
Awalnya nenek yanni mau tidur bareng sama aku di kamar tamu (lantai bawah), tapi kakek vian gak memperboleh nenek.
Sebab kata kakek vian, kalau nenek terlalu ramah kepadaku, bisa-bisa paman roby akan curiga dan peka dengan tingkahlaku kami berdua' sebab mana ada orang baru kenal langsung akrab begitu saja.
Rasa sedihku terkuras keluar' seakan keademan di dalam hatiku menggebuh menyuruh airmataku untuk menendang kekosongan rasa sakit di dadaku selama ini.
Aku bersyukur bisa bertemu dengan orangtuanya om iran di jakarta, tapi kurasa mereka juga di paksa sama papa dimasa lalu dulu.
Jika papa gak memaksa orangtuanya om iran untuk bekerjasama' mungkin saja paman roby udah jadi gelandangan di luar sana.
Besok adalah hariku mulai bekerja di rumah pribadinya paman roby, pasti akan banyak masalah dan aturan kedepanya nanti' kuharap kerjaan sementaraku ini akan membuatku nyaman.
Walaupun semuanya bisa di bilang kebohongan, kuharap paman roby gak peka dengan tingkah-lakuh'ku selama di dalam rumah pribadinya nanti.
...
Esok paginya' sekitar jam tujuhan, paman roby langsung mau mengajaku pergi ke rumah pribadinya.
"kenapa mendadak sih, bahkan aku masih mau membantu mbok bersih-bersih di lantai atas..."
"cantik, pekerjaanku menumpuk di kantor' dan juga berkasku di rumah juga ada pula, I don't have time to spare' oke..."
__ADS_1
Time... oh waktu toh, dasar sok ganteng pakek ngomong bahasa inggris pula nih tua.
"kemarin kau beli kopi ke cafee, bukankah itu sama saja' kau punya waktu..."
"temanku kerja disana, dia menelponku mendadak'katanya dia rindu sama aku..."
Temanya' cewek atau cowok tuh, seriusan nih masa lebay amet temanya paman roby... yang membuatku kaget dia langsung memutar tubuhku menghadap kebelakang.
"cepetan mandinya, aku tunggu di ruang tamu ya..."
Dasar, belum jadi apa-apa' aku sudah di atur-atur begitu saja olehnya.
"em, ia..."
"nek..."
Dia melihat kearahku dengan tanganya yang mendadak berhenti karna tadi dia sedang memotong bawang' apakah aku mengganggunya.
"ia?"
Aku mendekat kearahnya dan memeluk tubuhnya cukup lama, jika di pikir-pikir kapan terakhir kali aku menjadi anak manja seperti ini' barukali inilah aku merasakan hal sangat kurindukan dan sangat kusayangi.
__ADS_1
Walaupun papa adalah sosok pria yang sangat luarbiasa di hatiku tapi tetap saja aku menginginkan kasihsayang yang lebih, ya aku menginginkan kehangatan dari sang nenek.
"maaf nek aku gak bisa terus berada disini, paman roby tiba-tiba mengajaku pergi kerumah pribadinya secara mendadak..."
"gak apa-apa, kalau anna gak bisa datang kemari' toh nenek sama kakek yang akan berkunjung ke rumah sana..."
Langsung kulepaskan pelukan ini, aku gak salah dengarkan' jadi mereka benar-benar akan menemuiku kesana.
"benarkah itu, seriusankan nek..."
Nenek menganggukan kepalanya tanda memberi jawaban, dikarnakan aku sangat menyukai sifat dewasanya' jadi bibirku langsung mencium pipinya dengan lembut.
"aku menyayangimu nek..."
...
Hari pertamaku mendapatkan kesan yang sangat baik di rumahnya keluargah ANWARY, apakah kehidupanku dan hari keduaku akan menyenangkan nantinya.
Disinilah aku berada, rumah besar nanmegah akan kemewahan' sudah berada tepat di depanku sekarang, dua maid membukakan pintu rumah untuk sang manjikanya.
Bisakah aku untuk tetap melakukan perjanjian tersebut, tapi entah kenapa hatiku gak tenang berada di sampingnya paman roby' seolah-olah dirinya telah di kelabuhi akan aurah kesalapahaman yang sangat besar, aku takut dia gak akan pernah mengerti akan situasi keadaanya papa dan gak akan pernah sembuh akan rasa sakit di hatinya.
__ADS_1
Aku benar-benar tak menyangkah, rumah pribadinya adalah saksi dari kerja kerasnya selama ini' kulihat paman roby melangkah lebih dulu, tapi langkahnya tiba-tiba berhenti dan mala sekarang dia menoleh melihatku' dengan tanganya mengulurkan kehadapanku seolah mau menggapai tanganku juga.
"selamat datang di rumah pribadinya ROBY ANWARY..."