
Masa ia sih aku punya trouma, aku yakin cuma kecapekan aja makanya suka menghayal yang gak jelas' tapi kalau masalah takut akan di ancam sama nenek novi, ya memang benar aku gak menyukainya dan membencinya.
Remasan dari genggaman tanganku membuat kain spre kasur bed patient ini menyusut jadi berantakan karna ulahku, aku gak mengerti apa salahku... apa salahku sampai nenek membenciku.
Apakah jika aku di lahirkan menjadi anak yang cacat' mungkinkah dia akan membuangku juga, karna aku menyusahkan anaknya (papa)... tapi memang kenyataanya benar bahwa faktanya adalah nenek menelantarkan paman roby.
Pa... kumohon kasihtau kepadaku' sebenarnya cerita kalian tuh seperti apa, tak bisakah papa mengerti? aku sangat penasaran dengan masalalumu.
"anna?..."
Lebih baik tak di lahirkan dari pada di benci sama nenek, dan lebih bagusnya aku layak m*t* di bandingkan menjadi penasaran akan masalah keluargahku sendiri, seolah-olah aku kayak oranglain yang tak berhak mendapatkan penjelasan tentang masalah mereka.
"ANNA, SADARLAH..."
Bahkan kedua telapak tanganya paman roby sudah berada di kulit pipiku sekarang.
"ea' ia..."
"kamu terlalu banyak pikiran, aku minta kamu istirahat disini dulu ya untuk sementara waktu..."
"ta... tapi' bagaimana dengan bik tesa..."
Mala sebelah tanganya mengelus rambutku, apa dia gak merasa malu ya' aku saja yang di prilakukan seperti ini jadinya bertambah blush.
"toh dia punya temankan' tenang saja, ada intan kok yang ngebantuinya..."
"tapi aku gak suka di rawat, aku gak suka rumah sakit..."
Kuyakin' dokter akan merasa tersinggung dengan ucapanku, karna aku menghina tempat pekerjaanya.
__ADS_1
"anna, tenang saja ada ibu yang menjagamu' lagian ada pak vian juga kok, biar tambah rameh..."
Aku tersenyum hangat pada mereka, waktu mataku melihat kearah om iran' dia nampak kebingungan.
"jika tuan roby sedang sibuk, aku mau om iran menjagaku' hehe..."
Om iran hanya mengiakan saja' tapi yang membuatku kaget, paman roby tiba-tiba bilang.
"anna, kamu memanggilnya dengan sebutan om ya..."
Buset dah... kenapa dia jadi curiga gini, bukankah dia sulit ngebaca tingkahku beberapa hari ini.
"kalian kayak akrab bener ya, baru malam kemarinya aku mengenalkanmu pada mereka, tapi taunya kau gampang akrab' hehe... dasar bocil bule..."
Tanganya mengusap-usap rambutku dengan perasaan senang, apa segitu bahagianya dirimu paman?...' sampai-sampai kau doyan memamerkan cengiranmu itu padaku.
...
"bewnewran gak mauw apel..."
Aku menggelengkan kepala tanda menolak.
Haha dia makan sambil ngomong tuh, tapi lucu juga melihatnya bertingkah seperti ini... jika di lihat-lihat dia bersikap apaadanya di depanku.
"om... seriusan ya gak mau kasihtau tentang masalah ceritanya papa keaku..."
"maaf' gak bisa anna..."
"ta... tapi boleh aku tau sedikiiit aja, ayolah... toh papa gak taukan' lagian om tuh jangan kasihtau dong pada papa ya..."
__ADS_1
Nampaknya dia agak ragu dan bimbang, sampai kunyahan yang ada dalam mulutnya tadi terhenti karna shock mendengar perkataanku.
"ya... ya... om' om ganteng ya... ya... nurut dong, apa om gak kasian sama aku..."
Matanya beralih melihat kearahku' tapi sayangnya esfresi wajahnya nampak berbeda.
"jangan panggil ganteng, jadinya aku tambah jijik' ha... gak mood deh ceritanya..."
"ea...' ia... ia, aku gak akan panggil ganteng lagi' ya om... cerita ya... ya... pleas..."
Dia meletakan apel dan hpnya di atas meja.
"tapi sedikit aja ya..."
Kuanggukan kepala tanda mengiakan ucapanya.
"ibunya roby adalah mantan pacarnya kakekmu..."
"ea?..."
Ma... mantan pacar.
"terus' nenek novi??..."
"kakekmu dan nenek novi, di jodohkan' tapi yang aku tau dari papamu... sebenarnya itu adalah, nenek novi memaksa orangtuanya untuk berjodoh dengan kakekmu... toh waktu dulu jaman jodoh-jodohankan' lagian nenek novi tuh orangnya kaya dan Glamour, bahkan rumahnya ada dua, terus banyak ladang di desa sana, dan kedua rumah orangtuanya itu diwariskan padanya..."
Perjodohan, warisan? aku gak menyangka kalau nenek novi dulu orangnya mudah di butakan akan uang.
"te... terus' masalah rumahnya di kota inituh bagaimana?..."
__ADS_1
"em... begini, semenjak kakekmu meninggal' rumah itu, hampir disita sama bank' kalau masalah pembiyayaan uang obatmu waktu masih bayi' itu adalah urusanya orangtuaku, intinya... orangtuaku dan kakekmu sudah bekerjasama sejak dulu, kenapa mereka melakukan ini karna mereka punya rasa iba kepada roby dan ibunya..."