Aku Mencintaimu 2

Aku Mencintaimu 2
Bab 23


__ADS_3

Mungkin masa lalu memang bisa menyakitkan. Tetapi kamu tetap bisa memilih untuk lari atau belajar darinya.


~Ay Alvi~


Ziga menerima panggilan dari seseorang setelah pria itu tadi sempat mengirimkan pesan pada orang itu saat Erik tengah memutar rekaman di dalam mobil. Pria itu sudah dapat menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.


Senyum mengembang saat Ziga selesai melakukan panggilan kemudian pria itu meraih mic nya dan berbicara kepada para wartawan.


"Bisa mohon di ulangi pertanyaan kalian," ucap Ziga meminta para wartawan mengulangi pertanyaan yang mereka ajukan tadi.


"Apa yang dapat Anda jadikan bukti bahwa Anda hanya meminjamkan mobil tersebut kepada Nona Keyla dan bukan memberikannya sebagai hadiah?" Salah seorang wartawan mengulangi pertanyaan yang tadi telah mereka ajukan namun belum mendapat jawaban dari Ziga.


Ziga tersenyum, kemudian pria itu menoleh kearah pintu dimana ada seorang pemuda bertubuh kecil yang tengah berjalan masuk dari pintu tersebut menuju tempat mereka.


"Saya tidak hanya akan memberikan bukti, tapi saya juga membawa saksi," tukas Ziga menunjuk pemuda yang tengah berjalan menuju dirinya.


Semua mata pun menoleh ke arah pemuda tersebut, termasuk Erik dan Jesica mereka berdua tidak tahu siapa sebenarnya pemuda yang baru saja tiba itu.


"Tuan bisa Anda jelaskan siapa anak muda ini?" tanya seorang wartawan yang memang telah di perintahkan oleh Keyla untuk mengacaukan konferensi pers.


"Saya akan persilakan yang bersangkutan untuk memperkenalkan dirinya," jawab Ziga, pria itu kemudian memberikan mic yang ia pegang kepada pemuda tersebut.


"Perkenalkan nama saya Samuel," ucap sang pemuda menyapa para wartawan yang memandang serius ke arahnya.


"Apa tujuan Anda datang ke sini?" tanya salah satu wartawan.

__ADS_1


"Apa benar Anda adalah saksi yang dapat membuktikan bahwa apa yang di katakan oleh Tuan Ziga adalah benar?" tanya wartawan lainnya.


"Harap tenang! Tuan Samuel akan menjawab satu persatu pertanyaan kalian," ucap Erik mencoba menenangkan suasana karena beberapa dari para wartawan langsung menyerbu Samuel dengan berbagai pertanyaan.


Seketika suasana pun menjadi hening, mereka semua menantikan jawaban dari Samuel termasuk Erik dan juga Jesica yang menjadi pengacara Ziga. Gadis itu sedikit tegang karena tidak mengetahui fakta apa yang akan di ungkap oleh Samuel.


Hanya Ziga yang tampak biasa saja, dari raut wajahnya sama sekali tidak nampak khawatir. Bahkan pria itu menanggapi pertanyaan para wartawan dengan senyuman.


Tak berbeda dengan suasana ruang konferensi pers yang nampak tegang, begitu pula yang dirasakan oleh Keyla. Gadis itu nampak berjalan mondar-mandir di hadapan siaran Tv yang menayangkan konferensi pers yang digelar oleh Ziga.


Ia tidak mengetahui siapa pemuda yang bernama Samuel tersebut dan juga dari mana datangnya lelaki itu. Gadis itu juga khawatir dengan bukti yang akan di tunjukkan Samuel. Entah apa lagi yang akan di ungkapkan oleh Ziga, Keyla sama sekali tidak dapat menebak-nebak.


"Bisakah kau lebih tenang?" tanya pengacara Keyla yang kesal melihat tingkah gadis itu berjalan mondar-mandir tidak karuan.


"Bagaimana aku bisa tenang? Jika aku tidak tahu apa yang di persiapkan pria itu untuk membantah skandal yang aku ciptakan," jawab Keyla sengit, ia benar-benar merasa tertekan dan frustasi karena jika Ziga dapat membuktikan semua berita itu hanyalah karangan dirinya, maka sudah tentu akan tamat riwayatnya.


"Bukankah kau sendiri yang bilang bahwa Tuan Ziga memberikan mobil itu kepadamu sebagai hadiah?" tanya sang pengacara yang tidak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.


Keyla memang berbohong pada pengacaranya, gadis itu mengatakan bahwa Ziga memberikan hadiah mobil sebagai tanda ketulusan cintanya. Namun, dengan adanya kejadian ini, Keyla tidak dapat lagi mengelak. Pria itu tidak pernah memberinya apa-apa, Ziga hanya meminjamkan mobilnya pada Keyla karena ia beralasan kendaraan yang di bawanya mengalami kerusakan.


Di tempat lainnya, Maureen juga ikut tegang. Wanita hamil itu masih terus mengikuti jalannya konferensi pers walau Via telah melarangnya. Via tidak ingin lagi melihat berita tentang Ziga. Ibu dari si kembar itu telah merelakan andaikata ayah dari kedua anaknya memang menjalin hubungan dengan wanita lain.


Via memilih untuk berdiam diri di kamarnya menemani kedua buah hatinya. Wanita itu mencoba untuk tetap tabah menghadapi kenyataan yang memang sudah seharusnya. Via sadar jika itu juga bagian dari kesalahannya karena telah meninggalkan Ziga suaminya.


Wanita mana yang tidak tertarik dengan wajah tampan dan juga kekayaan yang berlimpah. Jadi sudah sewajarnya jika memang banyak wanita yang mengantri untuk mendapatkan suaminya. Ia hanya berharap semoga pria itu akan mendapatkan wanita yang baik yang akan menemani pria itu hingga tua nanti.

__ADS_1


Untuk dirinya sendiri, Via tidak berharap banyak. Yang penting dan terutama sudah tentu kedua buah hatinya. Bagi Via, bisa melihat kedua anak kembarnya tumbuh dengan sehat sudah cukup untuknya. Walaupun wanita itu harus mengurus dan membesarkan si kembar seorang diri tanpa suami yang mendampinginya.


Tak berbeda dengan Maureen yang penasaran begitu pula dengan Nadhya, wanita yang kini tengah bersama kekasihnya Joshua itu merasa penasaran dengan bukti yang akan di ungkapkan oleh Ziga sepupunya. Walau ia sudah tahu kalau pria itu tidak bersalah, namun melihat ada saksi dan bukti yang di hadirkan oleh Ziga cukup membuat gadis itu penasaran.


Di ruangan konferensi pers Samuel memberikan sebuah flashdisk kepada Erik dan meminta pria itu untuk memutar video yang ada di dalamnya melalui layar monitor yang tersedia di sana.


"Ziga dapatkan aku menebeng mobilmu?"


Rekaman video di mulai saat Keyla mulai bertanya pada Ziga. Semua yang hadir di sana membelalakan matanya, walau rekaman tidak terlalu jelas karena memang di ambil pada waktu malam dan juga secara sembunyi-sembunyi, namun mereka dapat mengenali suara Keyla dan juga siluet tubuh wanita itu.


"Ada apa dengan mobilmu?"


Kali ini mereka mendengar Ziga yang bertanya dengan nada malas, bahkan sepertinya pria itu enggan meladeni Keyla.


"A-Aku tidak dapat menghidupkan mesinnya dan sepertinya mobilku rusak,"


Jawaban itu yang terdengar dari mulut Keyla membuat semua yang hadir di sana menyadari bahwa selama ini mereka telah di bohongi oleh wanita itu. Namun, ternyata rekaman tidak berakhir di situ saja. Mereka terus menyaksikan video yang di putar di layar dengan seksama.


Hingga pada akhirnya adegan Keyla mengambil kembali kunci yang telah gadis itu serahkan kepada Ziga karena ia tidak ingin di antarkan oleh Erik.


"Kalian sudah melihat jelas video yang tidak sengaja aku rekam," ucap Samuel setelah video tersebut berakhir.


"Awalnya aku hanya ingin merekam Nona Keyla karena aku memang menyukainya," ucap Samuel jujur, pemuda itu memang sedikit mengidolakan Keyla yang terkenal cantik dan juga pintar di bidang desain arsitektur.


"Namun, ternyata aku mendapatkan rekaman ini dan aku sama sekali tidak menyangka bahwa Nona Keyla membalas kebaikan Tuan Ziga dengan cara seperti ini," tambah Samuel.

__ADS_1


"Sejujurnya aku merasa kecewa karena ternyata ia tidak lebih dari seorang wanita murahan yang ingin meraih keuntungan dari kebaikan seseorang," tukas Samuel sengit, pemuda itu akhirnya sadar bahwa ia telah mengidolakan orang yang salah.


Melihat video yang telah di putar dan juga keterangan yang di berikan Samuel membuat para wartawan itu akhirnya sadar. Mereka juga berpendapat yang sama dengan Samuel bahwa kebaikan Ziga telah di salah gunakan dan juga di salah artikan oleh wanita itu.


__ADS_2