Aku Melihat Keberuntungan

Aku Melihat Keberuntungan
Stalker dan Si Pembuat Onar


__ADS_3

“Bocah Stalker..., Kau harus mempertanggungjawabkan ucapan yang keluar dari mulutmu, kenapa kau bilang arloji yang kupunya ini palsu? Apa kau mengenal apapun tentang Arloji, haa?”


“Kau tau aku siapa, kan? Zhao Bowen akan membuat perhitungan padamu jika kau bicara ngawur,” imbuh Bowen, mengancam.


Semua orang juga mengerutkan dahinya ke arah Fengyin, seolah mereka semua meminta Fengyin untuk menjelaskan tentang apapun yang dia ketahui. Dan..., Semuanya sudah siap untuk mempermalukannya ketika dia bicara dengan ngasal.


“Apa kau membelinya dengan harga 4000 Yuan?” kata Fengyin.


Bowen terkejut mendengar Fengyin mengetahuinya dengan tepat. “Ba-bagaimana kau tau?”


‘Harga pembeliannya tertera dengan sangat gamblang di depan mataku. Jadi..., Penglihatan ajaib ini sebenarnya menampilkan informasi yang valid. Bukankah ini hebat?’ pikir Fengyin.


“Kalau Khresnik yang asli, dengan model keluaran terbaru seperti itu...., Harga termurah yang bisa kau dapatkan adalah 40.000 Yuan.”


Para Siswa takjub mendengar nominal harga yang begitu fantastis.


“Seperti yang ku bilang sebelumnya, setidaknya kita bisa mendapatkan satu motor besar dengan menjual Arloji merk Kreshnik.”


“Arlojinya sungguh semahal itu?! Wahh...., Kalau itu benar-benar asli, Tuan Muda Zhao pasti hoki parah.”


Zhao Bowen menelan ludahnya, dia bisa melihat sorot mata Fengyin yang begitu yakin.


‘Kalau yang dikatakan oleh Bocah Stalker ini benar, apa aku sangat rugi karena sudah membelinya?’


“Kenapa kau berpikir bahwa barang ini palsu? Apa kau tau tempat dimana benda semacam ini dapat dibuat?” tanya Zhao Bowen, kemarahannya terhadap Fengyin mulai memudar karena Fengyin terlihat seperti orang yang dapat dipercaya.


“Apa kau tau ada sebuah pabrik stainless steel di daerah Sodong? Mereka membuat beraneka peralatan dengan bahan stainless. Arloji yang kau bawa itu adalah salah satu barang yang diproduksi oleh mereka,” jawab Fengyin.


“Kau yakin ini barang yang diproduksi oleh mereka? Bentuknya terlalu mirip dengan yang asli, aku bahkan memastikannya dengan gambar yang aku dapatkan dari internet.”


“Bahkan tanggal pembuatan beserta merk yang tertera pada arloji ini sama dengan yang asli,” tambah Bowen tetap menyangkal.


Fengyin pun menjelaskan dengan cerita yang lebih pasti.

__ADS_1


“Saat aku mengerjakan sebuah kertas ujian, lalu aku menuliskan namamu di kertas itu dengan meniru tulisan tanganmu. Apa orang lain akan berpikir kalau ujian itu adalah hasil kerja kerasku?”


“Kalau hanya nama mungkin bisa ditiru, tapi hasil pemikiran orang lain adalah hal yang tidak bisa diserupakan.”


Lagipula..., Kenapa kau begitu terkejut mengetahui benda itu diimitasikan dengan sempurna? Bukankah pekerjaan semacam itu memang keahlian orang-orang kita?” tambah Fengyin sembari memberikan tatapan langsung pada Zhao Bowen.


Ucapan Fengyin mulai meyakinkan orang-orang yang berkumpul, kalau ucapannya hanya sebuah karangan belaka, maka Fengyin pasti tidak akan dapat mengatakan sesuatu secara mendetail, tapi kenyataannya pemuda itu mampu melakukannya.


“Kalau Tuan Muda Zhao mendapatkan barang palsu, bukankah artinya dia telah tertipu?”


“Astaga..., Kasihan sekali. Padahal baru saja dia pamer dan menyombongkan dirinya tentang sesuatu yang mampu dia beli, tapi siapa yang akan menduga kalau barang yang di dapatkannya adalah barang KW1.”


“Hahaha..., Turut prihatin deh.”


Kerumunan orang yang beberapa menit lalu bersorak menyerukan kekaguman seketika bergumam menggunakan suara lirih mereka, meskipun Zhao Bowen tidak dapat mendengarnya dengan pasti, tentu saja dia sadar kalau orang-orang itu tengah berbalik mengasihani dan meremehkannya.


Pandangan tidak menyenangkan itu mengarah pada Bowen, entah mengapa Fengyin merasa bersalah.


‘Aku harus memperbaiki ini, meskipun aku memang tidak punya teman satu pun, bukan berarti aku ingin menambah jumlah musuh,’ pikir Fengyin.


“Kalau kau ingin lebih memastikannya, kau bisa ikut aku.”


Fengyin berbalik, dia meminta Zhao Bowen untuk mengikutinya.


Keriuhan para murid memancing murid yang lainnya untuk berkumpul dan melihat apa yang terjadi, karena kejadian itu melibatkan Zhao Bowen yang terkenal sebagai murid nakal maka murid-murid yang tidak tau menganggap kejadian itu sebagai sebuah perkelahian.


Lalu siswa lain yang melihat Chao Fengyin di depan semua kerumunan itu berpikir kalau Fengyin tertangkap basah sedang menguntit seseorang, dan Zhao Bowen yang melihat menindak kejadian itu secara langsung.


“Berita hangat kawan-kawan! Geng Zhao Bowen terlihat bersama siswa sekelas kita!”


“Siswa yang mana?!”


“Si Stalker, Chao Fengyin. Murid pendiam dengan mata panda.”

__ADS_1


“Ya ampun, apa akhirnya dia tertangkap basah sedang menguntit siswi lain? Ahh..., Memalukan, bagaimana bisa ada orang mesum di kelas kita.”


Liu Mayleen yang terjebak rumor tentang Fengyin pun mendengar kabar tersebut karena mereka teman satu kelas. Dia yang juga penasaran tentang Fengyin yang selalu menutup diri tidak punya pilihan lain selain melihat untuk memastikan kebenarannya sendiri.


‘Chao Fengyin..., Jika kau memang orang yang sehina itu..., Ku harap kau mati saja!’ dalam hati Mayleen sembari mengepal tangannya.


Sementara itu di ruang guru.


“Wali kelas Wang? Banyak murid yang berkumpul di depan ruang guru,” ujar salah satu guru dengan cemas.


Wang Fuhai Wali Kelas XII - 3 pun berdiri dari kursinya. “Anak-anak tidak sopan itu! Apa mereka mau berdemo? Sudah gila apa ya?”


“Wali Kelas Wang, anak kelas anda yang paling mencolok juga terlihat di luar sana. Dia yang anda panggil ke ruang guru beberapa waktu lalu.”


“Chao Fengyin?”


‘Ughh..., Apa yang dilakukan oleh anak pendiam itu? Justru karena dia pendiam dan selalu terlihat menutup diri, aku jadi sangat mengkhawatirkan kelakuannya. Ku harap ini bukan hal yang buruk,’ dalam benak Wang Fuhai.


Brakk!!! Wang Fuhai keluar sambil menggebrak pintu, alhasil keriuhan di luar pun menjadi senyap seketika.


“Wali Kelas Wang, kebetulan sekali, saya memang hendak menemui anda,” kata Fengyin.


“Apa yang terjadi? Kenapa kau mau menemuiku ditemani dengan siswa-siswi ini? Kau mau minta aku diturunkan dari jabatanku sebagai wali kelas karena sudah memanggilmu ke ruang guru?” sang Wali Kelas mengira dengan asal.


“Tidak, aku sedang ingin membantu Siswa lain untuk mengkonfirmasi keaslian suatu barang, dia siswa bernama Zhao Bowen,” kata Fengyin dia menunjuk Bowen yang berdiri di sampingnya.


“Mana mungkin aku tidak kenal pada biang keonaran di sekolah ini, Bowen..., Katakan ada apa?” tatap Wang Fuhai sembari menyilangkan tangannya.


“Begini Pak, jadi..., Saya membeli sebuah Arloji. Lalu Murid Chao datang dan tiba-tiba bilang kalau barang yang saya beli dengan harga mahal adalah barang palsu. Dia sudah menjelaskan mengapa barang saya palsu, tapi..., Saya belum cukup yakin dengan apa yang Murid Chao katakan.”


Sambil menjentik-jentikkan jarinya diantara lengan sang Wali Kelas menimang-nimang ucapan Bowen.


“Bowen..., Bisakah bapak melihat barang apa yang Fengyin bilang palsu?”

__ADS_1


__ADS_2