
Kita hadir ke dunia dengan satu cara, namun kematian dapat menjemput kita dengan berbagai cara.
~Ay Alvi~
"Mungkin yang benar adalah Aku yang mengantarmu Tuan," ucap Jesica menggoyangkan kunci mobil miliknya.
Akhirnya mereka berdua pun tertawa lepas, karena sepertinya peran mereka menjadi terbalik.
"Sebaiknya kau yang mengemudi," ucap Jesica menyerahkan kunci mobilnya pada Fello.
Pria itu pun mengangguk kemudian meraih kunci yang di serahkan oleh Jesica. Fello pun mengemudikan mobil gadis itu ke arah Manor miliknya.
"Anda sudah lama bekerja sama dengan Steve?" tanya Jesica begitu mereka berada di dalam mobil.
"Aku mengenal Steve sejak remaja dan hingga kini selain sebagai manajer, dia juga merupakan sahabat baikku," jawab Fello menjelaskan hubungan antara Steve dengan dirinya.
Jesica mengangguk-angguk, akhirnya gadis itu mengerti mengapa Steve terlihat begitu perduli pada Fello.
"Kau sendiri? Sudah berapa lama mengenalnya?" Fello balik bertanya kepada gadis manis yang kini tengah duduk di sampingnya tersebut.
Jesica tampak menghitung dengan jari-jarinya.
"Belum terlalu lama, baru sekitar empat bulan," jawab Jesica sembari mengacungkan jari-jarinya membuat angka empat.
"Oh." Hanya itu yang keluar dari mulut Fello setelah mendengar jawaban dari Jesica.
Akhirnya sepanjang sisa perjalanan mereka habiskan dengan berdiam diri, keduanya terlarut pada pikirannya masing-masing.
New York City, USA
Hari ini Ziga kembali datang ke Meadow Lane kediaman utama keluarga Pratama, pria itu ingin menjenguk sang bunda yang kabarnya akhir-akhir ini kondisinya menurun. Namun, seperti biasa, pria itu tidak dapat menemui langsung sang ibu karena Ayu menolak bertemu dengan putranya tersebut.
__ADS_1
Akhirnya dengan sangat terpaksa pria itu hanya bisa melihat dari kejauhan keadaan ibunya tersebut. Ziga menghela nafas berat, pria itu semakin di liputi rasa bersalah setelah melihat keadaan Ayu.
Ibu kandungnya itu terlihat begitu kesepian dan menyedihkan. Setiap hari yang di lakukan oleh wanita paruh baya itu hanya memandangi foto Danu suaminya. Sepertinya Ayu belum bisa merelakan kepergian Danu yang begitu mendadak, bahkan wanita itu tidak dapat menyaksikan saat-saat terakhir suaminya menghembuskan nafas.
"Tuan!" sapa Hans yang kini bertugas menjaga sang ibu.
Ziga hanya mengangguk untuk menjawab sapaan pria itu.
"Nyonya ingin kembali ke negara S untuk mencari keberadaan Nyonya muda," lapor Hans atas keinginan Ayu kepada Ziga.
Ziga memejamkan matanya, pria itu tidak tahu harus bersikap bagaimana menghadapi sang bunda. Bukan Ziga ingin melarang Ayu untuk bepergian jauh, hanya saja kondisi kesehatan wanita itulah yang ia khawatirkan.
Akan tetapi Ziga juga tahu kalau ia tidak mungkin melarang sang ibu, karena pasti wanita itu akan bersikeras dan pastinya menentang larangan Ziga.
"Cek kondisi kesehatannya terlebih dahulu! Jika Dokter mengizinkan beliau untuk pergi maka Kau harus mendampinginya," ucap Ziga kepada Hans, dengan sangat terpaksa pria itu harus mengizinkannya Ayu pergi ke negara S untuk mencari Via yang bahkan mungkin tidak berada di negara tersebut. Namun, demi mengobati rasa penasaran Ayu, Ziga akan membiarkan wanita itu mencoba melakukan pencarian sendiri.
"Baik Tuan," jawab Hans, kemudian pria itu meninggalkan Ziga untuk segera melaksanakan apa yang di perintahkan oleh atasannya tersebut.
"Tuan, bagaimana dengan rencana pembangunan hotel baru di negara S?" tanya Erik yang baru saja tiba di Meadow Lane. Pria itu sengaja datang kesana untuk melihat kondisi Ayiu yang sudah ia anggap seperti ibu kandungnya sendiri.
"Kita akan buka cabang di sana," putus Ziga, walau sebenarnya pria itu ingin melupakan kenangan buruk saat Via meninggalkannya dari negara itu, tapi demi bisa mengawasi dari dekat sang ibu, Ziga rela mengubur kenangan itu. Pria itu juga berharap mungkin nanti akan dapat petunjuk baru tentang istrinya yang hingga saat ini belum dapat ia temukan.
Erik mengangguk mengerti akan maksud tuan mudanya tersebut, pria itu bergegas kembali ke perusahaan dan meninggalkan Ziga yang masih memperhatikan kegiatan yang di lakukan sang ibu Ayu.
Ziga kembali menatap sang ibu yang kini sedang tersenyum mendengar ucapan Hans, mungkin wanita itu bahagia karena pada akhirnya dia bisa pergi ke negara S untuk mencari menantu kesayangannya.
Sedari awal Ayu memang sangat menyayangi Via, keinginannya untuk mempunyai seorang anak gadis seolah terwujud dengan kehadiran menantunya itu. Namun, seluruh kebahagiaannya kini telah sirna. Ziga putra semata wayangnya merebut kebahagiaan itu dan memberikannya luka yang hingga kini masih belum bisa terobati.
Kehilangan seorang suami yang sangat di cintainya dan juga menantu yang di sayanginya membuat hati wanita itu mengeras karena rasa kesepian yang melandanya. Maka dari itu tidak mudah bagi Ayu untuk memaafkan Ziga hingga saat ini.
Melihat sang ibu tersenyum membuat Ziga menitikkan air matanya. Sudah lama rasanya pria itu tak melihat senyum cerah di wajah sang ibu. Semenjak kematian Danu sang ayah, wajah Ayu seolah di tutupi awan gelap yang kelabu. Tak ada sinar yang mampu mencerahkan wajah dan hatinya.
__ADS_1
Setelah melihat senyum sang ibu yang mampu membuatnya sedikit lega, Ziga pun beranjak pergi meninggalkan Meadow Lane. Pria itu kembali ke perusahaan untuk bertemu dengan klien yang akan bekerja sama dengannya untuk proses pembangunan hotel di negara S.
"Maaf aku terlambat," ucap Ziga setelah menyadari bahwa kliennya telah menunggu cukup lama di ruang kantornya.
"Tidak apa, belum terlalu lama juga," jawab klien tersebut yang ternyata adalah seorang wanita cantik yang rupanya Ziga kenal.
"Keyla?" tanya Ziga tak yakin karena wanita yang kini berada di hadapannya berpenampilan berbeda dari saat mereka dulu satu sekolah.
"Yes, it's Me," jawab Keyla menampilkan senyum manisnya.
Ziga terkejut, pria itu tidak menyangka bahwa yang menjadi kliennya adalah teman masa sekolahnya dulu. Apalagi kini penampilan Keyla sungguh telah berubah. Wanita itu tampak lebih cantik dan juga dewasa dengan balutan busana kerja yang tidak terlalu mencolok.
Sedangkan Keyla sendiri merasa sangat bahagia, sudah lama wanita itu menaruh hati pada teman sekelasnya sewaktu SMA dulu.
Dan kini dia mempunyai kesempatan untuk bekerja sama melalui perusahaan tempatnya bekerja, karenanya wanita itu akan memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan pendekatan pada pria yang telah lama menjadi incarannya tersebut.
"Kau bertambah tampan," puji Keyla langsung, wanita itu benar-benar terpesona pada penampilan Ziga saat ini.
"Ha ... Ha ... Ha,"
Ziga tertawa terbahak-bahak mendengar pujian dari Keyla. Pria itu tidak menyangka gadis yang dulu terkenal tomboy itu bisa mengagumi bahkan memuji seorang pria seperti dirinya.
****
Hai, terimakasih sudah membaca AKU MENCINTAIMU 2, jangan lupa untuk like, coment dan juga votenya ya.
Biar ay lebih semangat dalam berkarya.
Mampir juga di novel karya Ay lainnya yang masih on going.
•TAKDIR CINTA 2
__ADS_1
•TERJERAT CINTA si CUPU
Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘😘