AKU DAN MY CEO

AKU DAN MY CEO
Capture 16


__ADS_3

Inez pun hanya tersenyum dan kemudian menggenggam tangan suaminya itu untuk memenangkan hati suaminya..


"Gak apa apa Mas,Mas harus percaya bahwa aku tak akan terpancing dengan hal semacam ini lagipula aku percaya dengan Mas 100%"ucap Inez mencoba membuat hati suaminya merasa tenang..


Alan pun langsung bangun dan memeluk istrinya dengan lembut..


"Terima kasih ya sayang karena kamu telah benar benar mengerti aku dan aku janji aku tak akan pernah menyia-nyiakan kepercayaan yang telah kamu berikan kepadaku."Alan pun kini tak akan pernah membiarkan kepercayaan Inez hilang begitu saja..


Setalah mereka berbincang keduanya pun sama sama beristirahat untuk menghilangkan lelah yang melandanya karena rutinitas yang telah mereka lakukan sepanjang hari..


❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️


Pada pagi harinya Alan sudah bangun tepat pukul tiga pagi Alan pun langsung membangunkan sang istri untuk mengajaknya sholat Sunnah tahajud hal itu selalu dia lakukan setalah menikah bahkan Alan ingin mendalami lagi ilmu agamanya agar kelak dia bisa membimbing anak dan istrinya..


"Sayang bangun yuk kita tahajud dulu.."Alan pun menggoyangkan tubuh istrinya dengan penuh kelembutan.


Inez pun terjaga dia langsung membuka matanya dan melihat suaminya telah bersiap untuk sholat,Inez sendiri langsung bergegas mengambil air wudhu..


Setalah selesai sholat keduanya pun langsung duduk sembari melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an sembari menunggu adzan subuh berkumandang..


Ibu Siti yang mendengar itu pun merasa sangat senang karena Inez mendapatkan suami yang sangat sempurna bukan hanya tampan, kaya namun juga pandai dalam menghafal Al-Qur'an..


"Alhamdulillah ya Allah terima kasih karena telah memberikan putriku suami yang begitu baik dan juga Soleh semoga mereka akan selalu rukun seperti itu.."Ibu Siti pun selalu mendoakan yang terbaik untuk putri dan menantunya itu.


Setalah sholat subuh Inez pun langsung bergegas kedapur untuk menyiapkan sarapan sementara Alan langsung mengerjakan pekerjaan kantornya yang dia sengaja bawa pulang...


...****************...


Setalah selesai sarapan Alan dan Inez pun langsung berpamitan ke kantor untuk bekerja. Ibu Siti pun mengangguk dan tersenyum bahkan Ibu Siti menatap Alan dan Inez hingga mobil mereka tak nampak lagi.

__ADS_1


Irawan melihat sang Bunda yang sedang menatap kakaknya pun mendekatinya.


"Alhamdulillah ya Bunda, Mbak Inez mendapatkan laki laki yang begitu baik kepadanya dan juga sangat mencintainya aku ikut senang melihatnya."Irawan pun langsung tersenyum..


Ibu Siti pun menatap kearah sang putra yang sedang ikut menatap kearah jalan raya yang sudah tak terlihat lagi mobil milik sang kakak iparnya...


"Iya kakak kamu itu beruntung makanya kamu jangan selalu berantem sama Kakak kamu malu sama Mas Alan.."Ibu Siti pun menasihati Irawan..


Irawan pun tersenyum menatap sang Bunda sembari tersenyum..


"Iya Bunda insyaallah Irawan akan mendengarkan Bunda dan Irawan tak akan bikin malu Bunda lagi.."Irawan pun tersenyum sembari menatap Bundanya..


Setelah itu Ibu Siti pun langsung tersenyum sembari menepuk bahu putra kesayangannya itu dan masuk kembali ke dalam kamarnya.


❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️


Alan pun kini sedang memeriksa file penting di perusahaan tiba tiba saja Om Ibnu dan Thomas masuk ke ruangannya sedangkan Inez tak bisa menghentikannya...


"Alan kamu kemana aja semalam kenapa kalian gak pulang?"tanya Om Ibnu yang tiba tiba saja masuk kedalam ruangannya.


Alan yang sedang sibuk pun langsung menoleh kearah sumber suara dan melihat bahwa disana ada Om dan Thomas yang berdiri tak jauh dari tempatnya berada...


"Om kenapa kesini tak memberi tahu dulu?"tanya Alan sedikit terkejut.


Thomas pun langsung menyergah ucapan Alan dengan nada yang sangat kurang sopan.


"Apa kalau Papa mau kesini harus minta izin dulu sama kamu? Oh iya aku lupa kamu kan bos ya disini dan aku harap kamu gak lupa siapa yang telah membesarkan kamu selama ini?"ucap Thomas membuat Alan tak bisa menjawab apapun...


Om Ibnu langsung menatap kearah sang Putra untuk mengehentikan ucapannya.

__ADS_1


"Thomas cukup.. Alan apa Om boleh meminta sesuatu dari kamu?"tanya Om Ibnu lirih.


Alan langsung menatap kearah Omnya dan tersenyum..


"Apa yang Om inginkan katakan saja Om jangan sungkan."jawab Alan lirih..


Om Ibnu meminta Alan untuk memberikan perkejaannya dan posisi yang bagus untuk Thomas karena selama ini Om Ibnu selalu beranggapan bahwa Thomas juga layak untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus..


"Maksud Om bagaimana?"tanya Alan sedikit bingung...


Thomas langsung menatap kearah sang saudara sepupunya dengan tatapan yang kurang suka hal itu dia lakukan karena Thomas hanya ingin mengambil kesempatan untuk mendekati Inez sehingga Thomas meminta sang Ayah untuk membantunya mendapatkan pekerjaan....


"Kamu itu kenapa si Lan kenapa apa aku tak pantas mendapatkan perkejaan di kantor ini dan apa kamu pikir bahwa aku tak bisa bekerja dan kamu pikir apa aku gak akan bisa menjadi orang yang sukses?"Thomas pun berbicara dengan nada tinggi...


Thomas pun langsung menatap kearah Alan yang masih diam saja tak mau menjawab ucapan Thomas karena pada kenyataannya Alan tahu maksud dan tujuannya meminta pekerjaan di perusahaannya...


"Bukan begitu tapi di kantor ini sedang tak ada perkejaan dan kalaupun ada di divisi lain apa kamu mau dan bersedia?"ucap Alan lirih.


Thomas langsung naik pitam mendengar bahwa dia akan di pindahkan ke divisi lain itu berarti dia tak akan pernah satu perusahaan dengan Inez dan berarti apa yang dia lakukan semuanya sia sia.


"Gak aku mau di perusahaan ini titik dan aku tak mau jika harus di divisi lain atau apa itu yang pasti aku maunya di perusahan ini.."Thomas pun gak mau mendengar apa yang di katakan oleh Alan.


Alan sendiri hanya bisa menarik nafas dan membuanganya secara belahan dan sebenarnya emosi Alan sudah sampai di ubun ubun namun di hadapan Om Ibnu dia tak mungkin membuatnya kecewa.


Om Ibnu yang melihat bahwa putranya seolah memaksa Alan hanya untuk alasan yang menurutnya kurang baik padahal Alan sendiri sudah berbaik hati untuk memberikan jabatan yang baik di divisi lain untuk Thomas namun Thomas tak mau mendengarkannya..


"Sudah Thomas hentikan Ayah tak mau mendengar apapun lagi dan Ayah minta kita pergi sekarang dari sini."Om Ibnu pun menarik tangan Thomas namun Thomas menolaknya..


Thomas menatap kearah sang Ayah dengan tatapan yang kurang suka hal itu membuat Alan menjadi emosi karena melihat Thomas begitu kasar kepada laki laki yang sudah mengurusnya dengan sangat baik itu...

__ADS_1


__ADS_2