
Aku tak begitu ingat kejadian waktu di dalam mobil' mungkin saja kurasa aku sudah gak sadarkan diri lagi, sewaktu aku membukakan mataku berlahan' ternyata sudah ada empat orang yang berdiri di hadapanku... dengan wajah mereka yang penuh akan nampak rasa khawatir sewaktu menatapku tadi? sedangkan aku mala kebingungan dengan keadaan tubuhku yang tiba-tiba agak lemes karna kecapean, apakah aku ada di dalam ruangan vip, bukankah ini di rumah sakit.
"anna' sayang kau gak apa-apakan, apakah kepalamu sakit..."
"sedikit..."
Kudengar kakek vian mala berteriak memanggil dokter waktu dia udah pergi keluar tadi, nenek yanni menyuruhku untuk mengangkat dan memudurkan tubuhku jadinya punggung belakangku menyandar di bantal' dia memberikan obat dan segelas air padaku tapi mala tubuhku hanya diam gak merespon.
"kenapa di lihatin aja obatnya, cepat di minum..."
Dia nih peka gak sih kalau aku gak suka bau obat' mau aku ngemegang ataukah ngeliat obat aja udah mual' apa lagi menelanya, pasti udah muntah nantinya.
"anna..."
Mataku beralih melihat kearah paman roby, dia duduk di pinggir kasur bed patient ini dan tanganya beralih mengambil alih obat yang di tanganya nenek yanni tadi.
"gak suka minum obat ya..."
__ADS_1
Aku menganggukan kepala tanda menjawab, tak lama kemudian kakek vian dan seorang dokter datang masuk kedalam' kulihat paman roby meletakan obat di telapak tanganku, tapi malahan tanganya beralih menutup kedua mataku.
"telanlah..."
Kutelan salivaku sebentar' barulah kutelan obat ini, pahit... hanya itu yang kurasakan di atas lidahku sampai rasanya menyebar seakan mau mengocok isi perutku keluar, dikarnakan aku gak mau buang waktu karna kalah oleh rasa pahit ini jadinya' langsung kuminum air segelas yang kugenggam tadi.
"good girl..."
Baru kali ini dia mengatakan kata se-seksi itu padaku, he...he... apakah dia mulai menunjukan rasa perangnya kepadaku sekarang hemm? kedua telapak tanganya menjauh dari kelopak mataku yang tertutup, waktu aku membuka mata lagi' taunya dia mala memberikanku permen.
Aku gak mengerti denganya, kenapa dia sebegitu pekanya kepadaku' aku tau... kami gak ada hubungan darah sama sekali dan padahal dia hanyalah seorang anak yang di angkat oleh keluargah BRAHMANNA, tapi tetap saja perhatianya kayak seorang paman beneran buatku.
"hehe... aku gak suka rokok, jadi aku suka simpan permen..."
"emm..."
Ternyata aku salah sangkah, anna... anna kamu terlalu kepedean hehe' kubuka permen ini dan mengemutnya, kulihat paman roby menjauh dari kasur bed patient ini' dan mala sekarang dokter yang mendekat kearahku.
__ADS_1
"namanya anna ya..."
Kuanggukan kepala tanda menjawab.
"em oke, saya langsung bilang saja ya.."
Aku hanya diam saja' mendengarkan kelanjutan dari perkataan sang dokter yang ada di hadapanku sekarang, oke apapun keputusan dan saran darinya' aku mesti nurut karna kuyakin ini untuk kebaikan tubuhku juga.
"kata nenek yanni dan kakek vian, kamu terlahir akan sebagai bayi prematur ya..."
"ia..."
"saya cuma mau bertanya saja' apakah tubuhmu bermasalah, ya maksudnya sakit di bagian mana..."
"bagian otak' em... mungkin sarafnya kali! aku kurangtau masalah kayak gitu, tapi kata papa' waktu dulu dia pernah cerita padaku... reaksi tubuhku berbeda kayak penyakit lain?"
Mereka menatapku kebingungan dengan ucapanku tadi, mala aku juga gak begitu paham dengan cerita yang papa dan mama bilang kepadaku' tapi kuharap mereka bisa mengerti apa yang kuomongi nantinya.
__ADS_1