Aku Mencintai Pamanku Sendiri

Aku Mencintai Pamanku Sendiri
Bab 8 (Aku Terkena Demam).


__ADS_3

MENGANDUNG KATA-KATA KASAR, DAN HINAAN' GAK BOLEH DI TIRU, JIKA ADA YANG GAK MENYUKAINYA ABAIKAN SAJA OKE.


Udara malam nampak dingin, bahkan suara angin kencang sibuk ribut beradu dengan sekitar taman di luar sana, hujan deras sudah menutupi rasa kesunyian di dalam kamarku' bahkan kegelapan berhasil memadamkan semua lampu di rumah ini.


Kuyakin di belakang taman pasti akan berserakan karna banyak dedaunan yang berguguran sebab tertiup oleh badai angin nanti.


Tiba-tiba pintu kamarku di gedor, siapa... siapa yang menggedornya' apakah aku sedang berhayal sekarang? bahkan aku gak menyangkah kalau jantungku berdebar sangat kencang, mendadak tubuhku gemetaran, dan mala peluh membasahi dahiku pula' AKU TAKUT.


Walaupun suara hujan membuat kamar ini gak sunyi seperti sebelumnya, tapi tetap saja bagiku kesunyian yang masih terpendam adalah di dalam hatiku.


...


(KELUAR KAU ANAK NAKAL, KAU PIKIR RUMAH INI ADA PEMBANTUNYA APA HA...)


(*KAU SAMA SAJA SEPERTI DIA, MENYUSAHKAN KELUARGAHMU SENDIRI' AKU KECEWA MENERIMA DIA.. GARA-GARA DIA JADINYA SUAMIKU MENINGGAL.)


(DAN KAU MENIRUI DIRINYA, MENYUSAKAN KELUARGAHMU' BAHKAN ORANGTUAMU MENJUAL TANAH DI KOTA SANA' KARNA MAU MENGOBATI DIRIMU... AKU KECEWA MEMPUNYAI CUCU PREMATUR SEPERTIMU*.)


Pintu kamarku di gedor sama nenek novi* berulang-ulang kali, bahkan dobrakan dari kakinya sangat mengganggu pendengaranku' cuaca dimalam hari itu sangatlah dingin karna diluar sana sedang hujan, mana... papa sama mama sedang pergi keluar juga? katanya dia diam-diam mentransfer uang ke bank.

__ADS_1


(BUKA PINTUNYA.)


Ya kata papa' dia mau mentransfer uangnya paman roby, dan yang menerimanya adalah om iran? kenapa harus diam-diam' karna papa gak mau nenek novi sampai tau, Sejujurnya orangtuanya om iran menolak uang tersebut karna... mereka menolong paman roby dengan ikhlas.


Dimasa Sekolah Dasarku itu adalah hari pertama aku mendapatkan hadiah dari papa, papa bilang... apakah kau mau kado yang lain sayang? Aku cuma menggeleng dan mengatakan padanya kalau aku mau potohnya paman roby... Walaupun potoh waktu itu terlihat agak kusam tapi aku masih bisa melihat dengan jelas wajah paman roby' ternyata potohnya masih kanak-kanak.


Yang membuatku shock, pintu kamarku sudah kebuka' langkah suara kakinya waktu berjalan kearahku sangat terdengar jelas sekali, mala tubuhku merinding dan gemetar karna ketakutan oleh mendengarnya saja, jadinya tanganku cepat-cepat langsung menyembunyikan potohnya paman roby ini di bawah bantal? Apa sekuat itukah tubuhnya nenek novi sampai dia sudah mendobrak pintu kamarku dengan mudahnya.


Tubuhku meringkuk kesamping tembok' jujur... aku sungguh ketakutan sekarang, papa kumohon pulanglah aku membutuhkanmu... tapi yang membuatku kaget selimutku langsung di ambilnya.


(BANGUN...)


(BUAT TEH SANA, JANGAN PAKEK LAMA' JIKA TEHNYA BELUM SAMPAI-SAMPAI DI RUANG TAMU NANTI' NENEK AKAN MENGURUNGMU DI KAMAR MANDI MENGERTI...)


Aku berlarih keluar kamar dan pergi kedapur, dikarnakan meja kompornya agak tinggi jadi aku ambil kursi plastik yang ada di samping meja makan tadi' kuletakan teko ceretnya diatas dudukan penyangga memasaknya dan tak lupa menyalakan kompornya juga.


Selagi menunggu airnya mendidih' aku sibuk mengambil gelas dan teh sasetnya diatas lemari gantung, tak butuh lama teh yang kubuat sudah selesai' aku berjalan dengan hati-hati menyeimbangi gelas yang kupegang.


(LAMA SEKALI, EMANG DI BELAKANG TADI' LAGI NGAPAIN..)

__ADS_1


Kuletakan gelas ini di atas meja, tapi mala nenek novi menyenggolnya dengan sengaja dan mengatakan.


(AKU GAK MOOD LAGI.)


Yang membuatku kesakitan, tangan kananku terkena percikan dari teh panas tadi, ampun... ini sangat perih sekali' jadi aku buru-buru langsung pergi WC' mencelupkan tanganku di dalam bak mandi, dikarnakan udah agak mendingan perihnya tadi' jadi kuputuskan untuk menemui nenek kembali lagi tapi sayangnya mala pintu kamar mandi ini terkunci.


(nenek buka, kumohon bukain anna...)


(ITU HUKUMAN BUATMU*)


...


Kumohon jangan lagi, aku gak suka jika ada orang menggedor pintu kamar seperti itu' SAMA SAJA AKU KAYAK BALIK LAGI TERJEBAK, AKU GAK MAU... AKU GAK MAU.


"ANNA... ANNA, HEI... BANGUN' YAAMPUN KAU DEMAM..."


Sesosok pria sudah masuk kedalam kamarku dengan sinar cahaya senter yang ada genggamnya, tapi kok tanganya menyentuh keningku lalu senter tadi kemana!, tiba-tiba penglihatanku agak buram' ada apa denganku?... kehangatan dan rasa perhatianya sangatlah kuinginkan... aku sungguh menyukainya, tapi yang membuatku bingung! berlahan tanganya menyentuh tubuhku' ternyata aku di gendngnya ala bridal style, emang siapa yang menyentuhku.


"Malam ini kita ke rumah sakit, maaf aku gak perhatian denganmu, aku minta maaf anna..."

__ADS_1


__ADS_2