
“Hancur! Hancur semuanya hahaha!!” tawa Mo Chu, wajahnya menunjukkan ekspresi puas.
Liu Mayleen Dan Zhao Bowen tidak bisa menahan kekesalan mereka, keduanya hendak mendekati Mo Chu untuk menyalurkan kekesalan yang mereka rasakan, tapi tangan Fengyin menghadang keduanya.
Chao Fengyin bahkan tersenyum seolah tidak ada masalah dengan itu.
“Sodara Feng..., Kenapa kau menghentikanku?” kata Bowen.
Fengyin menjawabnya langsung dengan tenang, “Tentu saja untuk tidak mencegah masalah.”
“Masalah? Semuanya sudah jadi masalah semenjak orang tua tak tau malu itu membanting batumu!”
Orang-orang yang menonton di balik tali pembatas juga berpikir demikian.
“Tak hanya membully yang lebih muda, Tuan Mo Chu bahkan secara tidak tahu malu menghancurkan benda yang seharusnya jadi milik anak itu.”
“Cih! Aku benar-benar tidak menyangka akan menyaksikan sikap memalukan dari Tuan Mo, benar-benar tidak bisa diduga.”
“Bagaimana cara kita menghormati pria tua itu sebelumnya? Aku merasa ditipu.”
“Fengyin..., Kenapa kau masih bisa tersenyum seperti itu? Pak Tua itu telah membanting batumu, bukankah seharusnya kau marah?” ujar Mayleen.
Fengyin melirik ke arah Mo Chu, dia bisa melihat bagaimana Pak Tua itu menyeringai puas meremehkannya. Tapi lagi-lagi Fengyin sama sekali tidak terpancing pada sikap provokatif Mo Chu, dia membalas seringai itu dengan sebuah senyuman.
“Marah? Tidak, kenapa harus marah? Justru aku merasa terbantu karena Tuan Mo telah membantuku membanting batunya dengan keras.”
“Kalau begini aku tidak perlu mencederai bahuku, kan?” imbuh Fengyin sambil tersenyum sungging.
Melihat Fengyin yang tidak merasa kesal sedikitpun membuat Mo Chu semakin kesal.
‘Bocah sialan itu, apa dia sebegitunya ingin mendapatkan pujian dari orang-orang? Kenapa kau tidak menunjukkan saja sikapmu yang sebenarnya? Sama seperti teman-temanmu..., Kau harusnya juga bocah yang impulsif!’
__ADS_1
Fengyin memungut kembali batunya, anak muda itu bilang..., “Memangnya Jamrud bisa dihancurkan dengan mudah hanya karena seseorang membantingnya?”
“Apa yang hancur hanya batu yang melapisinya saja, Jamrud yang tersimpan di dalamnya baik-baik saja tanpa goresan sedikitpun.”
Fengyin menunjukkan Jamrud hijau yang sangat bersih itu pada semua orang, gilirannya untuk tersenyum remeh pada Mo Chu pun tiba, dan dia tak sedikitpun menahan diri.
“Karena itulah aku harusnya berterimakasih pada Tuan Mo Chu, karena aku tidak perlu membantingnya sendiri, haha.”
Alis Tuan Mo menekuk geram, matanya melotot hingga bagian putihnya dipenuhi urat merah. Melihat bagaimana rahangnya menjadi tegang, Fengyin bisa memperkirakan seberapa kuat pria tua itu mengeratkan giginya.
“Bajingan...,” lirih Mo Chu.
Seorang pria tua lain naik ke atas panggung, dia mengambil langkahnya setelah tertarik oleh kemilau Jamrud di tangan Fengyin.
“Anak muda, apakah orang tua ini bisa melihat Jamrud itu dari dekat?” sela pria tua itu.
Cara berjalannya yang bijak dan berwibawa membuat orang-orang sadar, pria tua yang sedang menghampiri Fengyin saat ini bukanlah sosok orang biasa.
Melihat penampilannya saja Ling Zhi dapat merasakan aura uang dari pria tua itu, pakaian dengan merk tidak biasa yang dikenakan oleh pria tua yang menghampiri Fengyin membuat dugaan Ling Zhi semakin kuat.
Segera Ling Zhi menyela kedatangannya.
“Anak Muda, aku tertarik pada batu itu! Bisakah kau menjualnya padaku?” kata Ling Zhi.
Sang Penyelenggara menoleh ke arah Pria Tua di belakangnya, dia bahkan tersenyum. ‘Anda pikir mau kemana? Yang pertama mengatakan maksudnya dengan jelaslah yang akan dilayani terlebih dulu.’
‘Anda hanya melihat, sedangkan saya dengan tegas ingin membelinya. Batu Jamrud itu akan jadi milikku,’ dalam benak Ling Zhi.
‘Dasar anak muda, haruskah aku memperkenalkan diri? Huft..., Sebenarnya aku tidak ingin membuat keributan, tapi apa boleh buat.’
“Nalan Zhongde, Patriak Keluarga Nalan dari Shinzeng. Apakah orang tua ini kurang sopan karena tiba-tiba masuk dan menyela? Orang tua ini harap setelah memperkenalkan diri kalian para anak muda jadi berkenan.”
__ADS_1
Nalan Zhongde dari Keluarga Nalan di Shinzeng, tidak ada orang yang cukup bodoh untuk mengaku-ngaku sebagai dirinya. Dia dikenal sebagai Patriak Keluarga yang tegas dan juga hebat, era kepemimpinannya di Keluarga Nalan tidak berganti, bahkan setelah pria tua itu menginjak usia 75 tahun saat ini.
Bukan karena dia tidak memiliki penerus, tapi sampai saat ini..., Masih belum ada satupun keturunannya yang mewarisi separuh dari bakat dan kewibawaannya. Tombak Kejayaaan Keluarga Nalan, Nalan Zhongde.
Ling Zhi seketika merasa kecut, baru saja dia membusungkan dadanya dengan angkuh, namun setelah Tuan Nalan memperkenalkan dirinya, penyelenggara judi batu tersebut hanya bisa menekuk wajahnya ke bawah dan bersikap sesopan mungkin.
“Ya ampun..., Siapa yang mengira kita akan bisa melihat Patriak Keluarga Nalan secara langsung? Orang itu kan sangat terkenal. Siapapun yang dekat dengan Tuan Nalan akan mendapatkan perlakuan hormat, bahkan jika orang itu adalah sopirnya.”
“Banyak orang yang berlomba-lomba mendapatkan kesan baik dari Tuan Nalan, bahkan mereka berusaha dekat dengan orang-orangnya.”
“Rasanya ingin mendekati Tuan Nalan, tapi jika kita salah dalam bicara dan bersikap, maka bukan kesan baik yang kita dapatkan melainkan kesan buruk yang dapat membuat kita dalam masalah.”
Melalui pembicaraan orang-orang disana, Fengyin bisa melihat bagaimana satu orang dapat mempengaruhi baik buruknya nasib orang lainnya. Memberikan kesan baik terhadap Tuan Nalan..., Maka kejayaan akan menunggu, sedangkan jika memberikan kesan buruk..., Hanya ada kesengsaraan yang akan menanti.
“Maaf..., Sepertinya suasananya jadi tidak nyaman bukan? Orang tua ini tidak punya pilihan. Sekarang..., Apakah orang tua ini dapat melihat Jamrud yang anak muda ini pegang?”
“Ah!! Tentu, Tuan.”
Fengyin gugup, baru pertama kali ini dia merasakan atmosfer yang begitu berbeda. Berdiri di depan seorang Nalan Zhongde tidak hanya membuat gugup, tapi juga membuat orang lain merasa kerdil.
“Hemmm..., Ini bukan pertama kalinya orang tua ini melihat Jamrud, tapi..., Mengapa orang tua ini merasa Jamrud yang kau miliki berbeda? Bisakah anak muda menjelaskannya?” ucap Nalan Zhongde setelah memicingkan matanya untuk memeriksa Jamrud yang kini berada di tangannya.
“Jamrud?! Maaf Tuan Nalan..., Sepertinya anda salah paham. Anda tidak pernah melihat Jamrud semacam itu karena memang benda yang anda pegang itu bukan Jamrud. Saya sudah beberapa kali menemukan Jamrud, dan Mineral Mulia itu tidak bisa ditemukan dalam batu seperti yang anak itu pungut.”
Mo Chu masih belum menyerah, kalau dirinya dipermalukan sedemikian rupa, setidaknya Fengyin juga harus menanggung malu yang sama.
“Pak Tua itu, tidak cukup mempermalukan dirinya dia masih saja ingin menjelek-jelekkan Sodaraku?!”
“Bowen..., Tetap tenang, biar aku yang menyelesaikan masalah ini,” ucap Fengyin, lagi-lagi dia menahan temannya yang sudah sangat emosi.
‘Sampai akhir Tuan Mo masih menyebalkan, sebenarnya sudah cukup aku menurunkan reputasinya. Tapi siapa sangka pria tua ini masih saja bersikap licik. Haaa...,’ Fengyin menghela nafasnya.
__ADS_1
Anak muda itu berdiri di depan Mo Chu, menatap matanya secara langsung kemudian berkata...,
“Bagi saya anda tidak cukup kompeten untuk menilainya.”