
"kata papa' mama sampai ketakutan sewaktu melihat kondisi tubuhku yang kayak mau kehilanganya nyawa, em... gimana bilangnya ya' eto... kata papa? aku seolah terkena penyakit sesak nafas sementara tapi tiba-tiba berhenti mendadak layaknya gak ada pergerakan lagi dari tubuhku.."
Nenek yanni duduk di kasur ini, dengan telapak tangan kananya yang sibuk mengelus rambutku.
"papa sama mama bolak balik pergi kerumah sakit waktu di kampung tapi nyatanya gak ada perubahan sama sekali dalam diriku, sampai aku di pindahkan kerumah sakit yang agak mewah disana' tapi aku harus di rawat di dalam inkubator untuk beberapa hari... ya taulah bayi prematur, sewaktu dokter disana mengecek kondisiku' katanya..."
"katanya?..."
"penyakit anak ini, ada masalah dalam saraf di bagian otaknya' mungkin seperti penyakit virus sensitif yang akan menyebabkan tekanan otaknya melemah, ya... bisa di bilang otaknya berbeda dari pada umumnya! intinya bisa saja anak ini gak terlalu banyak mengingat"
"ya begitulah katanya. he...he... tapi tak apa kok' kata papa aku udah sembuh walaupun emang kenyataan aku sering pelupa, mungkin ini masih efeknya aja..."
Kulihat dokter itu memberikan kertas padaku, waktu kubaca isi dari tulisan yang ada disini' ternyata penyakitku adalah Meningitis.
"Meningitis adalah penyakit radang pada membran yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuan disebut meningen. Radang ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau juga mikroorganisme lain"
Membran, meningen, mikroorganisme' seriusan nih penyakit kayak gitu ada ya? aku aja kayak gak ngerasa sakit, tapi cuma merasa pelupa aja haha.
__ADS_1
"maksud dari Membran, Meningen, dan ea... Mi... Mikroorganisme tadi apa dok?..."
"Membran adalah selaput, kulit tipis, atau lembaran bahan tipis, yang berfungsi sebagai pemisah selektif... kalau Meningen adalah tiga selaput yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. sedangkan Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme hidup yang berukuran sangat kecil dan hanya bisa diamati dengan bantuan mikroskop. Ada yang bilang penyakit ini susah di obati dan ada juga bisa di obati, em... apakah di rumah sakit sana dulu ada stok obatnya?..."
Apa yang dokter katakan tadi aku cuma melogok aja' ya sebabnya aku gak ngerti apa dari makna penyakitku itu, percuma juga dia menjelaskan panjang lebar.
"mungkin ada kali, aku gak pernah tanya ke papa soal tentang obat itu' jadi aku gak tau..."
Kuberikan kertas ini padanya tapi dia menyuruhku untuk memnyimpanya, tanda bukti bahwa aku mempunyai nama penyakit Meningitis.
"oh ia... saya ingatkan jangan banyak mikir apa lagi pusing ya' oke..."
"yaampun saya lupa kasihtau padamu anna, apakah kamu takut akan sesuatu' kau tau... kenapa kau gak sadarkan diri, mungkin ada penyebab lain' misalnya hal yang gak kamu sukai..."
Gak kusukai, takut, apakah maksudnya sama kayak benci ya.
"em... mungkin saja' neneku di kampung.."
__ADS_1
Semalam aku benar-benar di kelabui akan rasa takut karna mengingat kejadian bertahun-tahun lamanya sewaktu masih menginajak di bangku Sekolah Dasar, yap... untuk pertama kalinya rasa takutku menjadi besar karna nenek novilah yang membuatku menjadi seperti ini' dia mengurungku di kamar mandi.
(***nenek... kumohon buka pintunya)
(tak bisakah kau mengerti, aku gak mood dengan teh buatanmu tadi' mala fisikmu itu lemah' mudah pusinglah, capeklah... ha manja ame ya? kuperingatkan jangan sok cari perhatian kepada orangtuamu' kau mengerti...)
Di dalam kamar mandi ini' sangat dingin dan lembab, auranya gak begitu menyenangkan' kumohon bukain pintunya, aku gak suka dengan prilakunya terhadap menilaiku tadi, papa kumohon pulanglah... nenek novi gak menyayangiku dia selalu menyalahkan masa lalunya, yap dia selalu menyalakan paman roby? seolah paman roby adalah takdir buruk bagi nenek novi! kumohon papa pulanglah, aku gak mengerti' kenapa... kenapa dengan nenek novi, ada apa denganya! sejujurnya ada masalah apa dengan keluargah BRAHMANNA***.
"ANNA... ANNA..."
Aku langsung tersadar waktu namaku di panggil oleh om iran tadi, waktu mataku menghadap kearahnya yang kulihat airmatanya mulai berlinang' tapi langsung di hapusnya secara mendadak seakan dia gak mau paman roby melihatnya.
"ada apa?..."
"tadi badanmu gemeteran karna ketakutan, terus tatapanmu kosong..."
Benarkah itu? yang membuatku bingung nenek yanni mala memeluk tubuhku, sedangkan dokter menatapku tanpa esfresi dan mulutnya mengatakan.
__ADS_1
"Anna... kurasa' kamu mengalami trauma..."