Aku Mencintaimu 2

Aku Mencintaimu 2
Bab 7


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, di setiap menit bahkan detiknya tentu bisa menciptakan segala memori yang tak terlupakan.


Banyak yang terlena dengan perputaran waktu yang terus berputar, sehingga menganggap bahwa masih ada banyak waktu.


Padahal tanpa disadari telah banyak waktu yang terbuang percuma. Menunda segala hal, padahal waktu terus berjalan.


~Ay Alvi~


Moscow, Rusia.


Pernikahan Maureen dan Demyan di gelar di Katedral Neporochnogo Zachatiya Presvyatoy Devy Marii yang merupakan gereja Katholik terbesar di Moscow.


Gadis itu terlihat cantik dengan balutan busana pengantin berwarna putih dengan bertaburan mutiara yang menambah kesan mewah dan elegan membuat Maureen terlihat seperti putri yang keluar dari negeri dongeng.


Selesai janji suci yang di ucapkan oleh kedua mempelai para tamu undangan di bawa dengan kereta kuda menuju hotel tempat di selenggarakannya resepsi pernikahan yang menurut Via sangatlah mewah.


Wanita itu memandang sahabatnya yang kini tengah tersenyum bahagia. Menikah dengan orang yang di cintai tentu saja akan memberikan kesan tersendiri. Beda hal dengan dirinya, walau kata cinta pernah terucap dari bibir Ziga suaminya, namun semua itu berbeda dengan apa yang terjadi pada Maureen dan Demyan.


Via menarik nafas dalam-dalam, semua sudah terjadi di dalam hidupnya. Tak ada yang dapat merubah hal tersebut. Kini yang ia lakukan hanya mencoba menata hatinya, menjaga dan merawat kedua buah hatinya yang sebentar lagi akan terlahir ke dunia.


Air mata sedikit menetes dari sudut matanya, melihat kebahagiaan sahabatnya membuat Via sedikit iri. Namun, ia juga tidak mau jika harus kembali melihat ke belakang. Semua ini adalah pilihannya, meninggalkan Ziga yang masih resmi berstatus sebagai suaminya sudah menjadi pilihan wanita itu.


Bukan tanpa alasan dia memilih untuk pergi, wanita itu ingin tahu sebesar apa cintanya dan juga sebesar apa cinta pria itu kepadanya. Perpisahan adalah jalan terbaik untuk mengukur kadar tersebut, karena biasanya kita baru akan merasa seseorang itu berharga setelah kita kehilangan. Dan Via ingin membuktikan kata-kata itu. Jika memang bagi Ziga dirinya berharga, tentu pria itu akan terus berusaha mencarinya.


Begitu pula sebaliknya, jika dalam hatinya Ziga adalah seseorang yang berharga, maka ia bersedia memaafkan pria itu dan kembali merajut rumah tangga bersama dengannya.


Via terhanyut dalam pikirannya ketika seorang pelayan menawarkan minuman pada wanita itu.


"Anda mau minum jus Nyonya," tawar pelayan tersebut kepada Via yang tampak seorang diri terpisah dari keramaian pesta.

__ADS_1


Via mengangguk kemudian mengambil segelas jus yang tersedia di nampan. Namun, baru saja Via akan meraih minumannya, tiba-tiba ia menjerit kesakitan. Dan akibatnya gelas itu pun terlepas dari genggamannya hancur berserakan di lantai.


Sang pelayan yang terkejut dengan sigap meraih tubuh Via yang limbung akibat kontraksi yang di alaminya. Begitu pula para tamu dan juga sang pemilik pesta Maureen yang langsung menghampiri sahabatnya tersebut ketika mendengar jeritan Via.


Demyan pun segera memerintahkan orang untuk menyiapkan mobilnya, karena ia pribadi yang akan membawa adik angkatnya itu ke rumah sakit. Maureen pun tak kalah panik, mereka berdua meninggalkan tamu undangan dan segera bergegas menuju rumah sakit.


Mr. Petrov pun tak mau ketinggalan, pria paruh baya itu menyusul ke rumah sakit dengan di dampingi asisten dan juga para bodyguardnya. Dia sudah tidak sabar menantikan kehadiran cucu-cucunya.


Walau Via hanya anak angkat, namun kasih sayang yang di berikan oleh pria itu sama seperti kepada putri kandungnya. Bahkan Mr. Petrov telah menyiapkan kamar khusus untuk kedua cucu kembarnya jauh-jauh hari sebelumnya.


Begitu tiba di rumah sakit, Via langsung di bawa masuk ke dalam ruangan bersalin. Sementara Maureen, Demyan dan juga Mr. Petrov menunggu dengan cemas di luar ruangan.


"Suami Nyonya Aleea!" seru suster memanggil ke arah Demyan dan yang lainnya.


Mereka bertiga saling berpandangan, bingung harus bagaimana menjawab panggilan tersebut.


"Maaf Tuan, tapi yang saya panggil adalah suaminya bukan kakaknya," tolak suster tersebut.


"Apa bedanya?! Adikku tidak memilki suami!" ujar Demyan emosi yang akhirnya membuat suster itu ketakutan.


"Ma-maaf Tuan," sesal suster tersebut, dia benar-benar ketakutan melihat kemarahan Demyan.


Maureen pun maju meraih lengan Demyan berusaha menenangkan suaminya. Wanita itu tahu Demyan hanya terlalu tegang karena takut kejadian yang menimpa mendiang istrinya akan terulang.


"Suaminya masih di luar negeri Sus," ucap Maureen mencoba menjelaskan agar tidak timbul gosip mengingat keluarga suaminya adalah keluarga terpandang.


Sang suster pun akhirnya mengangguk tanda ia mengerti dengan penjelasan Maureen.


"Apa yang terjadi pada adik saya?" tanya Maureen karena sepertinya suster tersebut membawa kabar penting.

__ADS_1


"Begini Nyonya tekanan darah Nyonya Leea naik, maka dari itu jika terpaksa kami harus mengambil langkah operasi untuk menyelamatkan ibu dan juga kedua bayinya, oleh karena itu kami memerlukan tanda tangan suaminya untuk persetujuan operasi." Suster tersebut menjelaskan panjang lebar tentang maksudnya.


Mereka yang berada di sana pun akhirnya mengerti termasuk Demyan yang tadi sempat emosi.


"Lakukan yang terbaik, Aku akan menandatangani sebagai penjaminnya," ucap Demyan.


Sang suster pun akhirnya mengangguk setuju, ia tidak ingin lagi membantah Demyan yang memiliki aura menakutkan. Ia pun segera memberikan berkas-berkas yang perlu di tandatangani oleh Demyan.


Setelah Demyan menandatangani surat persetujuan, persiapan untuk operasi pun segera di lakukan. Namun, Dokter James sebagai dokter pribadi Via masih menunggu tekanan darah wanita itu kembali normal karena sesuai dengan permintaan Via yang tidak ingin melakukan operasi untuk proses persalinannya.


Setelah tiga jam berada di dalam ruang bersalin, akhirnya terdengar suara tangis bayi dari dalam ruangan. Via telah melahirkan seorang bayi laki-laki yang tampan. Namun karena wanita itu memang mengandung anak kembar, maka sepuluh menit kemudian terdengar kembali tangisan bayi yang kali ini terdengar lebih keras dari yang pertama.


Sang bayi mungil berjenis kelamin perempuan lahir ke dunia menyusul kakaknya yang telah terlebih dahulu menghirup udara segar dunia.


Kedua bayi tersebut di lahirkan Via secara normal, mereka terlihat sangat tampan dan cantik. Via tersenyum bahagia melihat kedua buah hatinya, matanya memandang dua makhluk kecil itu penuh dengan rasa syukur.


Saat si kembar mengerjapkan kedua matanya Via pun terhenyak. Mata kedua buah hatinya berwarna amber persis seperti mata Ziga ayah mereka. Tanpa terasa sebulir air mata pun menetes membasahi pipinya, ia kembali teringat akan sosok suaminya.


******


Terimakasih telah membaca AKU MENCINTAIMU 2 dan terimakasih juga yang telah memberikan like, coment dan juga votenya.


Jujur ay sedikit ragu untuk melanjutkan kisah ini, karena ada beberapa komentar yang tidak menyukai cerita yang penuh dengan konflik ini.


Ay buat kisah ini karena permintaan beberapa pembaca yang ingin mengetahui kisah Ziga dan Via saat berpisah, tapi setelah cerita ini di buat banyak pula yang malah berkomentar tidak menyukai cerita yang penuh masalah ini.


Maka dari itu Ay mau minta pendapat kalian, jika masih ada yang ingin agar ay melanjutkan kisah ini mohon beri dukungan kalian di kolom komentar, jika tidak maka dengan sangat terpaksa Ay akan hentikan kisah ini cukup sampai di sini.


Walau sebenarnya cerita ini tidak banyak, hanya sekitar 40 bab, tapi jika kalian sudah tidak ingin membaca maka lebih baik Ay stop agar tidak membuang waktu dan tenaga.

__ADS_1


__ADS_2