Aku Mencintai Pamanku Sendiri

Aku Mencintai Pamanku Sendiri
Bab 6 (Ruangan Pribadi Yang Misterius).


__ADS_3

Gimana gak kaget coba, tiba-tiba saja pak adit ngomongi soal hubungan antara aku dan paman roby' mala yang kulihat sekarang' tatapanya intan menunjuk tanda gak suka kepadaku, aku tau dia pasti berpikir kalau aku cari perhatian karna mengandalkan tampangku saja disini.


"kami gak punya hubungan pak, roby cumalah teman dan sekarang dia menjadi atasanku..."


Pak adit cuma menganggukan kepala tanda mengerti, di dalam ruang makan ini' suasana nampak sunyi dan canggung, bahkan bik tesa'pun gak berani menatap kearah paman roby.


Kok aneh sih, tadikan tingkainya paman roby biasa saja tapi mala jadi nampak dingin gitu' dikarnakan terlalu banyak ngelamun mikirin paman roby, jadinya gak sadar lagi kalau lenganku menyenggol garpu yang tak terpakai di atas meja tadi.


Waktu aku mengambilnya kembali, paman roby menatapku dengan esfresi yang berbeda dan dia langsung mengatakan.


"jika ada sesuatu yang jatuh' jangan di ambil kembali, toh bisa ambil lagi di belakang dapurkan"


"maaf..."

__ADS_1


Aurah dirinya menunjukan akan sifatnya yang berbeda sekarang.


"ia gak apa-apa' oh ia anna, dua hal lagi yang mau kuberitau padamu' di rumah utama dan di rumah pribadiku agak berbeda, aku tau kamu akrab dengan orangtuaku jadi aku mau kamu bisa membedakan antara tentang kata ramah dan aturan, kalau lagi ada orangtuaku' kamu bebas mau membuka suara semaumu, tapi maaf... kalau kamu makan dengan kami berempat jangan ada suara' mengerti! aku gak suka waktu jam makanku terganggu karna banyak bacot' dan yang kedua, ada ruangan yang gak boleh di buka, ingat... pintu di ujung dekat balkon belakang' dilarang masuk, sebab itu ruangan kerjaku..."


"ru... ruangan kerja..."


"ia, kalau aku lagi gak mood ke kantor' aku ngurus dokumen di dalam rungan itu, intinya sama saja ruangan itu banyak tempat pribadiku juga jadi kumohon jangan pernah berpikir untuk diam-diam membukanya ya..."


Senyumanya sekarang kembali muncul, walaupun perkataanya tadi emang cukup pedas tapi aku mengerti kok kalau dia berusaha untuk memberitau yang sebenarnya bahwa ada sesuatu di ruangan itu.


"ia silakan..."


"apa orangtuamu tau masalah aturan makan ini..."

__ADS_1


Dia nampak berpikir kembali, huuh... ayolah papa apakah paman roby seperti ini' dia banyak tertutup.


"mereka gak tau kalau aku membuat aturan itu, dan mereka gak tau kalau aku punya ruangan pribadi' setau mereka aku suka sibuk di dalam kamar, em kalau masalah ruangan pribadi... mereka cuma tau kalau itu adalah gudang yang gak kepakek..."


Ja... jadi nenek dan kakek gak tau hal ini, buset dah? apa aku bongkar aja ya raha-(ucapan di anganku berhenti karna telingaku merespon mendengar perkataanya yang selanjutnya).


"JIKA ORANGTUAKU TAU HAL INI, KUPASTIKAN HIDUP KALIAN GAK AKAN TENANG..."


Apa aku gak salah dengar, gak... gak tenang' berani amet dia ngancam hidup orang lain.


"ea... bukankah itu gak masuk akal, gimana kami mau memberitau masalah ruangan pribadi itu pada keluargahmu' kalau kami gak tau tentang rahasia tersebut ..."


Mereka pada melogok menatapku, seolah aku menantang ucapan bossku sendiri.

__ADS_1


"em... ada benarnya juga ya, oke aku akan kasihtau' tapi cuma beberapa kata aja, huuh... ruangan itu banyak KEBENCIAN he...he, dah ah lanjut makan lagi aja ya... untuk hari ini aku terlalu banyak omong di ruang makan sebab tadi aku sedang menjelaskan aturan kepada maid baru kita, kuharap besoknya nanti jangan terulang kembali ya he...he..."


Tingkahnya berubah kembali, entah kenapa perasaanku gak nyaman' apa yang kupikirkan ternyata benar kalau paman roby mempunyai aurah yang berbeda, dia terlalu di butakan akan masalalu karna kebenci.


__ADS_2