Aku Mencintaimu 2

Aku Mencintaimu 2
Bab 14


__ADS_3

Ketika kamu jatuh, jangan tetap di bawah.


Jatuh bukan berarti kalah, itu hanya berarti kamu harus bangkit dan kembali mencoba.


~Ay Alvi~


Hari ini Keyla datang ke kantor dengan menggunakan mobil milik Ziga. Gadis itu menggunakan pakaian yang sedikit terbuka dengan maksud untuk menggoda pria yang memang sejak awal telah menjadi incarannya tersebut.


Ya, kali ini memang Keyla lebih berani memperlihatkan maksud dan tujuannya. Gadis itu tidak lagi berpura-pura, ia ingin langsung menyatakan perasaannya yang cukup lama ia pendam.


Keyla langsung memasuki ruangan Ziga tanpa mengetuknya. Selama di negara S ruang kantor milik mereka memang bersebelahan, itu karena kantor di sini hanya bersifat sementara. Mereka bekerja di kantor ini hanya selama proses pembangunan hotel berlangsung. Maka dari itu, gedung yang mereka sewa sebagai kantor bukanlah gedung yang besar. Hanya terdapat beberapa ruangan di sana dan juga tidak terlalu banyak orang yang bekerja di dalamnya.


Seperti saat ini, Keyla tahu Ziga sedang sibuk sendirian di dalam ruangannya. Sementara Erik beserta yang lainnya tengah meninjau ke lapangan mengawasi proses pembangunan hotel. Maka dari itu Keyla ingin memanfaatkan kesempatan ini. Walau semalam pria itu telah mengacuhkannya Keyla tetap tidak perduli.


"Sepertinya kau sedang sibuk?" tanya Keyla begitu masuk ke dalam ruangan tersebut tanpa basa-basi mengetuknya.


Ziga terkejut mendengar suara wanita yang sedari kemarin memang ingin di hindarinya.


Pria itu berdecak kesal, karena Keyla bahkan tidak mempunyai sopan santun untuk mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam ruangan seseorang.


"Kau mengejutkanku, mengapa tidak mengetuk pintu sebelum masuk?" tanya Ziga mencoba bersikap ramah mengingat Keyla adalah relasi bisnisnya.


"Memangnya kau sedang apa hingga aku mengejutkanmu?" Keyla balik bertanya di selingi tawa kecilnya melihat Ziga gugup ketika ia mendadak masuk.


"Bekerjalah, apalagi memang yang sedang aku lakukan?" jawaban sekaligus pertanyaan di lontarkan pria itu tanpa mengalihkan pandangannya dari layar komputer yang berada di depannya.

__ADS_1


Keyla mendekati Ziga, gadis itu melangkah mengitari meja kerja pria tersebut kemudian dengan segera duduk di pangkuan Ziga.


"Apa yang kau lakukan Key!" bentak Ziga tak senang, pria itu berusaha menjauhkan tubuh Keyla yang berada di pangkuannya.


Namun, gadis itu tak menyerah ia menarik dasi Ziga dan segera mencium bibir pria itu dengan rakus. Keyla tak memberi kesempatan Ziga untuk menolak, ia terus meraup bibir pria itu hingga akhirnya Ziga pun terhanyut dalam cumbuan yang di berikan Keyla.


Ziga hanyalah manusia biasa, dia juga pria yang normal. Sekuat apa pun pertahanan pria tersebut akhirnya runtuh juga, apalagi sudah cukup lama pria itu merindukan sentuhan wanita lebih tepatnya sentuhan sang istri Via.


Pria itu mulai membalas ciuman Keyla bahkan lebih panas dan bernafsu. Ziga mengangkat tubuh Keyla mendudukkan wanita itu ke atas meja kantornya. Dengan sigap Keyla menyingkirkan semua barang-barang yang ada di atasnya, gadis itu mengalungkan lengannya ke leher Ziga memperdalam ciuman mereka.


Brakk ....


Pintu terbuka dengan keras menghentikan aktivitasnya mereka yang tengah di landa gelora nafsu. Dengan mata menyalang Ayu menatap marah ke arah putra semata wayangnya tersebut.


"Dasar anak tidak tahu diri!" maki Ayu sembari melempar tasnya ke arah Ziga yang kini telah melepaskan pelukannya pada Keyla, membuat pria itu tersadar atas kesalahan yang telah di lakukannya.


"Kau anak kurang ajar! Menyesal aku memiliki anak sepertimu!" tukas Ayu kemudian berlalu pergi meninggalkan kantor itu dengan penuh kemarahan.


Awalnya wanita itu datang ke sana untuk berbaikan dengan Ziga, ia merasa iba pada putranya tersebut setelah beberapa bulan di negara S mereka tinggal bersama Ayu dapat mengetahui dan mengerti akan penyesalan Ziga yang ia anggap tulus.


Namun, setelah melihat kejadian tadi merubah pandangan Ayu terhadap putra semata wayangnya tersebut. Sebenarnya ia telah melihat Keyla masuk ke dalam ruangan putranya, awalnya wanita paruh baya itu tidak curiga karena ia memang mengenal Keyla sebagai teman masa sekolah Ziga yang kini menjadi relasi bisnis putranya tersebut.


Karena cukup lama gadis itu tidak keluar dan ia mendengar suara-suara yang mencurigakan, wanita itu memilih untuk menerobos masuk sehingga akhirnya melihat ia melihat pemandangan yang membuatnya muak dan menambah kebenciannya pada Ziga. Ayu tidak menyangka putranya dapat berbuat hal yang begitu menjijikan. Sebagai seorang ibu tentunya ia tidak ingin mempunyai anak yang tidak bermoral seperti itu, apalagi status Ziga masih memiliki seorang istri.


"Pergilah Key!" usir Ziga, pria itu terduduk kembali di kursi dengan wajah yang frustasi. Sebenarnya ia ingin mengejar sang ibu dan menjelaskan tentang kejadian tadi.

__ADS_1


Namun, ia sendiri bingung harus menjelaskannya bagaimana karena jelas-jelas itu juga adalah kesalahan darinya. Andai ia tidak tergoda dan terbuai rayuan Keyla tentu hal itu tidak akan terjadi. Andai ia lebih tegas dan dapat membentengi hatinya tentu juga Ayu ibunya tidak akan melihat hal yang memalukan seperti tadi.


"Tapi sayang," Keyla menolak pergi, gadis itu dengan acuh duduk kembali di pangkuan Ziga dan lengannya menggelayut mesra di leher pria tersebut. Ia mencoba merayu Ziga bahkan kali ini dengan membuka sedikit baju yang di kenakannya.


Ziga meraih tangan Keyla melepaskan dari lehernya, pria itu juga mendorong keras tubuh gadis itu dari pangkuannya hingga Keyla terjatuh di lantai.


"Pergilah!" bentak Ziga keras.


"Sebelum aku melakukan hal yang lebih menyakitkan!" ancam Ziga, pria itu tidak ingin lagi tergoda oleh rayuan Keyla dan ia sangat menyesali apa yang baru saja terjadi di antara mereka.


Keyla bangkit dari lantai dengan kesal, gadis itu menghentak-hentakkan kakinya meninggalkan kantor Ziga dengan penuh amarah.


"Aku akan membalas untuk penghinaanmu ini!" Keyla balik mengancam karena gadis itu kesal dan sakit hati atas penolakan pria yang sudah lama menjadi incarannya tersebut.


Keyla membanting pintu begitu keluar dari ruangan meninggalkan Ziga dalam keadaan frustasi karena memikirkan ibunya yang kini pasti akan semakin membencinya ketika melihat apa yang di perbuatnya tadi.


Pria itu melemparkan barang-barang yang ada di atas meja kantornya, bahkan Ziga meninju kaca meja hingga pecah dan menyebabkan tangannya terluka berdarah.


Ziga merosot ke lantai, menutupi wajah dengan kedua tangannya. Ia sungguh menyesali kebodohannya, dua kali melakukan kesalahan yang sama yang membuat orang tuanya kecewa bahkan Danu sang ayah di buat meninggal olehnya.


Pria itu menangis, tangisan penyesalan atas kebodohannya. Kebodohan yang membuat Ayu semakin membencinya.


*****


Terimakasih telah membaca AKU MENCINTAIMU 2 dan terimakasih juga untuk yang telah memberikan like, coment dan juga votenya.

__ADS_1


Ay cuma minta kalian jangan lupa untuk like jika selesai membaca karena satu like kalian sangat berharga bagi kami para penulis.


Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘


__ADS_2