
Sabar menjadi salah satu cara untuk bertahan dalam menghadapi cobaan.
Namun, menjadi sabar bukanlah hal mudah. Butuh jiwa yang besar untuk dapat mempraktekkannya.
~Ay Alvi~
"Kau bertambah tampan," puji Keyla langsung, wanita itu benar-benar terpesona pada penampilan Ziga saat ini.
"Hahaha."
Ziga tertawa terbahak-bahak mendengar pujian dari Keyla. Pria itu tidak menyangka gadis yang dulu terkenal tomboy itu bisa mengagumi bahkan memuji seorang pria seperti dirinya.
Mereka pun terlibat pembicaraan tentang masa lalu saat masih bersama di satu sekolah. Banyak yang berubah dari gadis teman sekelasnya itu. Dahulu Keyla sangat tomboy, gadis itu tidak terlalu memperhatikan penampilannya.
Namun, kini penampilan gadis itu benar-benar berubah. Keyla tampak cantik dan anggun hingga membuat Ziga hampir saja tak mengenalinya.
Bagi Keyla sendiri penampilan Ziga semakin memukau, pria itu terlihat lebih tampan dan mapan. Pria yang sejak lama telah menjadi incaran Keyla itu selalu mempunyai daya tarik lebih yang membuat banyak gadis yang tergila-gila pada pria tersebut termasuk dirinya.
"Bagaimana kalau kita lanjutkan pembicaraan ini sambil makan siang?" tanya Keyla berusaha mencari kesempatan untuk mendekati pria yang telah lama menjadi idolanya tersebut.
Ziga melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya, melihat waktu yang menunjukkan hampir pukul dua belas siang membuat pria itu meng-iyakan ajakan Keyla. Mereka berdua pun sepakat untuk makan siang bersama.
"Kami akan makan siang di luar," pamit Ziga pada Erik, pria itu tidak mengajak asistennya makan siang bersama mereka.
Erik mengangguk patuh, walau sebenarnya ia ingin ikut tapi pria itu tidak akan bisa menolak perintah atasannya. Bukan tanpa alasan Erik juga ingin makan siang bersama dengan mereka, pria itu tidak ingin ada gosip buruk yang menyebar tentang tuan mudanya tersebut.
Saat ini posisi Ziga sedang dalam proses pencarian istrinya, pria itu takut jika tersebar kabar tuan mudanya dekat dengan wanita lain tentu itu akan memperkeruh masalah. Apalagi Erik juga dapat membaca dari gerak-gerik Keyla bahwa gadis itu menyukai Ziga tuan mudanya.
Mereka bertiga dahulu satu sekolah, maka dari itu sedikit banyak Erik mengenal sifat Keyla. Gadis yang dulunya tomboy itu adalah seorang yang ambisius. Dia tidak akan menyerah sebelum memperoleh apa yang di inginkannya.
Keyla tersenyum manis saat melewati Erik, matanya seolah mengejek pria tersebut. Gadis itu tampak berbicara dengan gerakan matanya bahwa ia akan mendapatkan Ziga seperti keinginannya.
__ADS_1
Erik mengepalkan kedua tangannya, pria itu tidak dapat berbuat apa-apa. Bukan Erik takut kepada Keyla, hanya saja gadis itu mendekati Ziga berkedok investasi di hotel yang akan di bangun oleh tuan mudanya tersebut.
Maka dari itu Erik tidak dapat bertindak gegabah, dia harus mempertimbangkan segalanya. Bagi Erik bukan hanya Ziga yang patut ia lindungi, pria itu juga harus memikirkan nasib perusahaan yang jadi tempat bergantung ribuan orang pencari nafkah di sana.
Ziga membawa Keyla untuk makan siang di sebuah restauran terkenal yang terletak tidak begitu jauh dari kantornya. Pria itu sengaja memilih makan di sana agar dapat mempersingkat waktu untuk kembali ke perusahaan.
"Kapan rencana pembangunan hotel di negara S?" tanya Keyla ketika mereka telah tiba di restauran sembari menunggu makanan yang mereka pesan datang.
"Secepatnya," jawab Ziga singkat, pria itu masih berfokus menatap layar ponselnya mencari kabar terbaru tentang perkembangan pencarian Via istrinya.
Keyla sedikit kecewa karena Ziga tampak acuh dan tak begitu memperdulikannya. Gadis itu pun bergegas pamit ke toilet untuk merapikan riasannya.
Di dalam toilet, Keyla mematut dirinya di hadapan cermin. Gadis itu pun membuka satu kancing atas kemejanya agar terlihat lebih seksi dengan dada yang sedikit menyembul ke permukaan. Keyla berharap dengan berbuat seperti itu akan dapat mengalihkan perhatian Ziga dan membuat pria itu bertekuk lutut padanya.
Tidak hanya itu, Keyla juga menambahkan kembali riasan di wajahnya agar terlihat menggoda. Bibir gadis itu kembali di olesi lipstik berwarna merah cerah berharap Ziga akan tergoda dengan penampilannya.
Tak lupa Keyla pun menyemprotkan parfum kesayangannya yang membuat kepercayaan dirinya bertambah. Setelah puas melihat hasil riasannya, gadis itu pun kembali ke restauran untuk menemui Ziga melanjutkan makan siang bersama mereka.
"Via!" gumam Ziga pelan, pria itu menoleh ke belakang mencari wangi parfum itu berasal.
Namun, kekecewaan kembali di telan Ziga. Ternyata bukan Via sang istri yang menggunakan parfum tersebut, melainkan Keyla yang saat ini tengah menjadi teman makan siangnya.
"Maaf, apa yang kau katakan?" tanya Keyla yang tidak mendengar begitu jelas apa yang di gumamkan oleh pria itu.
"Tidak ada," jawab Ziga menggelengkan kepala, ia tidak ingin Keyla tahu tentang masalah pribadinya.
Sedikit curiga Keyla menatap Ziga, namun gadis itu tidak mendesak sang pria dengan pertanyaannya. Ia lebih memilih untuk sedikit berpose menantang di depan Ziga yang sebenarnya membuat pria itu sedikit jengah.
Ponsel Ziga berdering, bergegas pria itu mengangkat panggilan yang berasal dari asisten pribadinya tersebut.
"Ada apa?" tanya Ziga kepada Erik.
__ADS_1
"Ada masalah di kantor Tuan," jawab Erik yang tengah berbohong pada Tuan Mudanya tersebut.
Pria itu berada di satu restauran yang sama dengan mereka, sehingga dapat melihat dengan jelas gelagat tidak baik yang di tunjukkan oleh Keyla. Maka dari itu Erik berinisiatif untuk menghubungi Ziga mencoba menyelamatkan Tuan Muda itu dari jaring yang tengah di tebar oleh teman masa sekolahnya dulu.
"Baik, Aku akan segera ke sana," jawab Ziga polos, pria itu tidak mengetahui bahwa Erik hanya beralasan menghubunginya.
Setelah selesai mendengar laporan dari Erik, pria itu pun segera mematikan ponselnya kemudian meminta maaf pada Keyla tidak dapat menemani wanita itu makan siang karena ada pekerjaan yang perlu ia tangani.
"Key, maaf, aku tidak bisa menemanimu makan siang kali ini karena ada masalah di perusahaan," ucap Ziga penuh dengan penyesalan, pria itu tidak enak hati karena telah mengecewakan Keyla teman semasa SMA nya itu.
"Tidak apa, Kita bisa makan lagi di lain waktu," jawab Keyla memaksakan tersenyum, gadis itu tidak ingin menunjukkan kekesalannya di hadapan Ziga yang kini telah ia targetkan untuk menjadi calon suaminya kelak.
"Sekali lagi aku minta maaf," ucap Ziga menjabat tangan Keyla untuk pamit kepada gadis itu.
"Tagihan ini biar aku yang bayar," tambah Ziga yang kemudian bergegas pergi meninggalkan Keyla yang masih tampak kesal sendirian di sana.
Aku pasti akan mendapatkanmu Ziga, hati kecil gadis itu berkata.
****
Hai terimakasih telah membaca Aku Mencintaimu 2. Ay mau sedikit curhat boleh?
Ay bingung kenapa sekarang like AM 2 menurun, padahal setiap harinya pembaca terus bertambah. Namun entah mengapa jumlah pembaca dengan jumlah like selalu tidak sesuai.
Maka dari itu jika kalian ingin novel ini lebih cepat up, maka jangan lupa untuk meninggalkan jempol kalian setelah membaca ceritanya. Jika jempol kalian banyak mampir di sini, maka Ay akan semakin bersemangat untuk meneruskan cerita ini.
Sekali lagi jangan lupa like ya, gratis ko likenya.
Hahaha
Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘
__ADS_1