
Seperti biasa Pagi ini aku melakukan tugas rumah menyapu mengepel dan membersihkan seluruh rumah tanpa bantuan Santi.
kulihat Edo sedang bermain di ruang tamu. kudekati Edo dan dan ikut bermain.
"bikin anak sendiri biar bisa main sama anak jangan main sama anak orang" Santi berteriak dari arah dapur. Sakit sekali rasanya hati ini mendengar ucapan santi, bukan tidak mau memiliki anak tetapi memang Tuhan belum memberikan seorang anak dalam pernikahan kami.
Santi pun menggendong Edo dan masuk ke dalam kamar.
Hari ini aku putuskan keluar rumah ingin merefreshing pikiranku, aku berjalan-jalan ke taman di dekat rumah.
Mungkin karena asik menikmati suasana di taman aku jadi lupa waktu ternyata hari sudah menjelang sore. Aku putuskan untuk pulang ke rumah.
Aku sangat terkejut Ternyata mas Firman sudah pulang dari kantor.
__ADS_1
"Assalamualaikum.." tak lupa Aku mengucapkan salam sebelum memasuki rumah. Tanpa menjawab salamku mas Firman langsung membentakku "Dari mana saja kamu seharian ini hah...lihat santi ada di belakang memasak mencuci piring apa saja pekerjaanmu hari ini,keluyuran ke mana kamu?.
"aku cuma jalan di taman depan Mas, tidak kemana-mana aku keasikan melihat anak-anak bermain jadi lupa waktu,Maafkan aku Mas, tapi tadi aku sudah memasak untukmu" jelasku kepada mas Firman
" alah...kamu itu sudah pintar menjawab sekarang ya" jawabnya sambil melototkan matanya.
"Dasar istri tak tahu terima kasih bisanya hanya menghambur-hamburkan uangku menyesal aku menikahimu". aku sangat terkejut mendengar ucapan dari mas Firman. Tak kusangka mas Firman bisa berbicara seperti itu kepadaku.
"Apa maksud ucapanmu Mas, Kenapa kamu seperti ini" aku pun menangis di hadapannya meminta penjelasan darinya." Dulu aku memang mencintaimu tapi ternyata setelah aku menjalani pernikahan ini aku merasa bosan, Apalagi kamu tidak bisa memberikan keturunan kepadaku, jangan-jangan kamu mandul"
Bagai disambar petir di sore hari ucapan mas Firman sangat menyakitkan hatiku.
"Kenapa kamu bisa bicara seperti itu mas umur pernikahan kita baru setengah tahun Mungkin Tuhan belum mengizinkan kita untuk memiliki anak kita harus bersabar menantinya" air mataku tak terbendung lagi aku berlari ke dalam kamar meninggalkan Mas Firman sendirian di ruang tamu.
__ADS_1
Sejak pulang ke rumah aku tidak keluar dari kamar Bahkan aku tidak makan malam bersama mereka hatiku benar-benar hancur mendengar ucapan mas Firman tadi.
mas Firman masuk ke kamar dilihatnya mataku yang bengkak dan memerah
" Sudahlah tak usah bersandiwara tidak usah berpura-pura menangis Aku jijik melihatnya" katanya kepadaku sinis
" aku membalikkan badanku memunggunginya aku menangis dalam diam meratapi nasibku".
Aku tidak bisa tidur memikirkan setiap kata yang diucapkan oleh mas Firman benar-benar menyakitkan sudah hampir tengah malam mata ini enggan terpejam.
suara kokok ayam membangunkanku aku bergegas menunaikan Tugasku salat subuh setelah itu aku ke dapur untuk menyiapkan sarapan menu hari ini nasi goreng dan telur ceplok.
mataku sedikit bengkak mungkin karena menangis semalaman Tapi biarlah derita ini kutanggung sendiri tak ada tempat untuk mencurahkan isi hati tak ada teman yang bisa ku ajak bertukar pikiran.
__ADS_1
satu persatu anggota keluarga ini keluar dari kamar masing-masing mereka keluar untuk makan sarapan pagi ini. setelah selesai menyantap sarapannya tanpa banyak bicara mas Firman pun beranjak dari meja makan dan bersiap-siap pergi ke kantor tanpa menyapaku atau menanyakan perasaanku ini.