AKU DAN MY CEO

AKU DAN MY CEO
Capture 07


__ADS_3

Inez pun masih terlihat kesal namun dia berusaha bersikap biasa saja sampai Dila keluar melewatinya...


Dila menatap kearah Inez dengan tatapan yang kurang suka untung saja Dila belum tahu kalau Inez adalah calon istri Alan.


Setalah Dila pergi Alan pun langsung memanggil Inez untuk masuk kedalam ruangannya..


"Nez keruangan saya sebentar."ucap Alan yang berdiri di ambang pintu memanggil Inez.


Inez pun langsung menatap kearah sumber suara dan kemudian mengangguk apalagi banyak mata yang menatap kearah mereka berdua..


Inez pun langsung masuk kedalam ruangan bosnya...


"Ada apa Pak.."tanya Inez datar hal itu membuat Alan merasa kurang nyaman.


Alan langsung menarik lengan Inez dengan sangat lembut dan membawanya masuk untuk menjelaskan semuanya.


"Nez kamu jangan salah paham ya dia Dila mantan aku,tapi perlu kamu tahu aku dan dia sudah gak ada hubungan apa apa lagi. Kamu tahukan kalau kita akan segera menikah jadi tolong kamu percaya sama aku ya."ucapan Alan membuat Inez sedikit bingung.


Inez pun menatap wajah Alan yang terlihat cemas...


"Mas gak perlu menjelaskan apa apa kalaupun Mas masih ada hubungan dengan wanita itu juga gak apa apa itukan hak Mas dan juga pernikahan kita kan hanya akan ada di atas perjanjian."ucap Inez sembari tertunduk...


Alan merasa terluka mendengar ucapan Inez namun Alan mencoba untuk menguasai dirinya sendiri.


"Kamu gak boleh ngomong gitu ah aku gak suka?"ucap Alan sedikit kesal.


Inez yang melihat Alan kesal pun menjadi merasa bersalah padahal dia berkata begitu karena dia merasa kesal dan gemes melihat wanita lain masih mendekati calon suaminya.


Inez pun mendekati Alan dan langsung tersenyum..


"Ya Mas maaf ya aku hanya bercanda tadi, Mas mau bicara apa lagi? Kalau enggak aku mau Kembali ke mejaku karena pekerjaanku masih sangat banyak.."jelas Inez lalu Inez hendak keluar namun tangannya di tarik oleh Alan masuk kedalam pelukannya untuk pertama kalinya.


"Janji kamu gak boleh marah dan kamu juga janji kamu gak akan cemburu dengan wanita itu percayalah di hatiku sudah gak ada dia tapi di hatiku hanya ada.."ucapan Alan tiba tiba saja terhenti karena belum saatnya Inez tahu tentang isi hatinya.

__ADS_1


Inez masih merasa kaget karena tiba tiba saja Alan memeluknya namun pelukannya terasa sangat hangat sehingga membuatnya seperti candu untuk inez,bau wangi dari parfum yang Alan gunakan membuat Inez terpesona bahkan Inez masih betah berada di pelukan Alan.


Inez yang menyadari itu salah langsung melepaskan pelukannya dan kemudian tersenyum menatap kearah Alan namun Alan kembali memeluknya.


"Aku masih ingin memelukmu sebenatar lagi.."ucap Alan lirih.


Inez pun merasa malu takutnya ada yang masuk kedalam ruangannya...


"Mas nanti kalau ada yang masuk gimana?"tanya Inez sedikit grogi.


Alan tak memperdulikan ucapan Inez dia terus saja memeluknya dengan erat bahkan Alan sudah tak perduli lagi dengan hal apapun.


"Sudahlah Nez sebentar lagi aku masih mau seperti ini,aku gak peduli jika ada yang tahu lagi pula kita akan menikah bukan. Nez berjanjilah kamu gak boleh meninggalkan aku dalam hal apapun ya kamu harus janji.."Alan pun tak perduli lagi dengan kesepakatan yang dia buat sendiri karena seiring berjalannya waktu rasa cinta telah tumbuh di dalam sanubari Alan.


Inez pun tak menjawab dia hanya menikmati apa yang di lakukan bosnya itu,dan Inez juga merasakan ada hal yang berbeda di dalam hatinya iya Inez mulai sedikit memiliki perasaaan yang berbeda.


Cukup lama Alan memeluk Inez dia tak pernah merasakan hal yang seperti itu,padahal dia adalah laki laki yang mapan dan juga sangat tampan wanita mana yang mampu menolaknya namun hatinya selalu berkata lain dia sudah menyukai Inez sejak pertama kali Inez masuk ke perusahaan miliknya.


"Maaf ya aku kelewatan tapi kamu gak apa apa kan?"tanya Alan sedikit khawatir.


Inez tersenyum bahkan tertawa melihat bosnya yang sangat bucin padahal dia hanya bercanda supaya Alan mau melepaskan pelukannya.


"Aman Mas. Ya sudah aku keluar ya aku mau lanjutin kerjaanku dulu."ucap Inez sembari tersenyum dengan sangat manis.


Alan pun mengangguk dan kemudian mendekati Inez dan melakukan hal yang belum pernah dia lakukan yaitu mencium pipi Inez dengan penuh cinta...


"Iya kamu boleh keluar sekarang."ucap Alan sedikit berbisik.


Inez sangat terkejut mendapatkan perlakuan itu dari Alan namun Inez tak bisa berkata apa apa karena dia sudah menyetujui persyaratan yang Alan berikan untuk menikahinya dan Inez sudah siap dengan segala konsekwensinya.


...****************...


Setelah keluar dari dalam ruangan sang bos hati Inez masih berdebar begitu kencangnya apalagi perlakuan Alan yang mulai menunjukan keseriusan dalam hubungannya dan terlebih lagi saat Alan memeluk dirinya dan juga mencium pipinya hal itu membuat Inez benar benar merasa bahagia...

__ADS_1


Sama dengan Alan dia juga sangat bahagia hari ini karena Inez tak menolak apa yang dia lakukan justru Inez seperti welcome kepadanya.


"Kamu yang sudah membuatku jatuh hati padamu dan juga kamu yang telah mencuri hatiku. Asal kamu tahu sayang aku mencintaimu sudah sejak lama dan pada saat yang bersamaan aku bisa mengikat kamu dengan perjanjian itu walupun aku sendiri ikhlas memberikan apapun untuk kamu sayang tapi percayalah setelah kamu menjadi istriku nanti aku akan selalu memperlakukan kamu dengan sangat baik dan akan aku berikan cinta suami yang seharusnya."Alan pun semakin merasakan cintanya bertambah besar terhadap Inez.


Pada malam harinya sepulang mereka bekerja Alan sengaja keluar lebih dulu dan menunggu Inez di parkiran,Alan sebelumnya telah mengirimkan pesan kepada Inez untuk mengajaknya pulang bersama...


Inez pun langsung menyusul Alan dengan sembunyi sembunyi karena Inez masih belum mau jika hubungannya akan di ketahui oleh rekan rekannya...


"Mas kamu sudah menunggu lama?"tanya Inez ketika sudah berada di dalam mobil Alan.


Alan pun tersenyum dan mencubit pipi Inez dengan lembut.


"Gak apa apa sayang, ya sudah kita jalan yuk.."ucap Alan tanpa sadar memanggil Inez dengan sebutan sayang hal itu membuat Inez kaget.


"Kita makan malam dulu baru aku akan antar kamu pulang. Kamu mau makan apa Nez."ucap Alan lirih...


Alan pun mencoba untuk mengalihkan perhatian Inez.


Inez hanya mengangguk dan tersenyum...


"Terserah Mas aja aku ikut.."Inez pun sedang belajar menyesuaikan diri dengan Alan.


"Nez aku pengin panggil kamu dengan sebutan sayang saat kita sedang berdua saja. apa kamu gak kebertaan?"tanya Alan sedikit ragu..


Inez pun terkejut mendengar apa yang di ucapkan oleh Alan dan dia agak sedikit tak percaya dengan apa yang Alan katakan...


"Apa Mas gak salah? Mas jangan begini aku takut jika nanti aku akan sulit berpisah denganmu jika kita harus berpisah nanti."jawaban Inez membuat Alan merasa sedih.


Inez yang melihat Alan kecewa pun langsung menggenggam tangan Alan dengan lembut...


"Iya aku gak kebertaan kok jika Mas mau panggil aku sayang atau apa terserah Mas."ucap Inez mencoba menenangkan hati Alan..


Alan pun tak menjawab dia hanya terdiam lalu melanjukan mobilnya kesebuah restoran yang lumayan familiar di kota Jakarta, sedangkan Inez merasa bersalah karena telah membuat keceriaan di wajah Alan memudar.

__ADS_1


__ADS_2