menolak dengan lembut..
Inez pun mendekati Bundanya dan berkata bahwa dia sangat ingin merawat dan menjaga sang Bunda dengan tangannya sendiri lagipula Alan juga ingin agar mereka bisa tinggal dalam satu atap hal itu tak bisa Ibu Siti tolak dia tak punya pilihan lain selain meriamnya.