
ROV MAS FIRMAN
Selesai makan malam aku keluar menemui teman ku boy. Kami berbincang bincang seputar pekerjaan tak terasa sudah satu jam kami mengobrol.
" Fir,kamu bahagia hidup bersama bunga" tiba tiba boy bertanya seputar rumah tanngaku.
"Ngak juga sih,tapi mau gimana lagi udah terlanjur ku nikahi"jawabku sekenanya.
" Emang kenapa kamu ngak cinta lagi sama bunga, dulu kamu sampe bela belain jalan sama bunga setiap hari minngu,aku pikir kalian bahagia" ujar boy.
" entah lah sejauh ini bunga memang istri yang penurut tak banyak menuntut dariku,tapi sepertinya aku jenuh pulang kerja disambut dengan penampilan bunga yang tak seperti dulu,baju daster muka kucel" desahku mengeluarkan kekecewaanku pada bunga ke boy.
"ya udah ngak usah di pikirin, sekarang kita keluar aja yuk cari hiburan ke klub malam gimana" ujar si boy sambil menarik tanganku.
__ADS_1
Dalam perjalanan aku ingin menghubungi bunga tapi sayang ternyata hp ku mati kehabisan daya. Ah.. sudahlah tak mungkin bunga mencariku juga.
Sesampai di klub malam kami berdua benar benar bersenang senang sampai lupa waktu.
Kami berdua keluar sudah hampir jam dua dini hari,tak mungkin aku pulang kerumah apa lagi si boy sudah mabuk berat. Kuputuskan untuk pulang ke rumah boy saja dan bermalam disana.
Suara kicau burung membangunkanku kulihat matahari telah menampakkan sinar nya,ku lihat waktu menunjukkan jam enam pagi. Setelah bersusah payah membangunkan boy untuk berpamitan,Aku bergegas pulang kerumah.Sepertinya hari ini aku kesiangan masuk kantor. Karena jarak rumah kami berdekatan tak sampai lima belas menit aku sudah sampai di depan rumah. Bergegas aku masuk rumah dan ku lihat bunga sedang menunggu ku, tanpa menyapanya aku langsung pergi ke kamar mandi. Selesai mandi aku buru buru berangkat bekerja. Bunga menanyakan ke beradaanku semalam, karena aku sudah kesiangan aku jawab singkat saja takut bunga curiga.
Sampai di kantor aku bergegas menyelesaikan tugas ku. Waktu makan siang aku pergi ke kantin kantor aku pesan menu yang ku suka. Boy menghampiriku dan duduk di sebelahku . Sepertinya efek minuman semalam sudah hilang.
"kenapa kamu liatin aku seperti itu" tanyanya sambil mengunyah makan siang nya.
" ngak aku kira kamu ngak masuk,secara kamu semalam mabuk berat he..he..he" ucapku.
__ADS_1
"agak pusing sedikit tapi ngak papa sekali sekali"boy menjawab sambil cengar cengir.
"kapan kapan kita kesana lagi gimana,tapi boking tempat biar asik sekaian" timpalnya sambil menggerakkan kedua alisnya.
"maksud kamu apa aku ngak ngerti"aku sedikit berfikir atas perkataan si boy.
"dah nanti aku kasih tau,kita balik kerja dulu" jawabnya sambil beranjak dari tempat duduknya.
Sampai di rungan aku masih saya memikirkan perkataan boy boking tempat untuk apa coba pusing aku di buatnya dasar boy klo ngomong ngak petnah jelas.
Satelah jam kantor aku langsung pulang kerumah. Waktu makan malam pun tiba banyak sekali pertanyaan yang di lontarkan bunga padaku. Tapi itu tak berlangsung lama bunyi hp ku menyudahi pembicaraan kami. Ternyata adik kesayangnku yang menelpon. Santi bercerita tentang ke adan rumah tangganya. Kasian sekali adikku itu rumahnya terjual untuk menutupi hutang hutang suaminya.
Santi dan suaminya memint izin padaku untuk menumpang di rumahku srmentara waktu. Setelah kupikir apa salahnya menampung adik kesayanganku kalo bukan aku yang menolongnya siapa lagi,dia adik kesayanganku,setelah kepergian kedua orang tuaku aku lah tempat nya bersandar.
__ADS_1