Aku Mencintai Pamanku Sendiri

Aku Mencintai Pamanku Sendiri
Bab 5 (Tatapan Sinis).


__ADS_3

BRAHMANNA... paman roby tadi gak menyebutkan nama terakhirnya yang lain' dia cuma menyebutkan nama terahir pemberian dari keluargahnya ANWARY, (padahal dia pernah menjadi bagian dari keluargahnya papa), jika memang bagimu nama brahmanna adalah masalalu buruk untukmu.


Oke aku akan tetap bersabar menghadapimu... tapi kuharap diriku menjadi kenangan terindahmu untuk sekarang, karna apa' kau pasti akan termakan karna tatapan mata sayuku dan senyuman ramahku nantinya' kita lihat saja siapa yang akan mengungkapkan perasaanya lebih dulu.


"anna, kenalin' ini... intan dan ini bik tesa..."


Paman roby memperkenalkan mereka berdua kepadaku, oh jadi perempuan yang seumuran denganya ini bernama intan toh.


"salam kenal juga' namaku LOLLYTA JALLYANNA, panggil saja aku anna, em kemungkinan umurku lebih mudah dari kalian' jadi mohon untuk bantuanya ya bibik he...he..."


Mereka tersenyum ramah kepadaku, bik tesa bersalaman denganku dengan mengayun-ayunkan tanganku kebawah dan keatas' ternyata bik tesa cukup ramah ya orangnya, berbeda jauh dengan intan' dia hanya tersenyum kaku dan menundukan kepalanya seolah mau bersikap sopan di depan majikan.


Yang benar saja... apakah kelakuan dirinya sok cari perhatian begini, bukan berarti aku menghinanya' tapi aku peka akan tingkah orang' jadi aku mengerti sama perasaan orang yang sedang di mabukan akan pesona, yap dia menyukai paman roby.


Sebab yang kulihat sekarang adalah' lirikan matanya memberikan kesan seolah lagi malu-malu kucing' mala paman roby asik mengobrol dengan bik tesa, sedangkan intan sedaritadi mendapat kesempatan untuk melihat paman roby' yaialah siapa yang gak senang memandangi wajah pria tampan disini.


"haha... jadi tuan bisa kenal dengan anna' karna kejadian di cafee..."

__ADS_1


"hehe ia bik, jangan kasihtau sama pak adit ya, bisa-bisa aku di jitaknya..."


"hehe... siap tuan..."


Tak kusangkah ternyata semudah itu dia mengeluarkan senyumanya dan cengiranya ke bik tesa dan intan, kok aku agak cemburu ya kalau paman roby bersikap ramah kepada intan.


"ngomong-ngomong, apa aku boleh memanggilmu dengan sebutan tuan juga"


Paman roby mengerjapkan matanya beberapakali.


"gimana ya, umurku emang tua, tapi entah kenapa rasanya agak aneh gitu' apa karna kita baru kenal jadi aku merasa gak enak denganmu..."


Dia mengusap rambutku dengan lembut, ha ada apa denganya' kenapa tiba-tiba dia bertingkah seperti ini kepadaku.


"dasar, terserahmu saja' makasih ya sudah mau akrab dengan keluargahku..."


"sama-sama hehe..."

__ADS_1


Baiklah, mungkin acthingku sudah cukup baik di pandanganya sekarang' jadi aku akan melanjutkan acthing polosku untuk membohongi target keduaku sekarang, walaupun dia bukan siapa-siapa di kehidupanya paman roby' tapi tetap saja dia haruske beri pelajaran karna apa, dia melawanku! menatapku dengan tatapan sinis, yailah siapa lagi' INTAN.


...


Siang harinya' pekerjaan rumah sudah kelar semua, sejujurnya sih udah lama beresnya dari kami baru nyampe tadi di rumah' tapi tak apalah aku dapat ngebantuin mereka di bagian dapur! alis masak.


"pak adit makan dulu yuk..."


"siaaap tuan..."


Paman roby memanggil pak adit dari teras luar rumah, aku dan intan nyiapin makanan, sedangkan bik tesa mala nyiapin piring dan minumnya sambil ngomong gak henti-hentinya! walaupun suasana enggak garing karna ulahnya bik tesa tapi tetap saja' apa bik tesa gak capek gitu buka suara mueluluh' aku yang dengarnya aja agak bosan.


"oh neng bule yang tadi ya, kerja disini juga ya?..."


"hehe... ia pak..."


Kulihat paman roby udah duduk duluan di kursi paling depan (istilah kata satu-satunya kursi khusus untuk kepala keluargah)' lagian emang dia atasan kami kok, bik gita melakukan apa yang seorang ibu lakukan pada keluargah (maksudnya menyuduhkan nasi ke piring).

__ADS_1


"apa kalian punya hubungan?..."


__ADS_2