
Alan pun menatap Inez yang ada di sampingnya dan seolah dia mengerti apa yang di pikirkan oleh sang calon istrinya itu..
"Kamu kenapa? Kenapa kamu kok diam saja apa yang sedang kamu pikirkan saat ini??"tanya Alan lirih.
Inez pun menatap Alan dengan tatapan yang tak biasa.
"Mas jika nanti Mas bertemu dengan Bunda aku takut Mas Bunda akan bertanya macam macam tentang kita."jawab Inez lirih.
Alan pun tersenyum dan menatap wajah cantik Inez.
"Apa yang kamu takutkan?Sudah kamu gak perlu khawatir semuanya akan baik baik saja percaya sama aku."jawab Alan dengan lembut...
Sesampainya di rumah sakit Alan pun langsung mengajak Inez menuju kamar rawat sang calon Ibu mertuanya itu...
"Assalamualaikum..."ucap Inez sembari memasuki kamar rawat sang Bunda.
Irawan dan sang Bunda pun menoleh kearah sumber suara...
"Waalaikumsalam,,"jawab Irawan dan sang Bunda secara bersamaan.
Irawan dan sang Bunda terkejut melihat penampilan Inez yang nampak berbeda dengan mengenakan gaun yang begitu indah.
"Mbak,,Mbak cantik sekali darimana?"tanya Irawan sembari menatap kagum wajah sang kakak..
Tak lama kemudian Alan pun ikut masuk kedalam ruangan sang calon Ibu mertuanya.
"Assalamualaikum.."ucap Alan dengan lembut.
Ibu Siti kaget melihat ada seorang lelaki tampan yang datang bersama sang putri.
"Waalaikumsalam..."jawab Irawan dan sang Bunda secara bersamaan.
Alan pun langsung mencium punggung tangan Ibu Siti dengan lembut Inez yang melihat itu merasa sangat terharu.
"Perkenalkan nama saya Alan,bagaimana kondisi Ibu apa sudah jauh lebih baik?"tanya Alan dengan suara yang lembut.
Ibu Siti pun merasa sedikit bingung dengan kedatangan laki laki tampan bersama sang putri..
__ADS_1
"Alhamdulillah kesehatan Ibu sudah jauh lebih baik,maaf kalau boleh tahu kamu ini siapa?"tanya Ibu Siti lirih.
Alan pun menjelaskan bahwa dirinya dan Inez adalah sepasang kekasih dan hal itu tak mau Alan sembunyikan dari calon keluarganya itu. Irawan yang baru mendengar bahwa sang kakak telah memiliki kekasih sehingga membuat Irawan tak bisa menahan untuk membuat menggoda sang kakak.
"Cieee Mbak Inez sudah memiliki kekasih dia sangat tampan Mbak,,wah beruntung sekali Mbak inez memiliki kekasih seperti Kak Alan."ucap Irawan menggoda sang kakak..
Inez pun merasa sangat malu karena Irawan mengatakan itu di depan Alan..
"Irawan sudah hentikan bicara kamu.."ucap Inez sedikit berbisik bahkan sesekali dia mencubit perut sang adik.
Alan yang melihat hal itu merasa sangat senang apalagi Inez dan Irawan terlihat sangat kompak dan saling menyayangi.
"Seharusnya Mas yang beruntung bisa kenal sama Mbak kamu,dia adalah wanita yang sangat baik dan lembut."ucapan Alan benar benar membuat Inez malu bukan main.
Tak perlu waktu yang lama Alan pun sudah terlihat sangat dekat dengan keluarga Inez bahkan Alan bisa menguasai keadaan dan melupakan bahwa pernikahannya itu hanya ada di atas kertas..
...****************...
Setalah cukup lama berbincang Inez pun mengajak Alan untuk pulang karena Inez harus kerja esok harinya jadi Irawan yang menjaga sang Bunda selama di rumah sakit.
"Ya sudah kalian pulang saja,Nak Alan boleh minta tolong anterin Inez pulang ini sudah malam Ini takut terjadi apa apa kalau dia pulang sendiri."ucap Ibu Siti dengan sedikit memohon.
Setelah itu Alan pun mengantar Inez ke rumahnya dan dalam perjalanan keduanya pun sama sama diam.
"Mas maaf ya atas apa yang di ucapannya Bunda tadi,gak seharusnya Bunda bilang begitu sama Mas.."Inez pun membuka percakapan...
Alan pun menatap kearah Inez dan tersenyum..
"Kamu itu bicara apa si? Sudahlah itu tak perlu di bahas dan kita juga akan menikah aku gak mau jika nanti orang tuamu bingung jika aku tiba tiba datang untuk melamar kamu?"ucap Alan tanpa menoleh kearah Inez.
Inez pun mengerti tentang apa yang di ucapkan sang calon suaminya itu memang ada benarnya gak seharusnya dia merasa tak enak hati terhadap apapun yang di lakukan oleh Alan untuknya.
Sesampainya di rumah Inez,Alan pun turun membukakan pintu untuk Inez dia tak menyangka bahwa keluarga Inez sangat sederhana.
"Inilah rumah aku Mas,maaf jika rumahnya sangat kecil dan juga sempit. Mas mau masuk dulu?"tanya Inez lirih..
Alan pun menatap Inez sekilas dan kemudian tersenyum..
__ADS_1
"Lain kali saja ya Nez,ini kan sudah malam kamu masuk dan istirahatlah sampai bertemu besok di kantor.."ucap Alan lirih...
Inez pun mengangguk dan tesenyum karena tenyata sisi romantis Alan sudah mulai terlihat.
"Iya Mas,Mas hati hati ya di jalan jangan ngebut bawa mobilnya."Inez pun mulai memberikan sebuah perhatian tanpa dia sadari.
...****************...
Pada pagi harinya Alan sudah berada di kantor pagi pagi sekali tiba tiba saja sang mantan kekasihnya datang ke kantor untuk menemuinya...
"Mas Alan...."panggil Dila yang tiba tiba saja masuk kedalam ruangan Alan.
Alan pun terkejut melihat Dila yang tiba tiba ada di dalam kantor miliknya.
"Dila,,apa yang kamu lakukan disini? kenapa kamu pagi pagi sudah ada sini? Apa kamu ada perlu?"tanya Alan dengan wajah datarnya...
Alan pun memilih tak mempedulikan Dila terlebih lagi itu ada di kantor dan Alan juga tak mau jika Inez sampai melihat Dila di dalam kantornya...
Dila pun mendekati Alan dan kemudian memeluknya dengan sangat erat..
"Mas Alan aku sangat merindukanmu?"ucap Dila sembari terus memeluknya.
Alan merasa tak nyaman di perlakukan seperti itu oleh Dila terlebih lagi Dila pernah meninggalkan dirinya waktu itu.
Ketika Alan sedang berpelukan dengan Dila,Inez yang kebetulan masuk kedalam ruangan itu pun langsung tercengang dan ada sedikit perasaan tak nyaman melihat Alan berpelukan dengan wanita lain..
"Maaf Pak saya lancang tak mengetuk pintu.."ucap Inez sembari menutup kembali pintu ruangan sang Bos.
Alan yang melihat mimik wajah Inez sedikit berubah pun menjadi tak enak hati,Alan takut jika Inez akan marah dan akan membatalkan apa yang sudah mereka sepakati.
Inez pun merasa sedikit kecewa namun dia juga sadar bawa pernikahan mereka hanya sebuah kesepakatan sehingga Inez mencoba untuk menguasai hatinya.
Sementara Alan langsung melepaskan pelukannya dari tubuh mantan kekasihnya.
"Dila,,maaf kita sudah tak punya hubungan apapun jadi aku minta maaf aku tak bisa memberikan ruang di hatiku lagi, karena saat ini dan seterusnya sudah ada seseorang yang telah menempatinya. Dan bukankah dulu kamu yang pergi meninggalkan aku kenapa kamu sekarang kembali lagi."Alan pun sudah tak bisa memberikan maaf untuk Dila lagi..
Dila pun menangis berharap Alan akan sedikit iba kepadanya dan Alan mau kembali kepadanya lagi..
__ADS_1
"Maafkan aku Mas jika waktu itu aku meninggalkanmu aku tahu aku salah tapi sekarang aku sudah tak bersama Dimas lagi dan aku ingin memperbaiki semuanya aku harap berikan aku satu kesempatan lagi.."Dila pun memohon kepada Alan namun Alan tak memperdulikannya bahkan Alan menyuruh Dila untuk segera meninggalkan ruangannya.