Aku Istrimu Bukan Pembantu Mu

Aku Istrimu Bukan Pembantu Mu
adek suamiku datang


__ADS_3

Pagi ini aku dah di bikin emosi dengan kelakuan mas firman. Belum sempat aku menanyakan kepergiannya yang tidak pulang semalam, dia dah keburu pergi bekerja tanpa menyentuh sarapannya.


" mas kamu ngak sarapan dulu"


" aku dah terlambat bunga,nanti aku sarapan di kantor"


" kamu semalam kemana,tidur di mana?" tanyaku lagi.


tanpa menjelaskan apa apa mas firman langsung pergi begitu saja.


ya sudah lah nanti aku tanyakan lagi klo dia dah pulang ke rumah.


Malam harinya di saat tengah menyantap makan malam aku bertanya lagi.


" mas kamu semalam sebenarnya dari mana sih,kok sampai ngak pulang"

__ADS_1


sambil kulirik mas firman.


"aku ketiduran di rumah teman" jawabnya.


"teman yang mana,siapa?" tanyaku lagi.


"ngapain kamu nanya nanya gitu,aku ngak ngapa ngapain kok,udah ku bilang aku ketiduran,"jawabnya sambil menyudahi makan malamnya.


Aku berusaha untuk percaya walaupun hati ini sepertinya ragu.


ponsel mas firman berbunyi ku liat sekilas ada nama santi disana. Buru buru mas firman menjauh dan mengangkat pangilan itu. Ku lihat dari jauh saat mas firman berbicara seperti ada sesuatu yag serius.


Santi adalah adik dari suamiku dia memiliki seorang anak laki laki bernama edo. Suaminya bekerja sebagai satpam bank.


selesai menerima telpon mas firman menghampiriku.

__ADS_1


"santi dan suami berserta anaknya mau tinggal disini sementara" kata mas firman.


"emang kenapa mereka mau tinggal disini bukannya mereka memiliki rumah" tanya ku


"suaminya dodi terjerat hutang ke renternir dan terpaksa menjual rumah untuk menutupi hutangnya" jawab mas firman.


aku berfikir sejenak dan mengangukkan kepala tanda setuju. Dipikiranku hanyalah rasa kemanusian mungkin dengan membantu mereka bisa mengurangi beban mereka.


keesokan harinya mereka bertiga datang kerumah kebetulan hari minggu, rencana jalan jalan tidak terlaksana karena mas firman menolak. Rasa kesal timbul dihati ini tapi mau apalagi aku tak pernah membantah ucapan suamiku. Sebelum mereka bertiga datang aku sudah menyiapkan menu makan siang,jadi klo mereka datang bisa langsung makan. Tepat jam satu siang mereka bertiga datang dengan taksi online. Aku dan mas firman menyambut mereka dengan senang hati. Ku ambil edo dari tangan santi dan mengendongnya.


Sejujurnya aku iri kepada santi karena sampai sekarang aku belum di kasih keturunan. Padahal jarak pernikahan kami tidak jauh berbeda tapi karena santi hamil sebelum menikah jadi dia sudah memiliki momongan sebelum genap setahun pernikahan mereka.


ku ciumi pipi gembul si edo dan dia ketawa cekikikan karena kegelian. setelah berbincang bincang cukup lama aku mempersilahkan mereka untuk makan dahulu baru setelah itu beristirahat di kamar tamu.


Di meja makan aku mempertanyakan perihal rumah mereka. Dan ternyata dodi terpaksa menjual rumah untuk melunasi hutang hutangnya. Entah untuk apa dodi berhutang sebanyak itu aku tidak mau terlalu ikut campur urusan mereka. Malam hari dodi dan mas firman ku lihat masih di ruang tamu sepertinya ada yang mereka diskusikan. Jiwa kepo ku ini langsung datang begitu saja he..he..he.. dan langsung menguping pembicaraan mereka. Ternyata mereka membicarakan tentang proyek yang sedang di kelola mas firman. Aku kira mereka membahas apa dasar otakku ini selalu berfikiran negatif takutnya mas firman mau di ajak dodi untuk yag engak engak he..he..he..ku putuskan untuk kembali kekamar dan bermimpi indah.

__ADS_1


__ADS_2