
CAPTHER INI MENGANDUNG KATA-KATA KASAR, TOLONG BISA MENGARTIKAN ADEGAN CERITA INI.
KARNA CERITA INI ADALAH KHUSUS KEKERASAN.
Seriusan dah... ini misterius bener deh, dimana paman roby datang lahir kedunia' tapi kok tiba-tiba armahum ayahnya mengalami kecelakaan' kuyakin ada yang gak beres dengan armahum ayahnya paman roby dan nenek novi.
Apa mungkin nenek novi ada hubunganya juga dengan ayahnya paman roby, lalu kok nenek novi tenang-tenang aja waktu di tinggalkan oleh kakek jika lagi pergi keluar rumah' apakah kakek dan papa membohongi nenek novi.
Kuyakin alasan mereka cuma mengatakan' mau jalan-jalan sore, atau gak pergi kerumah teman, dan alasanlainya.
Waktu mataku melihat kearah om iran sebentar' dia mala menatapku bingung.
"sejak kapan om kenal sama papa..."
"ea... aku rasa waktu SMP..."
"em..."
Smp toh ternyata.
"waktu dulu, aku agak bingung sih dengan keluargahnya raka?..."
Bingung, kok bingung sih' apa ada masalah lagi.
"bingung kenapa om?..."
"waktu raka mengajaku maen kerumahnya, suasana didalam rumahnya tuh nampak suram dan dingin' kagak ada canda-candanya sama sekali, bahkan aku juga agak shock waktu melihat bocah berumur lima tahun udah di suruh beres-beres rumah..."
APA... BENAR-BENAR DAH UDAH KELEWATAN BATAS INI NAMANYA, masa bocah kecil udah di perintah kayak pembantu.
"terus... terus..."
"em... ya' sebenernya aku tuh langsung mau nanya ke raka tentang apa yang sebenarnya terjadi... sebab di sana aku juga lihat ibunya raka sedang duduk manis sambil makan buah, tapi sayangnya raka menyuruhku untuk masuk kedalam kamarnya' yaudah aku nurut aja, walaupun aku diam-diam mengintip perdebatan mereka di balik pintu yang tak tertutup rapat hehe..."
Waduuuh... enak bener dah nenek lampir tuh nyantui di sofa, sedangkan paman roby mala disuruh seenak jidatnya aja.
__ADS_1
"aku gak bisa kasihtau padamu tentang apa yang mereka katakan, tapi aku cuma mengatakan tentang gerak-gerik perdebatan mereka saja ya..."
"ea... kenapa begitu..."
Om iran gak menjawab perkataanku, tapi dia mala melanjutkan ceritanya.
"raka membanting sapu yang roby pegang, dan raka mengambil piring buah yang ibunya pegang' lalu membantinya juga, raka membentak ibunya tapi mala ibunya membalas membentak dan menampar raka..."
"terus-terus..."
papa di tampar, ea... seriusan papa bertingkah kayak gitu pada nenek novi' hehe... nyatanya sifat keras kepala dan kurang ajarnya sama sepertiku?.
eleh papa sok-sokan ngomong kepadaku jangan jadi cucu durhaka, tapi nyatanya papa udah durhaka dari muda dulu haha...... lagian benar kata orang' darah daging gak akan jauh berbeda dengan orangtuanya.
"em... raka diam saja waktu di tampar, dia membawa roby masuk kedalam kamarnya' aku cuma diam saja melihat tingkah raka yang berubah dingin dan acuh padaku, dia duduk di kursi sambil menggendong roby di pangkuanya sambil menatap keluar jendela' sedangkan roby membalas pelukanya dan menyembunyikan kepalanya, sebab kutau... roby menahan rasa tangis dan sedihnya..."
Aku gak bisa berkata apa-apa lagi sewaktu mendengar ceritanya om iran' aku mengerti sekarang kenapa papa udah terlalu berlebihan menghkawatirkanku... karna memang sifatnya mirip dengan kakek ALIAS penyayang sosok kebapakan.
Sampai aku gak sadar lagi' kalau airmataku jatuh kembali turun membasahi pipiku, om iran menghapus bekas airmataku dan tersenyum sebentar lalu melanjutkan ceritanya lagi.
"be... bergumam?... emang papa bilang apa!..."
roby jangan nangis ya... kan'ada kakak disini, agap saja kakak pengganti ibu dan paman alvin, jadi kalau ada apa-apa cerita pada kakak, toh kakak udah menganggap roby kayak keluargah sendiri.
Paman alvin??, oh baru kuingat' alvin itu adalah namanya kakek' ALVIN BRAHMANA... jadi paman roby memanggil kakek dengan sebutan paman alvin ya.
"om minta padamu anna... jaga cerita ini ya' jangan sampai kebongkar, walaupun anna mendapatkan sedikit informasi tentang cerita ini dari om' kuharap kita tetap bisa saling jaga rahasia masing-masing, tanpa sepengetauan papamu' oke..."
"oke, janji om..."
Kusuruh om iran untuk menyatuhkan jari kelingking kami berdua' pertanda kami sudah terjalin menjaga rahasia ini.
"om..."
"ia..."
__ADS_1
"apa paman roby punya teman, om ingat... waktu om nurunin aku di depan cafee waktu itu' aku pernah nanya ke paman roby... ngapain kesana, dan katanya Temanya Rindu padanya' apa kata-kata itu gak masuk akal, seenaknya aja bilang rindu pada paman roby heem..."
Kudengar om iran mala ketawa.
"kenapa ketawa?..."
"cemburu ya..."
Aku cuma diam saja tanpa menjawab pertanyaanya, mala dia terus tertawa terbahak-bahak.
Oh ia... baru kuingat? apakah aku mesti kasihtau pada om iran bahwa paman roby punya rahasia.
"om..."
"hee... ia apa' aduuh... perutku sakit terlalu banyak ketawa..."
Yaampun... dasar.
"apa om iran tau, tentang kamar lantai atas yang di belakang pojokan akhir dekat balkon dirumah pribadinya paman roby..."
"ea... bukanya itu cuma gudang..."
Em... jadi om iran gak pernah tau hal ini ya, seriusan dah aku penasaran amet sama kamar itu.
"kata paman roby, dia suka menyelesaikan dokumen kantornya disana' dan sekaligus tempat itu gak boleh di masuki, bahkan orangtua dan para maidpun tak di perbolehkan masuk' ya kalau kakek vian dan nenek yanni hanya tau tempat itu adalah gudang lama yang gak kerawat lagi... intinya begini..."
Dia masih mendengarkan perkataanku dengan pokus dan serius.
"aku gampang penasaran orangnya, jadi kapan kita buat rencana supaya semuanya kebongkar dan ruangan itu juga ikutan di geleda' kapan om..."
"tenang honey' jangan gegabah, dengar... semua butuh proses' jika emang kamu penasaran, kita buat rencananya terlebih dahulu... tapi dengan syarat!..."
"a... apa?..."
"pak adit, teh tesa' dan temanya roby harus kerjasama dengan kita, kecuali intan..."
__ADS_1