Aku Mencintaimu 2

Aku Mencintaimu 2
Bab 13


__ADS_3

Jangan menyerah hanya karena satu bab buruk yang terjadi dalam hidupmu. Teruslah melangkah. Kisahmu tidak berakhir di sini.


~Ay Alvi~


Keyla kembali ke apartemennya dalam keadaan kesal, wanita itu tidak menyangka bahwa mendapatkan Ziga akan lebih sulit dari perkiraannya. Namun, ia tidak ingin menyerah sampai di sini saja. Selama Ziga belum dapat menemukan istrinya dia masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan pria itu. Bahkan jika nantinya ada istri Ziga, Keyla tidak akan menyerah begitu saja.


Keyla melemparkan kunci mobil Ziga ke atas nakas, kemudian wanita itu segera mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.


"Bagaimana? Kalian sudah menemukan di mana keberadaan wanita itu?" tanya Keyla pada seseorang di seberang telepon.


"Maaf Nona, kami belum dapat mengetahui keberadaannya," jawab orang tersebut.


"Lalu bagaimana dengan anak buah Ziga? Apa mereka sudah mendapat titik terang?" tanya Keyla lagi, gadis itu memang meminta anak buahnya untuk juga mengawasi orang-orang yang Ziga perintahkan untuk mencari istrinya.


"Belum juga Nona, sepertinya semua informasi tentang wanita itu hilang, lenyap begitu saja," jawab orang itu, mereka memang sama-sama kesulitan untuk mencari Via.


"Baguslah, lanjutkan kerja kalian," ucap Keyla langsung mematikan panggilan teleponnya.


Keyla tersenyum licik, gadis itu berharap Ziga tidak akan bertemu dengan istrinya untuk selamanya, sehingga ia dapat memiliki lebih banyak kesempatan untuk bisa hidup bersama dengan pria tersebut.


Sementara itu, begitu tiba di Mansion Ziga langsung menuju kamarnya. Pria itu benar-benar merasa lelah dengan hidup yang di jalaninya. Kini tak ada lagi yang menjadi penyemangat hidupnya, tak ada lagi yang menjadi penerang hidupnya. Semua terasa gelap bagai berjalan di dalam hutan rimba.


Moscow, Rusia.


"Nona, makan malam sudah siap," lapor salah satu pelayan kepada Via atau yang saat ini mereka panggil dengan sebutan Leea.


Via mengangguk menjawab, kemudian meletakkan Zeline yang baru saja tertidur di dalam box bayinya. Aiden sendiri telah terlebih dahulu terlelap. Wanita itu pun segera turun untuk makan malam bersama dengan keluarga Petrov.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Mr. Ivanovich Petrov begitu melihat wajah Via putri angkatnya terlihat muram.

__ADS_1


"Tidak ada Papi," jawab Via berbohong, dia tidak ingin mereka mengetahui bahwa ia merindukan keluarganya. Ini adalah pilihan hidupnya, untuk membuang semua tentang masa lalunya.


Mr. Ivanovic menatap curiga kepada putri angkatnya tersebut, dia tahu ada yang sedang di pikirkan oleh Leea. Namun, ia juga tidak dapat memaksa wanita itu untuk bercerita.


"Apa kau merindukan keluargamu?" Demyan yang bertanya kali ini.


Via menunduk, wanita itu tidak berani menjawab pertanyaan dari kakak angkatnya.


Ia memang merindukan keluarganya, merindukan Reza kakaknya, merindukan Wenny bibinya dan juga merindukan Jordan kakak sepupunya. Namun, sejak awal ia meminta Demyan untuk mengganti identitasnya, ia sudah merelakan untuk melepas itu semua. Wanita itu sadar bahwa ini adalah pilihan hidup yang harus di terimanya.


"Hubungi mereka jika kau memang merindukannya," ucap Mr. Ivanovic bijak, pria paruh baya itu tahu rasanya kehilangan anggota keluarga. Walau selama ini dia selalu memerintahkan Demyan untuk memberi kabar kepada keluarga Via tanpa sepengetahuan wanita itu, kini melihat putri angkatnya bersedih ia pun tidak tega.


"Apakah boleh?" tanya Via ragu-ragu menatap ayah angkatnya dengan penuh pengharapan.


Ivanovic mengangguk menjawab pertanyaan Via, ia bukanlah pria kejam yang tega membiarkan putri angkat kesayangan itu bersedih. Bagi pria paruh baya itu kebahagiaan Via berarti kebahagiaan untuknya, luka Via adalah luka untuk keluarga Petrov. Maka dari itu ia juga masih membenci Ziga karena telah menyakiti hati putrinya.


"Selesai makan ikut Papi ke ruang kerja," ucap Ivanovic kepada Via.


"Kakak!" sapa Via di layar monitor saat mereka melakukan video call di ruang kerja Mr. Petrov.


"Hai sayang, bagaimana keadaanmu?" tanya Reza melambaikan tangannya ke arah monitor seolah merasa bisa menggapai adiknya tersebut.


"A-Aku baik," jawab Via, wanita itu gugup karena sudah terlalu lama tidak menghubungi sang kakak.


"Maafkan aku Kak," lirih Via, sejujurnya wanita itu merasa sangat bersalah karena pergi tanpa pamit kepada sang kakak.


"Tidak perlu minta maaf, Kakak tahu semuanya," ucap Reza yang memang telah mengetahui masalah yang di hadapi Via dari Demyan dan juga Maureen. Sejujurnya pria itu merasa bersyukur karena adiknya mempunyai kakak angkat yang sangat perhatian. Bahkan selama ini semua kabar tentang Via dan juga anak kembarnya Demyan yang melaporkan.


"Bagaimana kabar si kembar?" tanya Reza mengalihkan pembicaraan karena jika mereka terus membahas tentang kepergian wanita itu pastinya adik kandungnya tersebut akan bersedih teringat kembali tentang Ziga suami yang telah di tinggalkannya.

__ADS_1


"Ba-bagaimana Kakak bisa tahu?" tanya Via keheranan, selama ini ia belum pernah menceritakan kepada sang kakak bahwa ia memiliki dua anak anak yang cantik dan tampan.


"Tuan Demyan menceritakan semuanya," jawab Reza jujur.


"Dia selalu memberi kabar tentang keadaanmu," terang Reza membuat Via meneteskan air matanya, wanita itu merasa bersalah karena seharusnya ia yang memberi kabar pada keluarganya bukan Dengan yang adalah kakak angkatnya.


Via berpikir bagaimana ia bisa membalas semua kebaikan keluarga Petrov yang selama ini terlalu baik kepadanya. Wanita itu juga merasa sangat bersyukur bisa mendapatkan keluarga angkat yang benar-benar menyayanginya dengan tulus.


'Mereka baik Kak, sudah bertambah pintar sekarang," jawab Via dengan mata yang berbinar begitu membahas tentang kedua buah hatinya.


Bagi Via kedua anak itu adalah lentera penerang di kehidupannya yang gelap. Maka dari itu ia sangat menyayangi si kembar dengan seluruh jiwa raganya. Mereka adalah anugerah terindah yang ia miliki di dalam hidupnya.


Oleh karena itu walaupun Via pergi meninggalkan Ziga karena sakit akibat kata-kata pria itu, namun tidak ada sedikit pun penyesalan di hatinya telah menikah dengan Ziga. Karena jika ia tidak menikah dengan laki-laki tersebut tentu tidak akan pernah ada Aiden dan Zeline di hidupnya. Maka dari itu di balik sakit hatinya terselip rasa syukur karena telah menikah dengan Ziga, pria yang hingga saat ini masih sangat di cintainya tersebut.


"Kakak senang mendengarnya, lain kali izinkan Kakak untuk melihat kedua bocah itu," pinta Reza yang memang sejak kelahiran kedua keponakannya tersebut belum dapat melihat rupa wajah si kembar.


"Ya, pasti Aku akan memperlihatkan kedua anak itu kepada Kakak," janji Via, ia memang sudah tak sabar untuk menunjukan kepada pria itu bahwa kini ia telah memiliki putra dan putri yang tampan juga cantik.


"Sekarang Kakak istirahat, di sana pasti sudah tengah malam," ucap Via karena Rusia dan Indonesia memiliki perbedaan waktu empat jam.


"Baiklah, sampaikan salam kakak untuk seluruh keluarga Petrov dan juga untuk si kembar," pesan Reza sebelum akhirnya menutup sambungan teleponnya.


"Terimakasih Papi," ucap Via tulus, wanita itu bahagia karena kerinduannya telah sedikit terobati. Wanita itu menghapus wajah sedihnya dan kini tersenyum lebih terlihat bahagia.


Tuan Petrov mengangguk, saat ini senyum. dan kebahagiaan putri angkatnya tersebut yang utama. Dia bahagia melihat senyum yang tercetak di bibir Via.


****


Terimakasih telah membaca AKU MENCINTAIMU 2 dan terimakasih juga untuk yang telah memberikan like, coment dan juga votenya.

__ADS_1


Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘


__ADS_2