Aku Mencintaimu 2

Aku Mencintaimu 2
Bab 22


__ADS_3

Kadang kamu harus mengikhlaskan. Bukan karena tak sayang, melainkan kita tahu ada sesuatu yang memang tidak bisa untuk dipaksakan.


~Ay Alvi~


Melihat tatapan dari Jesica membuat Ziga berpikir tidak enak, apalagi melihat raut wajah Jesica yang berubah semakin suram setelah melihat photo-photo tersebut.


Ziga pun meminta Jesica untuk menyerahkan photo tersebut. Awalnya ia nampak terkejut, namun beberapa saat kemudian pria itu tersenyum. Ziga pun memanggil Erik dan membisikkan sesuatu pada asisten pribadinya itu.


"Bagaimana Anda menjelaskan itu semua Tuan Pratama?" tanya seorang wartawan saat melihat photo-photo tersebut di proyeksikan ke layar monitor besar.


Ziga tersenyum menanggapinya, pria itu masih menunggu kedatangan Erik untuk membawakan bukti guna menyangkal photo yang telah beredar itu.


"Tuan apakah Anda membenarkan bahwa Anda telah bermalam di apartemen Nona Keyla?" tanya wartawan lainnya yang tidak sabar karena Ziga belum juga memberi tanggapan atas photo tersebut.


Sementara itu Nadhya yang melihat pemberitaan di media dan juga menyaksikan siaran langsung konferensi pers Ziga merasa sangat geram, mengapa sepupunya itu hanya tersenyum tidak menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.


Tak beda halnya dengan Maureen yang juga ikut melihat melalui layar kaca. Ia merasa kesal melihat sikap Ziga, bahkan wanita itu menyangka Ziga benar-benar bermalam di apartemen Keyla setelah melihat photo-photo yang di sebarkan oleh seorang wartawan.


Hanya Via yang tampak diam saja, apa yang di lihatnya di layar kaca memang sangat mempengaruhi hati dan pikirannya. Namun, ibu dari bayi kembar itu juga sadar jika semua itu merupakan bagian dari kesalahannya.


Ia yang telah memilih untuk meninggalkan pria itu, sehingga mungkin wajar bagi Ziga mencari kepuasan di luar sana. Ia pun dapat mengerti jika nanti pada kenyataannya pria itu telah melupakannya. Bagi Via yang terpenting adalah kedua buah hatinya. Ia tidak ingin lagi memikirkan tentang seorang pria. Baik itu Ziga ataupun yang lainnya.

__ADS_1


"Apa kau menyesalinya?" tanya Maureen penasaran karena sedari tadi Via hanya terdiam tak menampilkan ekspresi apa-apa saat mendengar kabar tentang Ziga yang hingga saat ini masih berstatus sebagai suaminya.


Via menggelengkan kepalanya, wanita itu memang tidak menyesali apa yang telah menjadi keputusannya. Dengan berita ini ia justru semakin yakin bahwa mereka memang tidak di takdirkan untuk bersatu. Mungkin kisah cinta mereka untuk Ziga hanyalah kisah cinta sesaat yang sudah sepantasnya untuk di lupakan.


Lain hal dengan dirinya, ia mencintai pria itu dengan segenap hatinya. Apalagi kini dengan kehadiran si kembar membuat Via semakin tak dapat melupakannya Ziga. Karena kehadiran dua makhluk kecil di hidupnya itu selalu mengingatkan Via pada sosok pria tersebut.


"Mungkin ia memang bukan takdirku," jawab Via enteng, wanita itu berusaha sebisa mungkin untuk menyembunyikan perasaannya. Ia tidak ingin seorang pun tahu apa yang ada di dalam hatinya.


Maureen menghela nafas, ia tahu perempuan itu terluka akibat mendengar pemberitaan ini. Namun, ia juga tidak dapat berkata banyak, semua sudah menjadi keputusan Via. Sebagai seorang sahabat Maureen hanya dapat mendukung apapun yang sudah di putuskan oleh wanita itu.


Sementara itu di ruangan konferensi pers, para wartawan terus mendesak Ziga untuk mengkonfirmasi kebenaran tentang photo-photo tersebut. Namun, sekali lagi pria itu tidak menanggapi mereka semua membuat Jesica tidak dapat menebak apa yang sebenarnya ada di pikiran sahabatnya itu.


Jesica kembali melirik Ziga yang tampak tenang-tenang saja. Gadis itu begitu gelisah karena ia tidak ingin sahabatnya terkena masalah. Jesica tahu perasaan Ziga pada Via, maka dari itu ia tidak ingin ada duri yang menancap di dalam hubungan rumah tangga mereka.


Ziga mengangguk, mengizinkan pria itu untuk membongkar semua kebohongan Keyla dengan memutar rekaman tersebut. Untung saja di mobilnya terpasang kamera tersembunyi sehingga Keyla tidak menyadarinya saat ia menggunakan mobil milik Ziga. Rekaman tersebut merekam kegiatan di dalam dan juga di luar mobil.


"Bagaimana kalian sudah melihat dengan jelas bukan, bahwa Nona Keyla mengendarai mobil milik Tuan Ziga seorang diri," ucap Erik menjelaskan kepada para wartawan tersebut.


"Lalu, bagaimana mobil tersebut bisa ada di tangan Nona Keyla? Apa Tuan Ziga memberikannya sebagai hadiah?" tanya wartawan lainnya yang masih berpikiran bahwa Ziga dan Keyla memiliki hubungan khusus. Mereka sepertinya masih belum puas dan percaya dengan bukti-bukti yang telah di keluarkan oleh Ziga dan Erik.


"Tuan muda meminjamkan mobil itu kepada Nona Keyla, karena menurut nona Keyla mobil miliknya rusak," jawab Erik sabar, pria itu berusaha sebisa mungkin menjelaskan dengan tenang dan juga hati-hati. Ia tidak ingin terjebak pertanyaan para wartawan yang tampaknya tengah memojokkan Ziga.

__ADS_1


"Apakah Anda mempunyai bukti kalau Tuan Ziga memang meminjamkan mobil tersebut dan bukan memberikannya sebagai hadiah kepada Nona Keyla?" tanya wartawan itu lagi, nampaknya ia yang paling ngotot untuk memojokkan Ziga dengan pertanyaan-pertanyaan yang di ajukannya.


Erik tampak terkejut, ia tidak menyangka akan timbul pertanyaan seperti itu. Pria itu memang tidak mempunyai bukti bahwa Ziga benar meminjamkan mobil itu kepada Keyla. Yang ada hanyalah seorang saksi, yaitu dirinya. Dengan keadaan seperti ini tidak akan ada yang percaya jika dia bersaksi untuk Ziga. Semua orang pasti menuduh ia sengaja membela atasannya dan bukan mengatakan yang sebenarnya.


Namun, ternyata yang sedang menjadi pokok pembicaraan tenang-tenang saja. Tak nampak kegelisahan di wajah Ziga. Pria itu seolah menganggap pertanyaan wartawan tadi bukanlah masalah untuknya.


Di kediamannya Keyla akhirnya dapat tersenyum kembali, setelah tadi ia sempat tegang karena rekaman yang terdapat di kamera tersembunyi yang ada di dalam mobil Ziga. Andai saja ia tahu ada rekaman tersebut, mungkin sudah ia hapus saat mobil itu masih ada di tangannya.


Tetapi setelah ia mendengar pertanyaan wartawan tadi, senyum kembali mengembang di bibirnya. Wanita itu merasa sangat beruntung karena bisa memojokkan Ziga. Ternyata tidak sia-sia uang yang ia keluarkan untuk membayar wartawan itu. Mereka bisa membuat pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkan Ziga.


Nampak olehnya di layar raut wajah Erik yang menegang, sepertinya pria itu tidak mempunyai bukti yang mengatakan mobil itu sengaja di pinjamkan oleh Ziga kepadanya karena ia beralasan mobil kepunyaannya rusak.


Kini, Keyla tengah berpikir lagi bagaimana agar ia bisa mendapatkan Ziga. Gadis itu pun meraih ponselnya dan melakukan panggilan kepada seseorang.


Ziga menerima panggilan dari seseorang setelah pria itu tadi sempat mengirimkan pesan pada orang itu saat Erik tengah memutar rekaman di dalam mobil. Pria itu sudah dapat menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Senyum mengembang saat Ziga selesai melakukan panggilan kemudian pria itu meraih mic nya dan berbicara kepada para wartawan.


******


Terimakasih telah membaca AKU MENCINTAIMU 2


Jangan lupa untuk memberikan like, coment dan juga votenya, tip juga boleh kalau bersedia dan ikhlas.

__ADS_1


hahaha


Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘


__ADS_2