
Intan? lah kok om iran melarang aku untuk bekerjasama dengan intan juga' emangnya kenapa, ya walaupun aku gak menyukai intan juga sih.
"yang lainya di ajak' kok intan gak om?..."
"karna dia biang keroknya, jika masalah kita kebongkar' bisa gawat... karna intan mulutnya besar' aku tau dari teh tesa, kalau ternyata intan suka sama roby..."
"em..."
Dia mala menatapku bingung dan mengatakan kata.
"kamu gak cemburu nna?..."
Aku menggelengkan kepala dan menjawab perkataanya dengan cepat.
"karna kutau' paman roby gak di butakan akan makan cinta, dia mudah terayu akan nyeri di hatinya..."
Alisku naik sebelah, pertanda memandangnya remeh' seolah aku menang mendapat udian besar dan menyindirnya dengan tatapan pamer.
"haha... ternyata gak sia-sia raka menitipkan dirimu padaku ya' ternyata anna orangnya peka..."
Om iran mengusap rambutku cukup kasar dengan tawanya yang lebar... kusuruh dia untuk berhenti tapi dia mala gak mendengarkanku, tak lama pintu ruangan vip ini diketuk sama seseorang dariluar sana, waktu om iran bilang masuk' ternyata ada tiga orang nongol masuk kedalam sini.
"nih lihat nenek sama kakek ngebawa siapa..."
Nenek yanni meletakan kantung plastik dan kakek vian kearahku' dia mengusap rambutku sesaat, sedangkan mataku berpokus kepada perempuan cantik berkulit sawomateng di sampingku bersebelahan dengan om iran.
"hallo cantik, bolamata dan rambutmu' sangat mirip ya dengan papamu..."
Wajahnya mendekat kearahku' berlahan sentuhan lembut mulai hadir dari lembapan bibirnya? ternyata dia mencium jidatku, kalau bisa di bilang... perempuan yang sangat menyayangiku hanyalah mama dan nenek yanni tapi taunya aku mendapatkan orang baru lagi, dia adalah!.
"aku ani' calon istrinya Iran Anwary, salam kenal ya' kuharap kita bisa akrab..."
__ADS_1
Mataku berkedip-kedip gak jelas sekarang' terlalu shock sewaktu mendengar perkataanya tadi! ca... calon istri.
"sa... salam kenal tan, aku... Lollyta Jallyanna Brahmanna' panggil saja aku anna..."
Kupamerkan senyuman ramahku padanya, dia mendekat kearahku lagi' dan tanpa kusadari dia memeluku cukup erat, sampai-sampai aku harus menahan sesak di dadaku.
"dari penampilan, kecantikan, ramah, senyuman, dan namamu... semuanya kusukai' apa boleh aku mdmasukan dirimu kedalam karung' kalau boleh... nanti mau bawa balik kerumah, terus di gendong lalu di nyanyiin nina bobo' hehe... boleh... ya... boleh... ya..."
Aku gak menyangkah kalau tante ani' orangnya periang, asik, hebo, dan segokil gini' baru pertama kali bertemu... kok aku udah mulai sayang ya sama dia.
"haha' tante seakan nganggap anna seperti seorang anak?.."
"memang ia..."
Berlahan dia melepaskan pelukanya, dan sekarang dia duduk disampingku' menyandarkan kepalaku ke pay*d*ranya yang besar di tutupi baju yang iapakai, kok nyaman ya hehe? eeit... aku gak mesum ya! hanya saja bisanya seorang anak akan merasa seperti itu kalau di peluk sama ibunya, sama halnya kayak suasana sekarang NYAMAN.
"kalau mau curhat' datang ke tante aja ya, jangan ke om iran..."
"lah kok gitu sih' yang..."
"tohkan' anna sering curhat ke kamu terus, sesekali dong keaku, gantian..."
"dasar penyemburuan..."
"kalau emang bener' week..."
Ternyata tante ani orangnya mudah jujur juga ya, hehe... seru juga nih menonton mereka' kudengar kakek vian nyuruh om iran pulang untuk nemani paman roby di rumah.
"roby di rumah, lah emang dia gak di kantor yah?..."
"kagak... katanya gak mood di kantor' karna gak ada secretaris yang ngebantuinya, mendingan kamu pulang gih' kasihkan roby ngerjain berkasnya sendiri..."
__ADS_1
"huuh... ia...ia' hemm... toh aku juga mau libur seseat, ini mala disuruh balik ngadap ke bos kecil pula... kuyakin nanti aku disuruh lembur lagi' kapan aku punya kebebasan hkihi..."
"dah pulang sana' bener-bener deh calon suamiku ini mudah banget merengeknya, yaampun..."
Malahan om iran cuma cengengesan aja dihadapan kami semua, dia mencium pipinya tante ani dan mengelus rambutku lalu pergi menjauh dari sini.
Tante ani menyuruhku untuk makan' supaya ada tenagah dan mau minum obat nantinya.
"nasi padang yang dibungkus satunya lagi ini untuk siapa?..."
"haha... itu untuk iran, tapi ya... dikarnakan dia udah pulang' jadi kakek aja yang makanya hehe..."
"yah... kan tadi udah makan nasi padangnya, masa mau makan lagi' emang belum kenyang ap-"
Lah langsung di rebut tuh nasi padangnya sama kakek, nenek mala memarahinya tapi sayangnya amarahnya memudar sewaktu disuapi.
Aku hanya ketawa saja waktu melihat esfresinya nenek yang berubah shock' sebab sewaktu dia ngomel tadi dia langsung diam seketika, kalau gak kayak tadi bisa lebih panjang lagi deh ceramanya di dalam ruangan vip ini.
"hehe..."
Tapi waktu aku melihat kearah nasiku, mulut dan lambung yang ada didalam perutku' mala nolak dan gak ada nafsu untuk mengkonsumsi karbohidrat ini.
"ada apa anna?..."
"ea... em... gak ada apa-apa kok tan' hehe..."
Dipikiranku mulai digerogoti akan bayangan kesedihan dan kekecewaan pada papaku sendiri, jika emang papa menyayangiku... kenapa harus menutupi semuanya' kenapa mama dan papa bekerjasama gak mau membahas masalah paman roby kepadaku, kenapa... kenapa.
"AKU BENAR-BENAR MUAK MENUNGGU, KAPAN SEMUANYA SELESAI..."
Aku berteriak sesukahatiku sendiri didalam ruangan ini' bahkan kutau nenek, kakek, dan tante... pasti shock berat' sewaktu mendengar perkataanku barusan tadi.
__ADS_1