Aku Istrimu Bukan Pembantu Mu

Aku Istrimu Bukan Pembantu Mu
tega kamu mas


__ADS_3

ROV BUNGA


Tak pernah ku duga mas firman membentakku tanpa mendengarkan penjelasanku dulu. Sakit hati ya..aku sakit hati. mas firman lebih mempercayai ucapan adiknya ketimbang istrinya sendiri.


Di dalam kamar aku luapkan kekesalanku dengan menangis. Mungkin ini bisa sedikit melegakan perasanku. Aku tak tau apa maksud santi menyudut kan ku seperti itu.


Bahkan sampai sekarang mas firman tak datang ke kamar untuk sekedar meminta maaf padaku.


Mungkin karena kelelahan menangis aku ketiduran. Aku merasakan bahu ku di sentuh tapi lambat laun sentuhan itu menjadi kasar dan menyakitkan.


" santi...santi...bangun dasar kamu ini tukang tidur" mas firman menguncang guncang bahuku. Aku tersentak dan bangun dari tidurku, aku lihat mas firman ada di samping tempat tidur.


" enak banget kamu ini, jadi begini kelakuanmu klo aku tak ada di rumah,kerjanya cuma tidur hah" sambil melotot mas firman membentakku.


"cepat bagun sudah malam,gimana kami mau makan kalo kamu ngak masak" kata nya lagi.


" iy...iya mas sebentar" jawabku sambil mengumpulkan tenaga.


" iya...iya..dasar lelet buruan " bentaknya lagi.


Cepat cepat aku pergi kedapur untuk memasak menu makan malam.

__ADS_1


Hampir dua jam aku berkutat di dapur sendirian bahkan tak ada sedikitpun niatan santi ingin menolongku.


setelah hidangan tersedia di meja makan aku memanggila mas firman


" mas makanannya sudah siap ayo makan malam dulu"


"Kamu masak apa lama banget perutku dari tadi sudah keroncongan tau ngak kamu" aku cuma diam dengan ucapan suami ku.


Dalam hening kami menyantap menu makan malam, hanya suara dentingan sendok yang terdengar.


Satu persatu mereka meninggalkan meja makan cuma ada aku dan santi yang masih menyuapi edo.


" kenapa kamu bicara seperti itu santi, apa salahku sampai kamu menfitnahku di hadapan mas firman kakak kandung mu sendiri" jawabku dengan emosi.


" Karena dari pertama mas firman memperkenalkan mu sebagai calon istri nya,aku memeng tidak suka padamu mbak,kamu itu licik pura pura lugu tapi kenyataannya kamu ular berbisa"


....BRAK...


Tanpa aku sadari tanganku mengebrak meja


" apa maksudmu santi" aku berteriak.

__ADS_1


mungkin suara ku terlalu nyaring sehingga membuat edo terkejut dan menangis.


"Ada apa ini, kenapa edo menangis, suara apa tadi" tanya mas firman yang tau tau ada di ruang makan tanpa aku sadari


"hiks..hiks..hiks...mas lihat kelakuan istrimu karena aku tidak bisa membantunya mencuci piring dia marah padaku,sampai anakku terkejut mendengar teriakan nya hiks...hiks.." santi mulai bersandiwara.


" mas...ak..aku tidak bermaksud begitu, santi bohong mas ak... aku" belum sudah kalimat yang kuucapkan tangan mas firman meelayang ke pipi ku


..PLAK,...


ku usap pipiku yang terasa Panas...ya panas dan nyeri ku rasaka di pipiku, mas firman menamparku tampa mengetahui siapa yang benar dan siapa yang salah.


"Mas,kamu tega memukulku...ap..apa salahku..." sambil menunjuk mukanya


"Cepat selesaikan tugas mu,dan ingat jangan pernah kamu membuat santi menangis,camkan itu" sambil melotot


sebelum selesai kalimatku lagi dan lagi mas firman menyela pembelaanku.


Kulirik santi kulihat dia tersenyum sinis padaku bahkan dodi cuma diam tanpa membelaku ataupun istrinya itu.


Mereka bertiga pergi begitu saja meninggalkanku sendiri. Sambil menangis aku membereskan meja makan dan langsung mencucinya.

__ADS_1


__ADS_2