Aku Istrimu Bukan Pembantu Mu

Aku Istrimu Bukan Pembantu Mu
emosi


__ADS_3

Bunyi cicitan burung di pagi hari membangunkan ku, tapi sampai pagi pun tak ku dapati mas firman tidur di sampingku. Aku enggan keluar dari kamar, tanganku sibuk mencari keberadaan mas firman lewat teman sekantornya. Tapi semua teman nya memang tak tau kemana mas firman sepulang bekerja.


Sayup sayup aku mendengar deru mesin mobil masuk pekarangan rumah. Itu suara mobil mas firman cepat cepat aku keluar dari kamar untuk memastikannya. Benar saja mas firman keluar dari dalam mobil dan langsung masuk ke dalam kamar tanpa menyapaku. Kususul mas firman ke dalam kamar.


" mas kamu dari mana kok ngak pulang dari kemarin,ku tanya dodi juga ngak tau padahal pergi bersama, kamu kemana mas semua teman temanmu jug ngak ada yang tau?" aku langsung mencecar mas firman dengan segudang pertanyaan.


"Aku ada urusan diluar kota mendadak,aku lupa kasih tau kamu"jawabnya.


"ya kamu kan bisa nelp aku mas, hp mu juga mati ngak bisa dihubungi, trus kenapa mendadak,ngak bawa baju ganti pula,itu baju siapa yang di pake?" aku terus bertanya.


" kamu bisa diam ngak aku capek" bentak nya.

__ADS_1


Aku hampir tak percaya mas firman membentakku padahal aku cuma bertanya kemana dia semalam sampai tak pulang.


"aku bekerja mencari uang untuk keperluan rumah ini,kamu cuma bisa menuntut ini itu aja,kamu pikir gampang cari uang,kerjamu hanya tidur saja dirumah,udah ngak usah cerewet aku mau tidur capek " mas firman mengusirku.


"aku cuma khawatir sama kamu mas" jawab ku sambil berlalu keluar dari kamar.


Butiran bening hampir jatuh dari mataku sakit rasa hati ini oleh ucapan nya. Aku tak pernah menuntut apa pun dari mas firman selama menikah dengan nya. Bahkan semua gajinya pun tak seluruhnya diserahkan padaku. Uang yang diberikan padaku cuma cukup untuk keperluan sehari hari dan bayar listrik. Bahkan untuk sekedar belanja keperluan pribadiku aku kadang menyisakan dari uang dapur.


santi menatapku dan berkata


" mbak dari tadi santi tungguin kok baru nongol, udah siang ini mbak ngak masak, perut santi dah lapar, mas dodi bahkan bekerja tanpa sarapan lho tadi".

__ADS_1


" emang kamu ngapain aja,semua bahan makanan ada di dalam kulkas,kamu bisa memasaknya kan, kenapa harus mbak yang bikinin sarapan suami kamu"jawabku ketus.


Santi melotot menatapku " ya itu kan tugas mbak masak santi di suruh masak"


Ya Allah beri aku kesabaran memiliki adek ipar seperti ini. sudah di beri tumpangan tapi tak tahu diri.


Hampir satu jam aku berkutat di dapur mempersiapkan makan siang tak bahkan tak sempat lafi sarapan karena waktu menunjukkan pukul sepuluh. Ku lanjutkan mencuci baju seperti kemarin baju santi dan keluarga kecilnya sudah berada di ranjang cucian. Sepertinya sengaja di letakan biar langsung aku cuci. Sedikit aku menghela nafas panjang untuk melepas segala emosi didada.


"sabar...sabar...sabar..." batinku dalam hati.


setelah menjemur semua pakaian aku pun melanjutkan untuk menyapu dan mengepel rumah. Tak lupa halaman depan pun ku sapu bersih. Tak terasa waktu menunjukkan pukul satu siang. Wajar kalau cacing cacing di dalam perutku dah keroncongan minta diisi.

__ADS_1


__ADS_2