Aku Melihat Keberuntungan

Aku Melihat Keberuntungan
Harimau Ompong


__ADS_3

“Sebaiknya anda lihat sendiri apakah saya sudah cukup berkualifikasi atau tidak untuk berdiri di tempat yang sama dengan anda. Mari lakukan taruhan! Siapa diantara kita yang dapat menemukan mineral paling mulia, dia yang menang.”


Semua orang terkejut dengan perkataan Fengyin, kalimat yang ia katakan adalah kalimat gegabah yang biasa digunakan oleh anak muda untuk unjuk diri. Semua orang hanya bisa menggelengkan kepala mereka menyayangkan tindakan anak muda itu.


“Seperti yang diharapkan dari darah yang masih muda, kalian memang selalu mendidih, ucapan kalian meletup-letup dengan keras tanpa tau apa yang benar. Memang anak sapi tidak pernah takut dengan harimau.”


“Tidak kalau harimaunya ompong,” celetup Mayleen, menyindir Mo Chu yang merupakan seorang pria tua.


Urat di kening pria tua itu langsung bereaksi mendengar celetupan Mayleen, Mo Chu menjadi sebal. ‘Bocah ini!!’ dalam hatinya.


“Bagus Tuan Liu! Kau mengatakannya dengan tepat!” seru Bowen dan kawan-kawannya, mereka mengacungkan jempol pada Mayleen.


“Cihh..., Apa anak muda sekarang mendapatkan pendidikan yang benar? Bagaimana mungkin mereka semua tampak tak tahu malu seperti ini?”


Zhao Bowen naik pitam, dia langsung memegang tali pembatas dan hendak melewatinya. “Harimau ompong itu bilang apa barusan?!” serunya. Tapi kedua pengawal Mo Chu kemudian menghadang Zhao Bowen yang tampak kesal itu.


“Anak kecil, apa kau punya masalah?” tatap salah satu pengawal yang memiliki perawakan tinggi besar, dia menyilangkan tangannya untuk memberikan tekanan pada Bowen.


“Tuan Mo..., Saya ingin meminta anda untuk tidak melibatkan teman-teman saya dalam hal ini. Mari bersaing dengan adil antara anda dengan saya di atas panggung ini,” ujar Fengyin.


Mo Chu tertawa terbahak-bahak, menganggap keseriusan Chao Fengyin sebagai sebuah lelucon. Dia masih tidak menempatkan Fengyin sebagai lawan yang pantas di matanya, itulah mengapa Mo Chu meremehkan Fengyin sampai akhir.


“Hanya seorang anak kecil berani bersikap arogan di depan Mo Chu, baiklah..., Sepertinya kau tipe anak muda yang tidak akan berhenti bicara sebelum aku membuktikan perbedaan diantara kita.”


“Mari lakukan taruhannya, apa yang akan kau pertaruhkan jika kau kalah?” tanya Mo Chu.


Fengyin tidak memiliki apapun saat ini untuk dipertaruhkan, tapi melihat pandangan seorang Mo Chu yang selalu merendahkan orang lain, anak muda itu dapat menebak taruhan seperti apa yang akan menarik minatnya.


“Saya Chao Fengyin bersaksi di depan kalian semua, jika saya kalah dalam pertaruhan ini.., saya akan merangkak dan menggonggong seperti anjing mengelilingi seluruh Bazar, saya juga akan bersujud di hadapan Tuan Mo Chu sebanyak sembilan kali dan memanggilnya kakek.”


Bowen dan yang lain langsung bereaksi pada ucapan yang dikatakan oleh Fengyin dengan lantangnya. Mereka menolak dengan tegas pernyataan yang gegabah itu.

__ADS_1


“Sodara Feng! Itu keterlaluan, bagaimana bisa kau merendahkan dirimu untuk merangkak seperti anjing di hadapan semua orang? Orang tua yang congkak itu bahkan tidak pantas untuk kau hormati, tidak perlu bersujud kepadanya.”


“Fengyin..., Apa yang dikatakan Bos Bowen benar, mempertaruhkan kehormatanmu untuk hal ini sangatlah berlebihan,” tambah Xi Qin.


“Pikirkan lagi kawan, bagaimana jika kau gagal memenangkan taruhannya?” tatap Su Mu cemas.


“Bukankah aku tinggal menepati apa yang telah aku katakan?”jawab Fengyin dengan tenangnya.


Sekali lagi Mo Chu menertawakan Chao Fengyin, dia menganggap pemuda itu terlalu angkuh padahal dirinya tidak mengerti apapun. “Baiklah, mari lakukan pertaruhannya, haha!”


“Sebagai ganti persetujuan Tuan Mo, apa yang akan anda pertaruhkan?” tanya Fengyin.


“Preman kecil..., Besar sekali bicaramu. Memangnya aku perlu mempertaruhkan sesuatu saat diriku yakin tidak akan kalah darimu?” jawab Mo Chu arogan.


“Tuan Mo...., Seseorang tidak akan jatuh karena tersandung saat melihat batu besar, malahan..., sebuah kerikil kecil dapat membuat seseorang tergelincir. Jadi jangan terlalu percaya diri,” kata Fengyin.


“Lakukan hal yang sama saat anda kalah nanti, merangkaklah berkeliling Bazar Judi sambil menggonggong seperti anjing. Saya tidak meminta anda bersujud dan memanggil saya kakek. Saya rasa hukuman seperti itu saja sudah cukup untuk menghancurkan kesombongan anda yang setinggi langit,” tambah pemuda itu.


‘Ckk! Bocah gila yang tak tau diri,’ umpat Mo Chu dalam hati.


“Anak muda itu pasti tidak mendapatkan pendidikan yang baik dari orangtuanya.”


“Sudahlah,, lagipula dia akan berakhir dipermalukan malam ini. Setelah kepercayaan dirinya dihancurkan, dia akan mulai mengintropeksi diri.”


“Mari biarkan Tuan Mo Chu mendidiknya, seekor burung kecil perlu mengetahui seberapa tingginya langit itu.”


Su Mu sudah merasakan situasi yang mulai berada di luar kendali, dengan pernyataan gegabah yang diserukan secara gamblang, sudah terlambat untuk menarik kaki. “Bos Bowen..., Ini akan buruk untuk Fengyin.”


“Tidak, lihatlah ke arah mata Sodara Feng. Ingat saat dia memilih angka pada undiannya? Dia juga menunjukkan keyakinan seperti itu. Entah mengapa aku merasa..., Sodara Feng tidak akan kalah malam ini.”


“Sebaliknya..., Harimau ompong itu akan hancur dan berakhir mempermalukan dirinya,” kata Bowen.

__ADS_1


Pertaruhan antara Chao Fengyin dan sang pakar batu mineral Mo Chu pun di mulai. Mereka berdua mulai berkeliling, memilah batu-batu yang dijual oleh Ling Zhi sedang pria itu mengawasi mereka berdua.


Nona Liu tetap berada di belakang Fengyin, dia gemetar dengan cemas.


“Fengyin, aku mengakui pengamatanmu yang amat jeli, kau juga tau banyak hal mengenai benda-benda. Tapi..., Apa itu berlaku pada Batu Mineral? Kuharap kau juga memiliki pengetahuan tentang ini.”


“Nona Liu..., Aku bukan tipe orang yang akan bertaruh pada sesuatu yang tidak bisa aku menangkan,” sahut Fengyin yakin.


“Jadi kau juga punya pengetahuan mengenai batu-batu ini?”


Fengyin menganggukkan kepalanya, dia bahkan bilang kalau dirinya sudah memilih batu mana yang akan dia gunakan untuk bertaruh.


“Mari tunggu Tuan Mo Chu memilih batunya lebih dulu,” kata Fengyin seraya tersenyum.


Mo Chu naik ke sebuah podium dengan membawa batu yang telah ia pilih ditangannya, dia menunjukkan pada semua orang betapa menakjubkannya batu yang ia pilih, berbeda dengan batu-batu yang pelanggan sebelumnya beli, Batu milik Mo Chu memiliki warna dan corak yang berbeda.


“Ling Zhi..., Berapa harga batu ini?” tanya Mo Chu pada sang Penyelenggara.


Ling Zhi segera mendatangi Mo Chu dan menjawab kalau harga batu yang Tuan Mo Chu pilih adalah 300 Yuan berdasarkan ukurannya.


“Kau bisa meminta pembayarannya langsung pada pengawalku.”


“Terimakasih Tuan Mo, anda orang yang sangat pengertian dan murah hati,” puji Ling Zhi terhadap pria tua itu.


“Anu..., Tuan Mo. Maaf..., Mungkin saya kurang sopan, tapi bagaimanapun juga saya penasaran..., Mengapa Tuan Mo begitu yakin memilih batu tersebut? Saya yakin semua penonton yang ada disini juga ingin tau alasannya,” kata Ling Zhi.


Pertanyaan itu membuat sekeliling menjadi riuh, orang-orang menyatakan pendapat yang sama. Mereka ingin tau apa alasan sang ahli memilih batu tersebut, pasti ada penjelasan yang membuat sang ahli yakin bahwa ada mineral langka di dalamnya.


Dan dengan berpatokan pada penjelasan itu..., Orang-orang ingin membeli batu yang serupa.


“Tidak ada yang lebih indah dibandingkan berbagi Ilmu dengan para Juniorku yang ada disini, kalian bisa menjadikan penjelasanku sebagai sebuah pembelajaran.”

__ADS_1


“Kalau begitu..., Dengarkan penjelasan ini baik-baik supaya kalian paham...,”


‘Bukan hanya tentang batu, tapi juga tentang seberapa hebatnya diriku ini,’ tambah Mo Chu dalam hati.


__ADS_2