
Kata bik tesa di lantai bawah cuma ada tiga kamar, awalnya di akhir pojok itu adalah kamarnya pak adit' tapi dia mala mengala dan berpindah tempat di ruangan luar' sedangkan kamar intan dan bik tesa masih terbilang dekat arah ruang makan, kata pak adit biarlah aku tidur di kamar kosong dekat taman belakang' toh sekalian aku ngejaga rumah ini, lagian masa neng bule tidur luar kan kasihan... jadi bapak aja yang menggantikanya.
Awalnya aku merasa gak enak dengan pak adit, karna dia mau mengalah demi diriku' tapi mala paman roby menyetujui hal itu? sebab katanya... maaf ruangan atas gak boleh di tunggu, walaupun ada empat kamar juga disana' tapi itu adalah tempat kamar tamu jadi gak boleh di tempati.
Maksudku ada dua kamar tamu dan ada juga dua kamar miliknya, masih ingatkan tadi siang dia bilang apa' di belakang pojokan dekat balkon belakang itu adalah ruangan pribadinya, jadi kamar pribadi dan kamar tidurnya jangan di ganggu.
Disinilah aku dan bik tesa berada di teras belakang, taman disini yang lumayan luas... dengan di hiasi akan pemandangan kebun bunga lily dan mawar merah, mala ada pancuran airnya juga walaupun hanyalah buatan' bahkan ada tempat kolamnya juga walaupun gak terlalu besar.
"ternyata ada ikan koi'nya juga ya..."
Kulihat bik tesa berlahan menjatuhkan makanan ikanya kedalam kolam, waktu diriku mau menirunya juga' tiba-tiba saja sebelah tanganku di tarik intan, lantas pur ikan tadi jatuh semua di rerumputan ini.
"sini kau..."
Oke anna' ikutin dia ajalah,... bertingkahlah seolah menjadi anak yang penurut dan patuh, berpura-puralah mengubah esfresi polos dan luguhmu mulai sekarang.
"ea... a... ada apa bik..."
"tak semestinya kau bersikap baik dan ramah di depan tuan roby, kau mesti tau diri ya' dia gak menyukaimu... dia cuma mengasihanimu jadi jangan bertingkah sok akrab denganya MENGERTI..."
__ADS_1
Kumiringkan kepalaku kesamping dan jari telunjuku menggaruk kepalaku yang tak gatal, kuyakin dia menatapku kesal sekarang' karna aku membuat tingkah seperti ini... yap actingku di mulai lagi.
"tuan roby hanyalah teman buatku, lagian pasti dia udah punya pacar tuh..."
"pa... pacar, hehe...omong kosong' dia gak punya pacar dan dia gak pernah membawa perempuan lain kemari..."
Langkahku mendekat kearahnya dan jari tanganku berlahan memelintir rambut gelombangnya, bahkan senyuman miringku datang begitu saja' entah kenapa aku gak bisa berhenti mau mempermainkanya, di dalam anganku terlalu banyak kata-kata usil yang mau menjahilinya sekarang.
"tapi aku perempuan pertama yang di bawanya kemari kok, dan oh ia... apakah tuan roby menyukaimu..."
Dari pada aku mendengar omelanya yang gak jelas' mendingan aku menjauh sajalah, kutinggalkan intan yang masih berteriak memanggil namaku' bahkan tadi aku dengar dia mengatakan kata DASAR PEREMPUAN M*R*H*N, masa bodohlah... toh yang rewel mulutnya sendiri' mau sampai sobek pun aku tetap gak perduli denganya.
"ngapain om iran menelponku' ais dasar?..."
Aku menjauh dari teras belang sini, dan berlarik kearah depan teras rumah' s*a*nya mana ada pak adit pula ngejaga pos ronda di depan gerbang sana? kuharap dia gak kearahku nanti, sebab aku udah beralih pindah kesamping rumah, lumayanlah cahaya lampuh disini agak nampak redup.
yo' he...he... lagi ngapain, senang gak udah seatap sama paman tercintamu.
Langsung kukecilkan speakernya hpku ini.
__ADS_1
"om... jangan tiba-tiba menelpon, aku belum di dalam kamar' bahkan yang lain juga belum pada tidur' nanti aku telpon balik lagi ya oke..."
ea... jadinya aku gak mood lagi deh nelpon gara-gara kamu ngerusak suasana happyku, yaudah terserah dah' lagian aku gak akan nelpon lagi, aku sibuk ngurusin dokumenya roby.
Dasar orangtua pikun, dia gak peka akan suasana'rupanya.
"jangan ngambek, nanti aku telpon balik lagi ya' bey bey..."
Langsung kuakhiri sambungan darinya tadi, kenapa jadi serumit ini sih masalahku? om iran bertingkah kekanakan, dan mala sekarang aku harus waspada pula dengan keadaan rumah ini' ah si*l.
Waktu aku balik ke belakang lagi, ternyata intan masih ada disini' sedangkan bik tesa gak ada lagi? mungkin udah masuk kedalam, dia sibuk memejamkan matanya sambil berdiri di samping pintu dengan secangkir es teh di genggamanya.
"aku sudah menebaknya, dari senyuman jahilmu tadi' ternyata kau cuma bocah aneh' apakah kau adalah seorang penipu hem haha..."
Ternyata dia menguping toh, aku mesti harus cari alasan.
"bik... anda gak waras ya, kalau ngomong jangan asal nuduh' yang menelponku tadi itu adalah omku, dia adiknya orangtuaku' katanya dia pengen mengobrol denganku tapi aku gak bisa menerima panggilan darinya sekarang, karna ini belum waktunya jam istirahatku di kamar, apakah bibik intan gak sadar ya... jika aku mengangkat telpon disini! nanti mala aku di marahi sama tuan, walaupun umurku masih mudah tapi yang lebih penting bagiku' aku punya tatakerama dan masih ada aturan disiplin akan obrolan disini' jadi hargai aku juga sebagai bawahanmu..."
Senang rasanya bisa berbohong di hadapanya sekarang, bahkan tadi kulihat esfresi wajahnya nampak seperti anak g*blo* yang melongok seolah bingung mendengarkan perkataan panjang lebarku tadi hehe.
__ADS_1