Aku Melihat Keberuntungan

Aku Melihat Keberuntungan
Orang dengan Sejuta Informasi


__ADS_3

“Tidak cukup kompeten kau bilang? Lucu sekali, terakhir kali aku menemukan Giok Biru Es dan berhasil menjualnya 100.000 Yuan. Betapa sombongnya dirimu menganggap seorang Mo Chu ini tidak kompeten,” Mo Chu mengatakannya dengan nada congkak, pria tua itu bahkan menyilangkan tangannya.


“Giok Biru Es? Apakah anda menemukan batu itu dengan cara yang sama seperti cara yang anda gunakan untuk mencari batu malam ini?” tanya Fengyin.


“Anda pasti sempat heran mengapa cara itu tidak berhasil sekarang, kan? Mencari Batu berdasarkan warnanya yang tidak terlalu gelap dan melihat corak yang mudah terbentuk. Batu semacam itu..., Hanya Batu yang mengandung mineral dengan tingkat kepadatan yang rendah.”


“Jika warna sebiru es yang anda temukan, kemungkinan itu adalah Giok Nefrit.”


“Giok Nefrit?” Mo Chu tersentak bingung.


Melihat reaksinya, Fengyin bisa menebak kalau pria tua itu sebenarnya tidak mengerti apapun. ‘Pada akhirnya orang ini tidak mengerti, dia bukanlah seorang ahli batu..., Melainkan seorang pria tua yang cukup beruntung dapat menemukan harta Karun melalui intuisinya.’


“Giok terbagi menjadi dua jenis, pertama adalah Jadeit yang memiliki kepadatan tingkat tinggi, tentunya harga giok ini sangat mahal. Kemudian Nefrit, dengan kepadatan yang lebih rendah dan persentase ditemukan lebih sering.”


“Kepadatan yang rendah dan persentase ditemukannya membuat Nefrit lebih murah, rasanya tidak masuk akal giok tersebut dijual dengan harga 100.000 Yuan. Itu kan bukan Jadeit,” jelas Fengyin.


Mendengar penjelasan itu pun Mo Chu kembali tersentak, semua orang yang mendengarkan juga cukup terkejut.


“Kalau benar giok yang dijual oleh Tuan Mo adalah Nefrit, bukankah pembeli yang sudah memiliki batunya itu tertipu?”


“Seberapa besar dia tertipu?”


“Anak muda! Bisakah kau menjelaskan berapa harga yang diperlukan untuk mendapatkan giok Nefrit?”


Fengyin langsung menanggapi pertanyaan dari seorang penonton.


“Harga Nefrit termahal hanya bisa dihargai sebanyak 5000 Yuan, itu karena tingkat kepadatan dan kelangkaan dari jenis batu tersebut.”


Dengan jawaban sejelas itu semua orang pun serempak memandang ke arah Mo Chu, seolah mereka meminta pertanggungjawabannya yang telah menjual Batu Giok Nefrit dengan harga selangit.


“Dia mendapatkan seratus ribu Yuan untuk batu yang dihargai sebanyak lima ribu. Ya ampun..., Bukankah Tuan Mo mendapatkan keuntungan dua puluh kali dari hasil penjualannya.”


“Sudah jelas ini penipuan.”


“Orang yang sudah membeli Giok Biru Es pasti akan tersenyum kecut jika mengetahui apa yang dibelinya.”

__ADS_1


Seperti menolak orang-orang disana yang mulai berspekulasi, Mo Chu menentang penjelasan Fengyin dengan tegas.


“Lancang!!”


“Kau memberi penjelasan palsu untuk mempengaruhi pemikiran orang-orang mengenai batuku. Jangan hanya karena kau berhasil menemukan harta malam ini kau merasa menjadi ahli dan berkomentar mengenai apa yang telah kutemukan sebelumnya.”


“Maaf saja Tuan Mo..., Meskipun saya bukan ahli, pada kenyataannya saya lebih tau dibandingkan anda,” pungkas Fengyin.


Mata yang tidak bergeming saat mengatakannya menunjukkan betapa dirinya percaya diri dengan ucapannya.


Mo Chu tersentak, mengernyitkan dahinya dengan kesal. Bukan hanya kerena Fengyin yang terlalu percaya diri, melainkan semua orang yang sama sekali tidak menyangkalnya.


“Aku percaya pada anak itu, sebelumnya aku sempat meragukannya. Tapi pada akhirnya dia membuktikan perkataannya kan?”


“Ya, itu benar. Kesampingkan usianya yang masih muda. Sekali sudah tau maka artinya tau, bukankah begitu?”


Mendengar kalimat orang-orang yang menganggukkan kepalanya memihak Chao Fengyin membuat Mo Chu semakin geram.


“Jika kau menyatakan diri lebih tau hanya karena kebiasaanku memilih batu, bisakah kau jelaskan mengapa cara yang selalu berhasil aku gunakan sekarang malah gagal?”


"Anda tidak tau tanah tempat batu-batu ini dikumpulkan, sebelumnya saya bilang..., Batu giok Nefrit biasanya muncul pada Batu yang memiliki ciri seperti apa yang pernah anda sebutkan.”


“Tapi. Cara itu tidak akan berhasil pada beberapa wilayah bebatuan ini, karena merupakan tanah bebatuan kapur. Seperti yang anda alami, berpatokan pada cara anda memilih batu..., Hanya kapur yang bisa anda peroleh.”


“Dan daerah yang sedang saya bicarakan adalah Guangzhou.”


Mo Chu menganggap Fengyin mengarang penjelasan tersebut, dia tidak pernah melihat anak muda itu menanyakan apapun tentang tempat dimana batu-batu tersebut diambil. Ling Zhi selaku penyelenggara juga tidak pernah menyinggung hal itu.


Tapi..., Fengyin memiliki mata yang mampu menjelaskan segalanya. Apa yang dia baca melalui penjelasan yang ditunjukkan mata ajaibnya adalah pengetahuan mutlak yang seratus persen kebenarannya.


“Haha! Bagaimana bisa kau tau batu-batu ini diambil dari Guangzhou?! Penyelenggara tempat ini tidak mengatakan apapun soal itu, bisa saja kau salah dan hanya sok tau!” sergah Mo Chu.


“Haa..., Tuan Mo, sepertinya anda memang kurang fokus,” ucap Fengyin sembari menghela nafasnya.


“Saat anda berkeliling memilih batu, apakah anda tidak memperhatikan beberapa karung yang berserakan di bawah meja? Tidakkah anda membaca tulisannya?”

__ADS_1


“Apa? Karung?” kernyit Mo Chu kebingungan.


“Le Man, bawakan karung yang dibicarakan oleh Anak Muda ini,” tutur Nalan Zhongde yang tampak penasaran dengan penjelasan Fengyin.


Le Man yang merupakan pengawal pribadi Nalan Zhongde langsung bergerak menyanggupi perintah Tuannya tersebut.


Le Man kembali membawa karung yang dibicarakan Fengyin, karung berwarna putih polos itu hanya memiliki satu tulisan saja, tidak ada logo ataupun cap yang dapat menjelaskan dari pabrik mana benda itu dibuat.


“Apa karung itu dari Guangzhou? Bagaimana anak muda itu tau? Biasanya kan ada tulisan PT. Tempat karung itu dibuat, tapi hanya ada satu tulisan disana.”


“KalFor! Itu yang tertulis pada karungnya,” kata Fengyin.


“Nama itu sebenarnya singkatan dari Kalsium dan juga Fosfor yang merupakan salah satu unsur hara, unsur tersebut digunakan untuk meningkatkan pH tanah. Dan unsur yang saya bicarakan terkandung pada batuan kapur yang diambil dari Guangzhou.”


“Yang Bufan, selaku pemilik tempat disediakannya bahan pengapuran merupakan orang yang cukup unik, dia bukan orang yang memikirkan hal-hal merepotkan seperti mencantumkan banyak tulisan pada karung miliknya.”


“Dia bahkan tidak berpikir panjang saat memilih nama produk yang akan digunakannya, KalFor.”


“Tuan Mo..., Anda bisa menghubungi Yang Bufan kalau penjelasan saya kurang meyakinkan.”


Bowen langsung merangkul Fengyin dengan gembira.


“Sodara Feng..., Kau bahkan tau informasi seperti itu, haa? Apasih yang tidak kau tau? Sebelumnya kau menjelaskan Arloji palsu yang sudah kubeli dengan tepat, pengetahuanmu tentang benda-benda itu lebih baik dibandingkan siapapun.”


Liu Mayleen juga bisa merasakan apa yang dipikirkan oleh Bowen mengenai Fengyin, pemuda itu bahkan pernah mengidentifikasi seragam yang Liu Mayleen gunakan, dia mengetahui informasi mengenai kain dan tempat dimana bahan itu diimpor.


“Fengyin..., Orang-orang biasanya tidak memiliki waktu untuk memperhatikan detail informasi semacam itu, hal itu kan bukan pengetahuan umum..., Bagaimana kau bisa mengingatnya?” Liu Mayleen menghela nafas sekaligus takjub.


Fengyin hanya bisa terkekeh sambil berkata.


“Aku hanya memiliki waktu yang lebih banyak dibandingkan dengan orang lain untuk memperhatikan hal-hal semacam itu, haha.”


Padahal dalam hati...,


‘Aku hanya cukup membacakan penjelasan yang ditunjukkan oleh mataku.’

__ADS_1


__ADS_2