Aku Istrimu Bukan Pembantu Mu

Aku Istrimu Bukan Pembantu Mu
Menikah dengan mas dodi


__ADS_3

Setelah berpakaian lengkap aku keluar dari kamar mandi ku lihat mas dodi cuma memakai haduk. Aku berjalan ke sofa yang ada di sudut ruangan. Sedangkan mas dodi masuk ke kamar mandi.


Setelah kejadian itu aku lebih banyak menghabiskan waktu didalam kamar. Mas dodi sering menghubungiku lewat telepon atau pun pesan singkat. Sering juga mas dodi mengajakku keluar tapi aku menolaknya aku masih takut kejadian itu terulang kembali ada rasa trauma di diriku ini.


Pagi ini aku engan beranjak dari pembaringan badanku terasa lemas dan kepala ku sedikit pusing. Kudengar mas firman memanggilku.


"Santi....dek....sini sebentar udah siang kok belum bangun,ada yang mau mas omongin" seru mas firman dari luar.


Aku beranjak menemui nya di ruang tamu.


"Ada apa sih mas, santi masih malas bangun nih" rengekku


"iss...kamu ini udah gadis masih aja kesiangan emang kamu ngak kuliah"


sambil memakai sepatu mas Firman bertanya.


"ngak mas siang nanti baru ada jadwal" jawabku


"duduk gih mas mau ngomong sama kamu"


" ngomong apa mas"

__ADS_1


" tapi mas lihat kamu sedikit pucat dek, kamu sakit" mas firman bertanya.


"ngak mas cuma sedikit pusing,mangkanya buruan mau ngomong apa" padahal kepala ku memang pusing sekali sepertinya aku sakit.


mas firman mendesah" jadi gini rencananya bulan depan mas sama bunga akan melangsungkan pernikahan,mas sudah melamarnya semalam dan dia setuju,mas harap kamu bisa akrab sama bunga,sebentar lagi dia akan menjadi kakak iparmu" panjang lebar mas firman menjelaskan.


Aku terkejut seperti da batu besar yang menghantam kepalaku, aku tak bisa berfikir kenapa mbak santi yang di pilih mas firman apa tidak ada wanita lain,apa sebenarnya yang di lihat mas firman didiri mbak santi,kenapa...kenapa...semua pertanyaan satu persatu ada di pikiranku pandanganku berkunang kunang,tak jelas mas firman bicara apa aku tak bisa mendengarnya lama lama gelap...


" dek....dek...santi...kamu kenapa"


samar samar ku dengar suara mas firman mrmanggilku.


Entah berapa lama aku tak sadarkan diri,ku buka mata kulihat aku di ruangan serba putih,sayup sayup ku dengar mas firman berbicara dengan seseorang.


Mas firman mendekat dan kulihat wanita itu juga datang aku memalingkan muka ku.


"Santi kau sudah sadar" tanya mas firman.


" San bilang sama mas siapa yang sudah melakukan ini kepadamu" aku mengerutkan dahiku mencerna pertanyaan mas firman apa maksudnya..


"Santi kamu dengar kan pertanyaan mas, siapa yang sudah menghamili mu, JAWAB......" mas firman membentakku.

__ADS_1


"hamil,maksud mas aku hamil" aku malah kembali melempar pertanyaan kepada mas firman.


" iya kamu hamil,siapa orang yang sudah menghimilimu hah" bentak nya.


"Sudah mas kita bisa tanya santi pelan pelan kamu harus sabar" bujuk mbak bunga kepada mas firman.


" Diam kamu mbak aku ngak butuh dibela,kamu ngak perlu sok perhatian padaku" sinisku


"Santi jaga ucapanmu,suka ngak suka bunga akan menjadi istri mas,dan kamu cepat hubungi orang yang sudah menghamilimu, kita harus menyelesaikan semua kekacauan ini, malu santi...malu...mau di tarok mana muka mas kalau orang orang tau adek yang selalu mas banggakan jadi seperti ini hamil di luar nikah" mas firman mengusap wajahnya prustasi.


Aku hanya adiam mendengar omelannya tak terasa air mataku jatuh ke pipi aku menangis hiks...hiks...hiks..


aku bodoh aku sudah menghancurkan kepercayaan mas firman.


Kemarin mas firman bertemu dengan mas dodi dan ternyata benar madodi tidak melepaskan tanggung jawabnya dia bersedia menikahi ku dalam waktu dekat.


Hari ini seminggu setelah kedatangan mas dodi aku bersiap untuk melangsungkan pernikahanku. Ku lihat mbak bunga juga hadir.


Mas dodi beserta seluruh keluarganya pun hadir.


Setelah mas dodi membacakan ikrar ijab kabul dan para saksi menyatakan

__ADS_1


"SAHHHH..."


Aku mencium punggung tangan mas dodi. Sekarang aku sudah sah menjadi istrinya. Senyum bahagia serta haru menjadi satu di kala aku sungkeman dengan mas firman. semua wejangan nya ku dengarkan dengan seksama aku senang mas firman masih sayang padaku walaupun apa yang terjadi ini semua adalahan kesalahanku. Tapi entah kenapa aku masih tak bisa menerima kalau bulan depan mas firman dan mbak bunga akan menikah.


__ADS_2