
Ku nikmati setiap suap yang ku masukkan di mulutku, tak terasa sepiring nasi dan lauk pauknya telah tandas di dalam perutku,kenyang rasanya perut ini.
Aku masih duduk di meja makan ketika mas firman keluar dari kamar,ku lihat dia menghampiri santi yang berada di ruang tamu. Karena ada sekat antara ruang tamu dan ruang makan jadi aku tak mendengar pembicaraan mereka.
Tak berselang lama mas firman menghampiriku tampa ku duga dia mengebrak meja makan
....Brak....
aku terkejut bukan kepalang di buat nya
" apa apan kamu mas"
"kamu yang apa apaan, udah kayak nyonya aja kamu,kamu suruh santi mengerjakan semua pekerjaan rumah sambil mengendong edo,sedangkan kamu enak enakan makan disini, bgak punya perasaan kamu ya" bentaknya padaku.
"tapi mas ak...." belum sempat aku menjawab mas fitman dah memotong ucapanku.
__ADS_1
" dasar istri ngak tau diri kamu itu,kamu pikir adikku itu pembatumu hah" sekali lagi mas firman membentakku.
Aku tak tau apa yang di katakan santi pada mas firman sampai suamiku marah seperti ini.
Aku beranjak dari tempat duduk ku menemui santi di ruang tamu. Aku agak terkejut melihat santi sambil mengendong edo memegang sapu padhal lantai ini sudah aku sapu dan aku pel tapi kenapa berantakan sekali.
" kamu senang adikku kesusahan seperti itu,dia punya anak kecil, sedangkan kamu belum punya seharusnya kamu yang kerjain" suara mas fitman mengejutkanku ternyata dia sudah di sampingku.
Tak seharusnya mas firman berkata seperti itu aku memang belum memiliki momongan tapi itu tidak menjadikan ku menjadi malas. Sakit rasanya hati ini mendengarnya, ku seka air mata yang hampir menetes agar tak di lihat mas firman.
mungkin santi mendengar ucapanku dia menghampiri kami berdua.
" iya sih mbak wajar,tapi mbak liat sendiri edo tak mau lepas dari ku,bahkan dari pagi aku belum makan,bahkan mas dodi pun bekerja tanpa sarapan" santi bicara dia seolah olah sengaja menyudutkanku di depan mas firman,sungguh aku tak percaya di buatnya.
"apa saja sebenarnya kerjaan mu dirumah ini semenjak santi disini kenapa kamu jadi pemalas" ucap mas
__ADS_1
firman.
"mas kenapa kamu percaya ucapan santi dari pada aku istrimu" jawabku sedikit emosi.
"apa maksudmu mbak apa yang ku katakan benar adanya" protes santi padaku
"aku memang cuma menumpang di rumah ini hiks..hiks..hiks.." sambung santi sambil berlari ke dalam kamar.
"santi.. santi...santi...bukak dek jangan menangis, ayo temani mas makan, kamu belum makan kan" mas firman berusaha membujuk santi yang menangis.
"kamu puas membikin adik kesayanganku menangis hah.." bentak mas firman kepada ku.
"mas aku tau dia adik kesayanganmu tapi tidak seharusnya santi memutar balikkan fakta, aku istrimu mas percayalah padaku aku tidak seperti yang kamu pikirkan" aku berusaha membel diri.
"kamu itu sekarang udah pinter jawab ya, kamu sepertinya sudah berubah bukan seperti bunga yang ku kenal "
__ADS_1
"mas aku mengatakan yang sebenarnya, aku sudah mengerjakan semua pekerjaan rumah ini,sendirian mas tapi kamu tidak percaya padaku" aku berlari kekamar menangis dalam diam hiks...hiks...hiks...