Aku Mencintaimu 2

Aku Mencintaimu 2
Bab 18


__ADS_3

Kehidupan yang baik merupakan sebuah proses, bukanlah suatu keadaan yang bisa ada dengan sendirinya.


Kehidupan adalah arah dan bukanlah tujuan.


~Ay Alvi~


"Mommy!" pekik Zeline kesakitan ketika kaki bocah itu tersiram susu panas.


Via yang panik pun langsung menggendong bocah kecil itu. Dan dengan segera mengoleskan salep untuk mengobati putrinya tersebut.


"Maafkan Mommy sayang," ujar Via memeluk erat tubuh Zeline, wanita itu sangat menyesal akibat kelalaiannya putri kecilnya itu terluka.


Maureen sedikit curiga dengan tingkah Via yang sedari tadi nampak seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Ada apa?" tanya Maureen kepada sahabatnya tersebut.


Via menatap Maureen keheranan, wanita itu tidak tahu maksud dari pertanyaan Maureen.


"Ada apa? Maksudnya?" Via balik bertanya pada Maureen membuat gadis itu sedikit mengeryitkan alisnya.


"Kau yang ada apa? Mengapa sedari tadi ku lihat kau terus melamun?" rentetan pertanyaan akhirnya meluncur dari mulut Maureen, wanita itu sedikit heran dengan sikap sahabatnya.


Via menghela nafas sambil merebahkan Zeline yang kini telah tertidur lelap di pangkuannya. Ia masih ragu apakah harus bercerita kepada Maureen atau tidak. Akan tetapi, Via juga tidak ingin membuat wanita itu khawatir pasalnya Maureen tengah hamil muda dan biasanya gejolak emosi akan berpengaruh pada kesehatan janin yang di kandungnya.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Maureen kembali bertanya karena Via tak kunjung menjawab pertanyaan wanita itu.


"Tidak ada, Aku hanya terlalu lelah," jawab Via berbohong. Ia meletakkan Zeline ke dalam box bayi karena bocah kecil itu telah tertidur pulas. Via mengecup kening putrinya kemudian beralih ke Aiden yang sedari tadi masih terlelap.


"Benarkah?" tanya Maureen tak yakin akan jawaban yang di berikan oleh sahabatnya tersebut.

__ADS_1


Via mengangguk pasti menjawab pertanyaan Maureen, kemudian wanita itu pun menghempaskan tubuhnya ke atas kasur seolah ia memang benar-benar lelah dan ingin istirahat.


Maureen pun akhirnya paham, ia berpikir mungkin Via memang benar-benar kelelahan karena harus mengurus dua anak kembar. Namun, itu juga salahnya sendiri, mengapa tidak mau menggunakan jasa pengasuh seperti yang di sarankan oleh Demyan.


Bahkan suaminya telah mempekerjakan dua pengasuh sekaligus untuk merawat si kembar, akan tetapi Via menolaknya. Wanita itu beralasan ingin merawat sendiri kedua buah hatinya. Namun, inilah akibatnya, sahabatnya itu menjadi tidak fokus terkadang sering melamun mungkin karena ia terlalu lelah.


"Kalau begitu aku pergi dulu, kau istirahatlah!" pamit Maureen kepada Via yang saat ini telah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Terimakasih," jawab Via, wanita itu merasa beruntung Maureen percaya dengan alasan yang ia berikan. Awalnya Via takut Maureen mendesaknya untuk bercerita, namun ketika sahabatnya itu pamit Via pun dapat bernafas dengan lega.


Apakah kau telah melupakanku Ziga, batin Via.


Wanita itu kembali teringat akan berita yang tersiar di televisi tadi. Tanpa terasa bulir-bulir bening menetes membasahi pipinya. Wanita itu menangis dalam diam.


Via menyeka air matanya, ia berusaha mengatur emosi di dadanya. Tak seharusnya ia menangisi hal tersebut. Ia pergi meninggalkan Ziga atas keputusannya sendiri karena terlalu sakit hati atas perkataan pria tersebut.


Dan kini seharusnya Via merasa bahagia melihat Ziga bersama wanita lain. Itu berarti ia mengambil keputusan yang benar untuk meninggalkan pria itu. Terbukti cinta Ziga tak sebesar cinta yang di rasakannya, baru dua tahun lebih mereka berpisah ternyata pria itu telah memiliki seorang wanita sebagai ganti dirinya.


Wanita itu mencoba memejamkan matanya, tapi lagi-lagi bayangan Ziga yang tengah makan malam dengan seorang wanita cantik yang di hadirkan dalam berita di televisi tadi kembali melintas di matanya. Bahkan kini semakin terlihat nyata, membuat wanita itu kembali meneteskan air matanya.


Via akui di dalam hati wanita itu masih sangat mencintai Ziga, walau ia belum dapat memaafkan kesalahan pria tersebut hanya saja menghapus nama itu dari dalam hatinya rasanya sungguh tidak mungkin.


Dua tahun lebih mereka berpisah dan selama itu pula Via menahan kerinduannya pada ayah kedua buah hatinya. Mungkin memang benar pepatah yang mengatakan bahwa kita akan merasakan betapa orang itu sungguh berharga ketika kita telah kehilangannya dan hal itulah yang kini di rasakan oleh Via.


Dahulu dia dengan emosi mengeraskan hatinya pergi meninggalkan pria itu. Bahkan mengganti identitasnya agar Ziga dan semua orang yang hendak mencarinya tak akan pernah dapat menemukan wanita tersebut.


Ia pernah sangat yakin dengan keputusannya untuk meninggalkan Ziga, namun kini terbersit rasa penyesalan di dalam hatinya. Wanita itu merindukan pria yang telah menyakiti hati dan perasaannya tersebut.


Negara S

__ADS_1


Brakk


Ziga kembali menggebrak meja kantornya saat melihat hasil wawancara yang di lakukan Keyla. Pria itu benar-benar geram dengan kelakuan wanita itu. Ingin rasanya Ziga menghabisi nyawa Keyla terlalu yang berbuat semaunya dengan mengadakan konferensi pers.


Awalnya Ziga juga ingin menggelar acara yang sama untuk membersihkan namanya dari gosip buruk yang tersebar di dunia maya.


Akan tetapi Keyla telah mendahuluinya dengan memberikan keterangan dalam wawancara dengan kejadian yang terjadi sebenarnya.


Ziga menggertakan giginya menahan kemarahan di hatinya karena pada saat ini tidak dapat ia tunjukkan Keyla karena wanita itu mangkir dari pekerjaannya.


"Cepat cari rekaman Cctv dari restauran itu!" perintah Ziga kepada Erik asisten pribadinya.


"Kita gelar konferensi pers membantah pernyataan Keyla dengan menghadirkan rekaman Cctv yang menjelaskan kejadian sebenarnya." Ziga berucap berapi-api. Pria itu benar-benar marah pada Keyla akan tindakan yang dilakukan oleh wanita tersebut.


"Baik Tuan," jawab Erik patuh dan dengan segera pria itu melaksanan tugas yang di berikan oleh atasannya itu.


Erik sendiri merasa kesal atas perbuatan Keyla apalagi setelah mendengar apa yang terjadi di kantor Ziga saat ia sedang tidak berada di sana. Maka dari itu untuk kali ini Erik bersumpah tidak akan membiarkan gadis itu lolos begitu saja.


****


Terimakasih kasih telah membaca Aku Mencintaimu 2.


Bersamaan dengan ini Ay mau mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H.


Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon maaf lahir dan batin.


Ay minta maaf jika selama pembuatan semua karya-karya Ay menyinggung atau menyakiti kalian. Ay minta maaf untuk semua kesalahan baik yang di sengaja atau tidak di sengaja.


Ay harap kebahagiaan meliputi kita semua.

__ADS_1


Dan tetap jangan lupa untuk memberikan like, coment dan juga votenya untuk semua karya yang telah Ay tulis.


Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘


__ADS_2