Aku Istrimu Bukan Pembantu Mu

Aku Istrimu Bukan Pembantu Mu
kejamnya suamiku


__ADS_3

sudah satu minggu ini aku dan mas Firman tidak saling sapa. walaupun seperti itu Aku tetap menyayanginya sebagai istri yang baik memasaknya makanan yang enak membereskan rumah walaupun kadang aku sangat kesal dengan Santi.


Entah kenapa mas Firman pulang cepat hari ini tanpa basa-basi dia langsung berkata "Nanti malam aku ada tamu siapkan makanan yang enak jangan bikin malu"perintahnya


"Baik Mas akan aku kerjakan Kalau boleh tahu siapa tamunya? Apakah aku mengenalnya?" tanyaku


"Ngak usah banyak tanya kerjakan saja apa yang Aku perintahkan" sahutnya sambil berlalu.


malam pun tiba kulihat mas Firman berada di ruang tamu bersama Dodi dan Santi juga Edo. Mungkinkah mereka juga tahu kalau mas Firman akan kedatangan tamu. Entahlah aku tak peduli Yang jelas semua pekerjaan sudah aku kerjakan Aku harap mas Firman tidak kecewa dan bisa memaafkanku dan kami bisa seperti dulu lagi.


menjelang makan malam ada mobil parkir di depan rumah, mungkin itu yang ditunggu-tunggu oleh mas Firman.


" Ayo masuk aku sudah menunggu kalian lama lama sekali kalian" sambut mas Firman sambil memeluk keduanya.

__ADS_1


" biasa jalan ke sini agak sedikit macet tadi". jawab nya


mas Firman memperkenalkan tamunya kepada Dodi dan Santi nama mereka Boy dan Erika. mas Firman tidak memperkenalkan mereka kepadaku aku aku cuma menguping dari balik pintu ruang makan. setelah sedikit berbasa-basi mas Firman langsung beranjak ke belakang menemuiku


" apa sudah siap semuanya Kami mau makan malam"


"Iya Mas sudah ini sudah siap di meja makan semua" jawabku singkat. lalu mas Firman mempersilahkan para tamunya itu untuk ke ruang makan Dan mereka pun duduk di kursi masing-masing. kamu wanita itu menatapku dengan


"Siapa dia Mas".


" Oh.. dia Itu pembantu di sini namanya Bunga Ayo kita nikmati makanan ini" Timpal mas Firman


Aku terkejut dengan perkataan mas Firman jadi aku dijadikan pembantu di rumah ini. aku pun langsung masuk ke dalam kamar tanpa menghiraukan Mereka lagi. aku menangis sejati jadinya di dalam kamar aku tak tahu harus apa lagi Aku sudah tidak tahan lagi. Hampir jam 09.00 malam kudengar suara mobil keluar rumah mungkin Boy dan Erika sudah pulang.

__ADS_1


Mas Firman masuk ke dalam kamar dia menatapku heran " nangis lagi, ngak bosan kamu nangis terus" katanya sinis.


" Mas, apa maksud ucapanmu tadi, kenapa kamu bilang ke teman teman mu kalau aku ini pembantu di rumah ini" tanyaku pada mas firman


"Emang kenapa...ngak terima kamu ku sebut pembantu" jawabnya ketus


"kamu sadar posisimu disini memang sama seperti pembantu,sadar diri kamu aku yang banting tulang mencari uang untuk memenuhi kebutuhan di rumah ini,sedangkan kamu cuma ongkang ongkang kaki doang tanpa menghasilkan uang sepersenpun" lanjut mas firman.


" mas aku ini istrimu bukan pembantumu dan wajar kalau kamu membeti nafkah padaku mas,bukankah diawal pernikahan kita kamu yang memintaku untuk tidak bekerja" sahutku tak mau kalah.


"halah...sudah sudah pusing aku,kalau kamu tidak suka silahkan kamu angkat kaki dari rumah ini" bentaknya


Aku tak percaya mas firman mengusirku aku hanya bisa menangis.

__ADS_1


Semalaman aku memikirkan ucapan suamiku itu kenapa dia setega itu kepadaku istrinya sendiri. Sedih dan sakit rasa hati ku ini.


__ADS_2