AKU DAN MY CEO

AKU DAN MY CEO
Capture 17


__ADS_3

Alan pun menatap kearah Thomas dan kemudian menariknya..


"Aku minta hormati dia biar bagaimanapun dia Ayah kamu orang yang berjasa dalam kehidupanmu, aku minta jaga sikapmu dan jangan berlebihan.."Alan pun terlihat sangat geram dengan apa yang di lakukan oleh Thomas.


Thomas pun tak mau mendengar apa yang di ucapkan oleh Alan bahkan Thomas memberikan Alan sebuah penghargaan tepat di pipi kanannya..


plakkkkkkk...


Alan yang merasa tak melakukan kesalahan pun langsung menatap kearah Thomas dan kemudian membalas apa yang telah di lakukan Thomas kepadanya.


Alan pun menatap Thomas dan kemudian menarik kerah baju Thomas Alan hendak memukul Thomas namun di hentikan oleh Om Ibnu..


"Sudah sudah,,Thomas gak seharusnya kamu begitu? cepat minta maaf pada Alan dan kita pergi dari sini?"Om Ibnu pun terlihat membentak Thomas.


Inez yang mendengar ada keributan dari ruangan suaminya pun langsung masuk kedalam ruangan suaminya tanpa permisi Inez sendiri langsung memegang tubuh Alan dengan pelukannya..


"Mas sudah Mas sabar.."ucap Inez mencoba menenangkan hati suaminya.


Alan yang melihat Inez pun langsung menarik nafas panjang dan membuanganya secara belahan dia tahu bahwa apa yang hampir saja terjadi bisa membuat namanya jelek di mata karyawannya..


Om Ibnu pun langsung mengajak Thomas untuk pergi meninggalkan kantor Alan awalnya Thomas menolak namun Om Ibnu dengan tegas membentaknya.


"Thomas ayo kita pergi kamu kesini untuk meminta pekerjaan jangan bikin Papa kehilangan muka di hadapan Alan dan Inez sekarang Papa minta kita pulang."Om Ibnu pun membentak Thomas dan terpaksa Thomas pun mengikutinya.


"Alan maafkan Om, Om tak bermaksud untuk membuat keributan tapi anak ini memang susah untuk di kasih tahu dan lupakan saja tentang permintaan Om tadi."Om Ibnu pun langsung membawa Thomas pergi.


❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️

__ADS_1


Setelah Om Ibnu dan Thomas pergi Inez baru melepaskan pelukannya dia takut jika Alan akan emosi sehingga terpaksa Alan memeluknya dengan erat untuk meredakan emosi Alan...


"Mas kamu baik baik saja? Mas sebenarnya kenapa dan ada apa? Kenapa Om dan Thomas sampai marah marah seperti itu?"tanya Inez lirih.


Alan pun menarik nafas dan membuanganya secara belahan dan kemudian Alan menatap kearah sang istri..


"Mas gak apa apa sayang kamu gak perlu khawatir oh ya kamu kenapa masuk kesini,dan tadi hanya masalah sepele saja. Sayang sepertinya aku perlu refreshing untuk menangkan hati dan pikiranku saat ini."ucap Alan lirih.


Inez pun menatap kearah sang suami dan tersenyum menatapnya..


"Mas mau pergi kemana?"tanya Inez sedikit ragu.


Alan pun langsung menarik lengan sang istri dan kemudian membawanya ke pelukannya.


Alan pun tersenyum dan kemudian mencium rambut sang istri yang wangi dan hal itu bisa membuatnya sedikit tenang.


"Kemana saja sayang asalkan bersama kamu aku akan merasakannya bahagianya dunia.."ucap Alan lirih.


"Kamu sekarang sudah pandai merayu ya sayang tapi aku suka dan aku juga berharap kebahagiaan ini akan selamanya ada bersama kita."ucap Alan kemudian..


Inez pun tersenyum dan dia sangat senang karena telah berhasil membuat hati suaminya merasa bahagia..


...****************...


Setelah itu Alan dan Inez pun pergi untuk makan siang bersama seperti pasangan pada umumnya namun ketika keduanya sedang berada di sebuah restoran tiba tiba saja mereka bertemu dengan Dila wanita ular itu.


Alan dan Inez pun belum menyadari tentang Dila yang berada tak jauh dari mereka,Alan dan Inez pun bersikap seperti pasangan pada umumnya keduanya tak segan segan mengumbar kemesraan mereka di depan publik..

__ADS_1


Dila yang merasa kesal pun langsung mendekati Alan dan Inez bahkan Dila senagaja menghina Inez di depan orang banyak mengatakan bahwa dia adalah wanita yang buruk wanita yang dengan gampang menjual dirinya demi mendekati bosnya sendiri.


"Mas untuk apa kamu masih bersama wanita ini si? Dia itu bukan wanita yang baik bahkan dia juga rela menggoda kamu dan mengikuti kemanapun kamu mau apa itu di sebut wanita baik baik?"Dila pun mendekati Alan dan menarik lengannya dengan kasar..


Alan dan Inez pun tertegun melihat wanita yang tiba tiba marah marah tak jelas bahkan dia mengatakan hal yang sangat buruk kepada istrinya dan hal itu tentu saja membuat emosi Alan naik hingga ubun ubun.


"Lepas kamu tak berhak menghakiminya dan apa hak kamu atas aku juga? ingat Dila kamu hanya mantan buat aku dan kalaupun dia menghalalkan segala cara untuk menggodanya itu gak masalah setidaknya dia lebih terhormat daripada kamu."ucapan Alan menjadi pukulan buat Dila..


Alan menatap tajam kearah Dila saat ini Dila hanya bisa diam saja tak berani menjawab apapun dia menyadari bahwa apa yang telah dia lakukan membuat Alan merasa malu..


Alan langsung menyuruh Dila untuk pergi dari hadapannya sedangkan Inez dia tak kuasa lagi menahan airmatanya karena banyak mata yang menatap kearahnya.


Alan yang melihat Inez nampak sangat sedih pun langsung berdiri dan menatap semua orang yang sedang menatap mereka..


"Maaf apa yang di di katakan wanita ini itu gak benar dia wanita ini adalah istri saya jadi saya dan istri saya berhak untuk menikmati hari bersama bukan?"Alan pun langsung menarik lengan Inez dan membawanya pergi dengan lembut.


"Ayo sayang kita pergi saja dari sini kamu adalah istriku dan tak ada seorangpun yang berhak untuk menghakimi kamu apalagi wanita ini."ucap Alan sembari menatap tajam kearah Dila yang masih terdiam setelah mendengar bahwa Alan telah menikah dengan sekertaris'nya itu..


Setelah Alan dan Inez pergi semua mata menatap kearah Dila bahkan tak sedikit orang yang mencomohnya mengatakan bahwa Dila adalah wanita yang tak tahu diri dan sebagainya hal itu membuat mental Dila langsung jatuh...


Dila pun langsung pergi meninggalkan restoran dan tanpa sadar airmata Dila pun jatuh..


"Kamu akan membayar semua ini Mas kamu tega mempermalukan aku di depan orang banyak yang seharusnya merasakan ini adalah wanita itu bukan aku.. Aku tak peduli walaupun kamu bilang kamu telah menikahi wanita itu aku akan tetap membuat kamu kembali kepadaku apapun caranya aku tak perduli.."ucap Dila dalam hatinya...


Di tempat yang berbeda...


Inez masih menangis di dalam mobilnya membuat Alan merasa tak enak hati melihatnya...

__ADS_1


"Sayang sudahlah jangan bersedih terus dan maafkan aku ya aku tak pernah tahu jika kita bisa bertemu dengan wanita itu disana.."pekik Alan sembari menatap kearah sang istri..


Inez masih diam saja dia masih mencoba untuk menenangkan hatinya bukan karena dia merasa cemburu namun karena banyak mata yang menatapnya hal itu membuatnya merasa malu...


__ADS_2