AKU DAN MY CEO

AKU DAN MY CEO
Capture 15


__ADS_3

Setalah menyelesaikan ritual mandinya Alan langsung bergegas menyusul sang istri dan Ibu mertuanya ke dapur,Alan ingin mencicipi masakan sang Ibu mertua untuk pertama kalinya.


Sesampainya di dapur Alan mencium bau wangi masakan yang langsung membuat perutnya merasa lapar.


"Bunda masak apa baunya wangi sekali,Alan langsung lapar Bud?"Alan pun langsung ikut masuk kedapur.


Ibu Siti pun tersenyum melihat tingkah Alan yang menurutnya sangat lucu maklum selama ini Alan adalah laki laki yang selalu hidup dengan berkelimpahan harta apa yang dia inginkan bisa dia dapatkan hanya dengan mengandalkan uang saja..


Inez yang melihat suaminya sudah berada di dapur pun langsung menyuruhnya menunggu mereka di meja makan,namun Alan menolak karena Alan ingin merasakan indahnya kebersamaan..


"Aku mau disini sayang aku mau bantu Bunda jadi stop menyuruh aku untuk diam saja. Sayang aku minta kamu mengerti aku tak ingin kehilangan momen ini."Alan pun kini memaksa sang istri untuk mengikuti keinginannya..


Inez pun hanya bisa mengangguk dan membiarkan suaminya ikut berada di dapur dan tak lama setelah itu Irawan pulang dari kuliahnya karena selama ini Irawan mengambil kuliah sore dan Irawan pun sangat terkejut melihat kakak dan kakak iparnya ada di rumah mereka....


"Assalamualaikum..."ucap Irawan sembari membuka pintu rumahnya.


Alan dan Inez beserta Ibu Siti pun menatap kearah sumber suara dan tersenyum melihat Irawan sudah pulang..


"Waalaikkumsalam,kamu pulangnya malam amat Wan kemana aja?Apa kamu setiap malam seperti ini meninggalkan Bunda sendiri?"tanya Inez sembari menatap kearah sang adik..


Irawan pun melongo mendengarkan pertanyaan dari sang kakak yang sangat banyak hal itu langsung membuatnya pusing.


"Mbak Inez ini kebiasaan coba saja kalau bertanya itu satu satu jangan sekaligus aku kan bingung harus jawab apa?"ucap Irawan sembari cemberut..


Alan yang melihat itu pun langsung menengahi keduanya..


"Sudah sayang kasihan Irawan kan baru pulang biarkan dia mandi dan beristirahat kamu gak boleh begitu?"Alan pun mencoba mendamaikan suasana.


Ibu Siti hanya bisa tersenyum menatap Alan yang membela Irawan..

__ADS_1


"Mereka memang selalu begitu nak jadi kamu jangan kaget ya."ucap Ibu Siti sembari tersenyum..


Irawan pun tersenyum menatap sang kakak yang nampak malu di depan suaminya sementara Irawan merasa menang karena di dukung dan di puji oleh sang kakak ipar...


"Terima kasih Mas memang tu sekali kali perlu di kasih pelajaran.."ucap Irawan sembari tertawa meninggalkan sang kakak yang masih menatapnya tak suka..


Alan pun menggenggam tangan sang istri dia tahu bahwa Inez sedang kesal kali ini namun Alan menyakini bahwa Irawan pasti punya alasan yang kuat kenapa dia bisa pulang terlambat..


...****************...


Setelah semuanya berkumpul kini mereka pun tengah menikmati makan malam bersama Alan sangat suka dengan masakan sang Ibu mertuanya yang menurutnya melebihi masakan dari chef bintang lima..


"Masakan Bunda memang tak ada duanya bahkan kalah sama restoran bintang lima aku sangat suka Bunda."Alan tak berhentinya memuji masakan sang Ibu mertuanya.


Inez pun langsung menyela dan kemudian sedikit menundukkan wajahnya.


"Padahal aku juga ikut membantu tapi kenapa hanya Bunda yang mendapatkan pujian?"Inez pun mulai sedikit merajuk..


"Iya iya kamu juga pandai kok dalam memasak Alan salah menilai kamu.. Bunda janji nanti Bunda akan mengajari kamu untuk membuat semua ini.."ucap Ibu Siti membuat Inez merasa malu..


"Kalau Mbak Inez yang masak gak ada rasa lain selain asin dan gosong."celetus Irawan membuat Inez bertambah malu di hadapan suaminya..


Inez pun langsung mencubit sang adik namun hal itulah yang membuat keduanya semakin erat.


Alan pun hanya tersenyum dan kemudian melanjutkan menikmati makanan yang sedang dia makan saat ini. Ibu Siti pun melerai keduanya untuk tak bertengkar namun itulah kebiasaan keduanya semenjak mereka kecil dulu...


Setalah selesai makan malam mereka pun menghabiskan waktu untuk berbincang dan juga bercerita tentang semua hal yang lucu mereka tak berhenti tertawa dan Alan sendiri sangat bahagia bisa mendapatkan keluarga yang seutuhnya.


Alan nampak diam dan menatap kearah sang Ibu mertua di tersenyum namun pikirannya entah berjalan kemana yang pasti dia merasakan sangat senang dan bahagia sehingga Ibu Siti pun memegang tangan Alan dengan lembut..

__ADS_1


"Nak Alan kenapa? Kenapa kok diam apa ada yang sedang nak Alan pikirkan? Kenapa apa nak Alan gak kerasa ya tinggal di sini karena di sini sempit dan juga pengap."ucapan Ibu Siti membuat Alan merasa tak enak hati..


Alan pun menatap kearah sang Ibu mertua dan tersenyum..


"Siapa bilang Alan tak betah disini tentu saja akan betah Bunda,Alan hanya terharu saja karena disini Alan bisa merasakan apa itu keluarga maklum Bunda kedua orang tua Alan pergi semenjak Alan masih duduk di bangku SMA."Alan pun tertunduk mengingat kedua orang tuanya.


Inez pun langsung memegang tangan suaminya dan tersenyum..


"Mas jangan memikirkan itu lagi bukankah sekarang kita adalah keluarga? Mas masih punya Bunda dan Mas juga masih punya Irawan dan juga ada aku yang akan selalu berada di hadapan Mas apapun keadaannya jadi Mas gak perlu memikirkan apapun lagi ya.."Inez pun mencoba menyakinkan Alan..


Ibu Siti pun mengatakan hal yang sama begitupun dengan Irawan itu membuat Alan merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya...


...****************...


Di tempat yang berbeda..


Dila masih mencoba untuk menghubungi nomer ponsel Alan namun panggilannya beberapa kali tak di jawab olehnya namun Dila tak pernah berhenti untuk mencoba bahkan Dila sengaja mengirimkan beberapa pesan yang bersifat pribadi.


Dila masih tak mau menyerah dengan usahanya untuk mendapatkan sedikit perhatian dari Alan...


Alan yang merasa sangat terganggu karena ponselnya terus saja berdering pun melihat nama pemanggil yang menghubunginya.


"Mau apa lagi wanita ini? Apa dia gak bisa mengerti bahwa aku sudah menikah dan lagi pula aku gak akan pernah mau kembali pada wanita yang tak punya harga diri sepetinya bahkan dia mau saja bermain gila dengan sepupuku sendiri. apa itu masih bisa di bilang wanita baik baik?"Alan pun nampak sangat kesal hal itu membuat Inez pun bertanya.


"Mas kamu kenapa? Kenapa kok sepetinya kamu sedang memikirkan sesuatu?"tanya Inez dengan sedikit penasaran..


Alan pun langsung menyerahkan ponselnya ke tangan istrinya berharap Inez mau melihatnya.


"Lihatlah sayang wanita itu masih berusaha untuk menghubungi aku padahal aku sudah mengatakan untuk dia tak menggangguku lagi namun wanita itu terlaku keras kepala."ucap Alan dengan nada kesal..

__ADS_1


Inez pun melihat ponsel milik Alan dan dia membaca semuanya bahkan dia sendiri tak pernah habis pikir bagaimana bisa seorang wanita baik baik akan melakukan hal memalukan seperti itu hanya untuk mendapatkan perhatian dari seorang lelaki.


__ADS_2