Aku Mencintai Pamanku Sendiri

Aku Mencintai Pamanku Sendiri
Bab 12 (Aku Mau Lebih Tau Lagi).


__ADS_3

Rasa iba, mantan pacarnya kakek, perjodohan, di butakan akan uang, perjanjian, dan bahkan rahasia masalalu belum terungkap' yang benar saja... otaku sekarang di penuhi oleh pemikiran tentang masalah keluargahku sendiri.


Walaupun papa cuma menuruti kemauanya kakek, tapi tetap saja aku merasa agak kecewa pada keluargahku sendiri' karna mereka menutup mulut.


"dah... om mau merokok dulu ya, kelantai bawah..."


"ea... masa ceritanya dikit amet, aku mau lebih om..."


Dia mala mengelus kepalaku saja.


"kalau perjanjian tetap perjanjian loh, tadikan om bilang sedikit aja' dah..."


Kuperlihatkan tanda esfresi merajuku padanya' tapi dia hanya mencubit hidungku dan pergi keluar dari ruangan vip ini, jujur... aku mau tau lebih lagi' lebih sangat... sangat malah?.


Aku tau, kalau aku sekarang cuma mendapatkan informasi sedikit tentang masalalu kakeku' tapi tak apa... mungkin aku akan membujuk kakek vian untuk mengakui semuanya nanti.


Suara getaran di atas meja membangunkanku dari lamunan tadi, oh... ternyata hpku toh yang berbunyi' waktu kulihat layar hpku? ternyata yang menelpon adalah papa, senyumanku mendadak muncul terukir di kedua ujung bibirku sekarang' siapa juga yang gak senang kalau orangtuaku menelpon.


anna' sayang... kau gak apa-apakan.


Baru aja ngangkat telpon, udah gaduh bener suara mereka berdua.


"gak apa-apa kok ma..."


apa mama sama papa perlu kesana, biar ada orang ngejagamu nak...


"gak perlu ma, anna cuma demam kok' gak parah, besok juga anak balik kerumah paman roby..."

__ADS_1


Kudengar ada suara orang ketawa dari sebrang sana, kuyakin itu suaranya nenek? Dasar s*n*i*g.


"papa dimana..."


ada, ini lagi mondar-mandir gelisah kayak orang g*l* hehe...


"haha..."


Dikarnakan hpku tadi disebelah telinga, jadi kujauhkan untuk sesaat.


"pa... mama bilang' papa g*l*, hehe..."


Kudekatkan lagi hpku kearahku' mala telpon disana beralih ketanganya papa, bukanya ketawa tapi malahan suaranya terdengar seperti orang yang sangat cemas.


sayang, pulang aja ya' papa takut kau kenapa-napa lagi, kata om ir- ea... sebentar.


papa udah di kamar, nenek pasti gak akan dengar' lagian mama tadi ngurusin nenek kok.


"ta... tapi, mama gak kenapa-napakan' nenek novi gak ngebentak mamakan..."


enggak sayang' nenek hari ini gak ngebentak mama kok, jadi tenang aja oke.


Kok aku merasa agak keberatan ya datang kemari, seakan-akan gak tegah ninggalin papa sama mama' kuharap mama gak banyak ngelamun.


papa kirim uang transfernya ya' untuk beli tiket, kumohon sayang pulang saja ya, fisikmu lemah nak' papa takut kau kenapa-napa lagi disana.


"papa, jika aku pulang kesana' misi kita gagal loh, apa papa gak sayang sama paman roby..."

__ADS_1


YA SAYANGLAH' masa gak sayang sama adek sendiri, ea... ta... tapi papa takut kau kenapa-napa nak...


"pa... dengarin anna, papa cukup berdoa aja semoga anna gak kenapa-napa lagi, anna disini bedoa juga loh untuk keluargah disana, jadi kupinta sama papa jangan ngomongin soal kondisi anna meluluh' sekarang kita dalam misi, ingat MISI..."


Kudengar papa cuma menghela nafas pasrah saja, hehe... akhirnya nurut juga.


kata om iran, intan bertingkah kasar padamu ya.


Dasar om iran, masalah kayak gitu aja udah cepet amet dia ngadunya kepapa' mulutnya gak bisa di tutup.


"itu hal kecil kok pa, papa jangan khawatir sama anna' jika emang dia menyerang anna, toh tinggal ngadu ke nenek yanni ajakan hehe..."


ta... tapi' nenek yannikan gak akan terus bisa memantaumu dari rumah sana, kemungkinan dia akan pulang kerumah lamanya...


"papa terlalu khawatir, nenek yanni udah membagi nomor hpnya padaku' jadi kumohon papa gak usah berpikiran macem-macem lagi ya..."


Apa aku tanya aja ya kepada papa' soal tentang masalah ibunya paman roby.


"pa..."


em?...


"boleh nanya sedikit gak, tapi papa mesti jawab jujur ya..."


o... oke.


Kutarik nafas panjang dan menghembuskanya secara berlahan, tenang anna!!' kuharap hati dan pikiranku bisa menahan emosi nantinya.

__ADS_1


"apa papa mengenal ibunya paman roby, waktu dulu..."


__ADS_2