
Selama ini Fengyin hanya bisa menyaksikan deskripsi suatu benda yang dilihatnya, dia juga bisa melihat keberuntungan dan kesialan melalui warna pada setiap sesuatu, tapi..., Menebak suatu angka yang akan keluar sebagai keberuntungan? Bagaimana matanya mampu melihat hal itu?
“Angka yang akan diundi akan keluar pada papan reklame besar itu, jika kita beruntung menebaknya dengan benar, kita akan menang sangat banyak!” Ge Hong menunjuk Reklame Besar yang berada di samping kios Lotrenya.
Chao Fengyin melihat ke arah lima kotak yang tersedia di permukaan papan reklame, dia tidak bisa melihat tanda apapun, tapi setelah melihatnya agak lama cahaya berwarna kehijauan mulai berkumpul.
Cahaya itu berterbangan bagaikan sekumpulan kunang-kunang, mereka semua berhenti dan membentuk sebuah angka di setiap kotak.
‘Ini..., Apakah ini kemampuan lain dari mataku? Sekarang semuanya terlihat jelas, apa yang aku tebak akan sepenuhnya benar jika mengikuti tanda itu. Luar biasa,’ kata Fengyin dalam benaknya.
“Aku sudah selesai mengisi semuanya!” seru Mayleen.
“Wah, Nona Liu..., Anda sangat cepat, apa anda sudah yakin semua tebakan anda benar?”
“Tidak perlu benar, asalkan angka-angkanya mendekati..., Lotre ini pasti akan aku menangkan,” kata Mayleen dengan pasti.
“Bowen..., Tulis angka-angka ini di kertas. Empat..., Satu..., Tiga..., Sembilan..., Satu,” lirih Fengyin sembari menatap lekat-lekat ke arah papan reklame dimana dia melihat warna hijau membentuk angka disana.
“Sodara Feng..., Sudah ku tulis persis seperti yang sudah kau dekte.”
“Bagus..., Serahkan itu dan mari kita tunggu,” kata Fengyin, ‘Mari saksikan apakah yang aku lihat ini benar-benar jawabannya atau bukan,’ tambahnya dalam hati.
Lapisan kertas yang ada di lembar belakang dikumpulkan pada salah satu staf yang bekerja di Kios Lotre, sedangkan kertas lotre yang asli dipegang oleh masing-masing peserta.
Semua orang menunggu dengan gugup, mereka berkeringat sambil mencengkram kuat-kuat selembar kertas yang mereka genggam. Berharap angka-angka yang mereka coret dengan penuh keyakinan di atas kertas muncul pada papan reklame.
“Kalian semua pasti menunggu-nunggu, kan? Sekaranglah saatnya, angka yang sudah diundi akan muncul di atas papan reklame. Siapakah orang yang beruntung dan berhasil memenangkan uang tunai sebesar 5000 Yuan?!”
Ucapan seorang Host membakar semangat para peserta, mereka berseru bersama-sama seolah sudah tidak sabar lagi menunggu hasilnya diumumkan. Acara yang diikuti oleh lebih dari seribu lima ratus peserta itu mendapatkan sambutan yang meriah.
Pada kesempatan ini, uang mereka yang hanya berjumlah 5 Yuan akan berlipat ganda sebanyak 1000 kali. Tentunya..., Kesempatan itu hanya dimiliki oleh dia yang beruntung.
‘Semoga itu aku, semoga itu aku!!’ dalam benak Mayleen, gadis itu menggenggam kuat lima lembar kertas lotre di tangannya sambil memejamkan mata penuh harap.
Tak sedikit orang yang melakukan hal serupa, tapi tetap saja pemenangnya hanya akan ada satu.
__ADS_1
“Nomor undian yang keluar sebagai pemenangnya adalah.....,”
“Empat! Satu! Tiga! Sembilan! Satu!!!”
Zhao Bowen dan rekan-rekannya tercengang, rasanya jantung mereka terhenti sepersekian detik karena kaget. Seluruh euforia yang tersimpan dalam benak mereka langsung membludak kala itu juga dan mereka pun berseru.
“Yaaaaaaa!!!!! Yaaaaa!!!”
Teriakan ke empat orang itu menyebar ke seluruh penjuru Bazar, mereka mengeluarkan setiap suara yang bisa dikeluarkan oleh urat leher mereka yang menegang. Tentu semua orang melihat ke arah Bowen dan yang lain.
“Nomor kita keluar! Nomor kita benar-benar keluar, Sodara Feng!!!”
Woooooo!!!! Chao Fengyin diangkat setinggi mungkin oleh keempat kawannya sehingga semua orang di dalam Bazar dapat melihat siapa orang yang beruntung menebak angka kartu Lotrenya.
Fengyin tertawa, kebahagiaan menyelimuti dirinya. Bukan karena semata-mata dia menang Lotre, tapi perasaan bahagia yang dia rasakan lebih kepada berkat dari orang-orang yang ikut tertawa bahagia bersamanya.
‘Sendiri memang menyenangkan, tapi..., Tertawa bersama orang-orang yang kita sebut teman juga tidak kalah menyenangkan. Kurasa aku tidak akan melupakan hari ini seumur hidupku. Ku harap mereka juga,’ dalam benak Fengyin penuh harap.
Panitia memanggil Fengyin untuk naik ke panggung, sang panitia meminta kartu lotre yang dipegang oleh pemuda itu dan mencocokkannya dengan lembar yang telah dikumpulkan.
Host dari acara Lotre malam itu pun segera mengumumkan Fengyin sebagai peserta beruntung yang mendapatkan uang tunai 5000 Yuan.
“Tidak hanya mengira angka yang mendekati saja, tapi anak ini berhasil menebak semua angkanya dengan benar. Malam ini akan dinyatakan sebagai malam keberuntungannya!!”
“Selamat Nak! Kau bisa mengambil uangnya segera.”
‘Li-lima ribu Yuan? Berapa hamburger yang bisa aku beli dengan uang sebanyak itu?’ pikir Fengyin, pemuda itu menelan ludahnya.
***
Fengyin dan yang lain pergi menepi dari keramaian setelah berhasil mendapatkan uang undiannya, jumlahnya benar-benar 5000 yuan, dan semua uang itu dimasukkan ke dalam tas oleh si Penyelenggara.
Mayleen menangis karena dia tidak dapat memenangkan Lotrenya.
Xi Qin berbisik pada Su Mu, “Bro, jika seorang pria mampu menenangkan seorang gadis yang menangis, maka sudah pasti pria itu adalah orang yang paling berpeluang menaklukkan hatinya.”
__ADS_1
“Artinya?” sahut Su Mu dengan lirih.
“Ini waktunya untukmu beraksi, dasar konyol.”
Su Mu segera membetulkan rambut dan merapikan pakaiannya, dia bahkan menghembuskan nafas mulutnya pada tangan untuk mengecek apakah ada bau tidak sedap yang mungkin mengganggu.
“Ehm!” Su Mu mendeham, dia tidak menyembunyikan senyum ramahnya sedikitpun. Tapi, “Ku bunuh kau jika mencoba untuk merayuku,” kata Mayleen sambil menyodorkan kepalan tangannya.
Ge Hong, Xi Qin dan Bowen membuang muka mereka sambil tertawa.
‘Ini uang yang sangat banyak, aku tidak pernah memimpikan memegang uang sebanyak ini sebelumnya, tapi lihat yang terjadi sekarang. Semua berada tepat di depan mataku,’ dalam hati Fengyin berkata sambil melihat ke dalam tas.
“Kawan-kawan..., Ini uang yang sangat banyak, mari kita bagi rata,” kata Fengyin setelahnya.
“Bagi rata apanya? Sodara Feng.., semua uang itu adalah milikmu,” kata Bowen.
“Bos Bowen benar, kenapa kau ingin membaginya pada kami, Fengyin?” tanggap Xi Qin.
“Yang menebak kan kau,” imbuh Ge Hong.
“Tentu saja uang itu semua jadi milikmu,” Su Mu tidak mau kalah menambahinya.
Bowen dan yang lain tidak enak hati, setelah melihat keadaan Chao Fengyin yang tidak lebih baik dari kebanyakan orang, mereka menjadi sangat bersimpati. Apalagi ketika teman mereka masih berpikir untuk membagi semua uang itu karena kebaikan hatinya, Bowen dan yang lain menjadi semakin tidak tega.
“Nikmati saja kawan, yang kulakukan kan cuma membelikanmu kartu Lotrenya saja.”
“Selamat ya!”
Bowen dan yang lain tersenyum begitu ringan, mereka tidak mengharapkan pembagian apapun, malahan..., Dari cara mereka bersikap, harapan yang lebih dalam adalah Fengyin mau mengambil semua bagiannya.
“Kalau begitu aku ucapkan terimakasih, mari makan malam dengan nikmat saat kita pulang dari Bazar nanti, hehe.”
Kelima pemuda itu saling merangkul dan tertawa bersama-sama, Mayleen yang tadinya sempat menangis pun menyeka air matanya dan memutuskan untuk mulai tersenyum kembali.
‘Sudah kuduga para lelaki itu konyol. Tapi..., Persahabatan diantara mereka benar-benar indah.’
__ADS_1
“Berikutnya adalah acara utamanya. Perjudian Batu!”