
Tak perlu menjadi orang lain ketika ingin di puja atau di puji, karena yang terpenting adalah ketika dirimu mampu menerima segala kekuranganmu dengan lapang dada.
~ Ay Alvi~
"Jika kau memang tidak mempunyai hubungan dengan Keyla seharusnya kau membantah karena kabar tersebut bisa saja terdengar sampai ke telinga Via," ucap Nadhya mempertanyakan ketegasan sepupunya tersebut.
"Aku telah mengumpulkan rekaman kamera dan akan aku tunjukkan di konferensi pers nanti," jelas Ziga, ia tidak ingin semua orang salah paham dengan keterangan ambigu yang di katakan oleh Keyla.
Nadhya pun akhirnya dapat bernafas lega begitu mendengar penjelasan Ziga. Setidaknya sepupunya itu tidak berkhianat walau kini Via sahabatnya telah pergi entah kemana.
"Baiklah, aku nantikan itu," ucap Nadhya mengharapkan sepupunya menepati ucapannya dan selepas mengucapkannya, Nadhya pun memutuskan sambungan telepon tersebut.
Ziga membuang nafas kasar, ia kembali memikirkan kata-kata Nadhya. Benar apa yang di katakan oleh gadis itu, ia harus secepatnya membantah apa yang di katakan oleh Keyla karena bisa jadi Via melihat berita itu dan akhirnya akan timbul kembali kesalahpahaman di antara mereka.
Ia tidak ingin membuat hubungan mereka semakin renggang, setidaknya walau mereka berpisah Ziga tidak ingin Via berpikir jika dirinya mengkhianati wanita itu. Ziga sangat mencintai Via, jujur ia baru merasakan arti hadirnya wanita itu di saat seperti ini.
Semenjak kepergian Via, hidupnya semakin terpuruk, entah itu karena sudah nasibnya atau memang karma karena ia telah menyakiti wanita itu. Tapi, Ziga selalu berharap semoga hidup Via baik-baik saja. Wanita itu telah banyak mengalami musibah. Maka dari itu Ziga tidak ingin lagi ada kemalangan yang menimpa istrinya tersebut.
Dimana pun Via berada, Ziga selalu mendoakan yang terbaik untuknya.
"Tuan, semua sudah menunggu di ruangan konferensi pers," lapor Erik kepada pria yang telah hampir sepuluh tahun ini menjadi atasannya.
Ziga mengangguk menanggapi laporan Erik.
Pria itu menghirup nafas dalam-dalam sebelum akhirnya keluar ruangan untuk menuju tempat di adakannya konferensi pers yang telah di padati oleh para wartawan.
Tampak para wartawan telah memadati ruangan tersebut saat Ziga menapakkan kakinya di sana. Dengan wajah dingin pria tersebut duduk di kursi yang telah di sediakan di dampingi oleh Erik dan juga dua orang pengacaranya.
Ziga sengaja melibatkan pengacara karena ia ingin menuntut Keyla atas tuduhan pencemaran nama baik. Ia sudah tidak memperdulikan lagi tentang kerjasama mereka. Pria itu hanya ingin membersihkan namanya yang telah tercoreng oleh kelakuan Keyla.
__ADS_1
"Selamat siang!" ucap Erik membuka siaran konferensi siang ini.
"Siang!" jawab mereka yang hadir di sana kompak.
"Kalian pasti tahu, apa alasan kalian semua di undang ke sini." Erik memulai penjelasan karena Ziga di sini hanya ingin menjawab pertanyaan para pemburu berita itu. Ia tidak ingin menjelaskan apa-apa, pria itu hanya ingin menunjukkan lewat bukti yang di hadirkannya.
"Tahu," jawab mereka serempak masih menunggu kelanjutan keterangan dari Erik sebelum bertanya langsung kepada si target berita Ziga Rahardian Pratama.
"Saya akan mempersilakan kepada Nona pengacara untuk menjelaskan semuanya dan saya harap Anda semua bisa mendengarkan terlebih dahulu sebelum mengajukan pertanyaan, nanti akan ada kesempatan untuk kalian bertanya," jelas Erik yang kemudian mempersilakan Jesica yang memang di tunjuk menjadi pengacara Ziga untuk menjelaskan tujuan dari konferensi pers tersebut.
"Selamat siang!" sapa wanita cantik yang juga selain pengacara adalah sahabat baik dari Ziga.
"Siang," jawaban kompak keluar dari para pemburu berita.
"Saya hadir di sini ingin menegaskan bahwa berita yang beredar mengenai klien saya Tuan Ziga Rahardian Pratama itu adalah tidak benar. Berita itu adalah perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab demi untuk menjatuhkan nama baik tuan Ziga," jelas Jesica dengan suara yang lantang.
Bisik-bisik dari suara sumbang pun terdengar di antara para wartawan. Sebagian dari mereka tidak mempercayai apa yang di katakan oleh wanita cantik itu.
"Dengan ini kami juga akan mengajukan tuntutan terhadap nona Keyla atas tuduhan pencemaran nama baik." Jesica meneruskan kata-katanya.
"Apa ada bukti yang menguatkan kata-kata Anda Nona?" tanya salah seorang wartawan memberanikan diri walau belum di beri kesempatan untuk bertanya.
"Tentu kami punya bukti, bahwa semua yang di katakan oleh Nona Keyla adalah tidak benar. Tuan Ziga dan Nona Keyla tidak pernah makan malam berdua. Yang ada hanyalah makan malam bersama dengan para staf pembangunan hotel termasuk tuan Erik di dalamnya," jelas Jesica sembari menunjuk ke arah Erik yang kemudian menganggukkan kepalanya.
"Lalu bagaimana sebenarnya hubungan antara Tuan Ziga dengan Nona Keyla?" tanya wartawan lainnya yang di sambut dengan anggukan komunitas mereka.
"Untuk hal ini akan Tuan Ziga yang lebih berkewenangan untuk menjawabnya," tukas Jesica menyerahkan pertanyaan itu pada sahabatnya, karena ia ingin para pemburu berita itu mendengar keterangan langsung dari sang empunya berita.
Ziga menarik nafas kemudian membetulkan letak microfon yang ada di hadapannya.
__ADS_1
Pria itu bersiap untuk menjawab semua pertanyaan yang akan di ajukan oleh para wartawan.
"Selamat siang kawan-kawan pers semua!" sapa Ziga dengan suara serak khas miliknya yang membuat suara itu terdengar seksi di telinga para wanita. Sebagian wartawan wanita memandang takjub kepadanya.
Jika pria itu membantah memiliki hubungan dengan Keyla setidaknya mereka masih memiliki kesempatan untuk mendekati pria tampan nan kaya tersebut. Di usianya yang baru menginjak dua puluh delapan tahun, Ziga tergolong pria muda yang mapan.
Selain wajahnya yang tampan rupawan kekayaan pria tersebut juga menjadi nilai lebih dari pria bermata amber tersebut. Boleh di bilang Ziga adalah bujangan paling populer saat ini. Maka dari itu banyak wanita yang mengejar pria itu untuk di jadikan suami tanpa mereka ketahui bahwa Ziga sendiri telah menikah.
Pernikahannya dengan Via saat itu bersifat tertutup, tidak ada awak media yang mengetahuinya. Saat pernikahannya Ziga hanya mengundang beberapa teman dekat dan juga para kerabat.
Tepat di saat keluarga Pratama ingin mengumumkan status Via, kecelakaan terjadi di pesta tersebut sehingga mereka yang hadir di sana lebih berfokus pada kecelakaan yang menyebabkan Fello artis pendukung mereka saat itu terluka ketimbang pengumuman Via sebagai menantu satu-satunya di keluarga konglomerat tersebut.
"Terimakasih atas kesediaan kalian untuk menghadiri konferensi pers ini," ucap Ziga dengan sorot mata yang ramah membuat para kaum hawa semakin terpesona kepada pria itu.
"Tuan Ziga, apa sebenarnya hubungan Anda dengan Nona Keyla?" tanya seorang wartawan wanita yang memang penasaran dengan status pria yang tengah duduk di hadapan mereka.
"Saya dan Nona Keyla hanyalah sebatas relasi bisnis," jawab Ziga tegas.
"Sebelumnya saya memang telah mengenal Nona Keyla, karena dia adalah teman semasa SMA saya," tambah Ziga.
"Lalu bagaimana dengan makan malam romantis itu? Apakah Anda menyangkal semuanya?" tanya wartawan wanita lainnya.
Ziga terdiam dia belum menjawab membuat semua yang berada di sana di serang rasa penasaran.
Sementara itu Via dan Maureen yang tengah menyaksikan siaran langsung konferensi pers tersebut pun ikut menjadi tegang menunggu jawaban dari Ziga. Terutama Via yang ingin mengetahui dengan jelas apa terjadi di makan malam itu.
***
Terimakasih telah membaca AKU MENCINTAIMU 2.
__ADS_1
Jangan lupa untuk memberikan like, coment dan juga votenya agar Ay lebih bersemangat.
Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘