
Untuk menjadi seorang juara itu pahit. Kamu harus bergelut dengan kegagalan. Bangkit dan jadilah pecundang yang sukses.
~Ay Alvi~
Tak terasa enam bulan sudah umur si kembar, kedua buah hati Via itu terlihat amat lucu dan menggemaskan. Walau mengurus kedua anak kembar itu sendirian, tetapi Via tidak nampak kesulitan. Wanita itu justru merasa sangat bahagia melihat perkembangan kedua buah hatinya.
Demyan memang menyediakan dua orang pengasuh untuk merawat kedua anak kembar Via. Hanya saja wanita itu lebih senang untuk mengurusi kedua buah hatinya secara langsung. Ia tidak ingin melewatkan sedetik pun proses tumbuh kembang sang anak.
Saat ini bahkan Zeline sudah sering mengoceh mengeluarkan suara tak jelas yang terkadang membuat Via beserta yang lainnya tertawa, sedangkan untuk Aiden walaupun tak banyak bicara, tetapi anak laki-lakinya tersebut lebih aktif dalam bergerak. Tak jarang Via di buat kuwalahan karena rasa penasaran dan ingin tahu Aiden yang begitu kuat sehingga selalu meraih apapun yang ada di sekitarnya.
"Halo jagoan Papi," ucap Demyan mengangkat Aiden ke atas gendongannya. Pria itu memang sangat menyayangi kedua anak kembar Via.
"Hai juga Papi," sahut Via bersuara cadel berpura-pura menjadi putranya yang bahkan belum bisa berbicara dengan jelas.
"Hello princess Mami," sapa Maureen pada Zeline yang tengah berada di gendongan Via.
Wanita itu juga mengangkat tubuh mungil Zeline ke dalam gendongannya. Mereka berdua sangat menyayangi si kembar yang lucu dan menggemaskan.
"Hai Mami," Via kembali menyahut sapaan Maureen, wanita itu merasa bahagia walau tumbuh tanpa di dampingi sang ayah Ziga, tapi kedua buah hatinya tersebut mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari orang-orang di sekitarnya.
Seluruh anggota keluarga Petrov sangat menyayangi kedua anak itu terutama Demyan yang sudah menganggap mereka seperti anak kandung sendiri. Demyan terutama menyayangi Aiden karena pria itu menginginkan untuk memiliki seorang putra agar dapat meneruskan nama dan juga usaha keluarga Petrov. Namun, rupanya keinginan pria itu belum dapat terwujud. Anak pertama dari mendiang istrinya adalah seorang perempuan sedangkan untuk Maureen istri yang baru saja di nikahinya belum menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
Negara S,
Tiga bulan sudah Ziga berada di negara tersebut untuk mewujudkan pembangunan hotel baru miliknya. Awalnya pria itu membuka cabang hotel di sana sebagai hadiah pernikahannya untuk Via karena pada saat itu istrinya tersebut ingin tinggal di negara yang letaknya tidak terlalu jauh dari Indonesia itu.
__ADS_1
Namun, siapa yang menyangka sebelum keinginan Ziga terwujud sang istri telah pergi meninggalkannya. Bahkan hingga saat ini pria itu belum juga dapat menemukan keberadaan Via walau berbagai upaya telah di lakukannya.
Selama tiga bulan ini pulalah Keyla terus mendekati Ziga. Walau saat ini ia telah mengetahui status pernikahan pria itu, tidak membuatnya gentar dan patah semangat. Apalagi kini istri dari teman sekelasnya tersebut menghilang seolah memberikan angin segar bagi Keyla untuk tetap melanjutkan usahanya mendapatkan hati Ziga.
Erik sendiri sebenarnya telah berkali-kali memberikan peringatan kepada tuan mudanya tersebut. Namun, lagi-lagi Ziga tak menggubris. Pria itu merasa selama ini tidak ada yang aneh pada sikap Keyla. Bagi Ziga hubungan mereka hanya sebatas teman dan relasi bisnis.
Gadis itu tidak pernah merayu atau menunjukkan sikap yang berlebihan padanya. Yang mereka bicarakan selama tiga bulan bersama hanya tentang pekerjaaan dan juga kerjasama antara kedua perusahaan mereka. Jadi, Ziga merasa peringatan dari Erik tidak tepat pada tempatnya. Pria itu malah menganggap Erik terlalu protektif bahkan untuk hal yang tidak terlalu penting.
Malam ini Keyla mengajak Ziga untuk makan malam, tidak hanya berdua memang gadis itu juga mengikutsertakan Erik dan beberapa staf yang selama ini bertanggung jawab atas pembangunan hotel di negara S tersebut.
Gadis itu telah memesan tempat di sebuah restauran mewah dan terkenal di sana. Keyla berkata bahwa makan malam kali ini adalah untuk merayakan kesuksesan pembangunan hotel mereka.
"Bersulang!" ucap Keyla sembari berdiri mengangkat gelasnya yang di ikuti juga oleh beberapa yang lainnya.
"Cheers!" jawab mereka berbarengan.
Ziga menyesap kembali minumannya, saat ini mereka telah berada di dalam ruang karaoke yang terdapat di restauran tersebut. Keyla memang mengajak semua kesana dengan maksud menghibur hati setelah selama ini mereka lelah bekerja.
Erik sendiri memilih lebih dahulu pulang karena masih ada beberapa pekerjaan yang menunggunya. Melihat sikap Keyla yang sepertinya tidak berbeda akhirnya pria itu merasa dapat melepaskan Ziga tanpa pengawasan darinya.
Ziga tak begitu menikmati suasana ini, namun pria itu juga merasa dirinya butuh sedikit penghiburan untuk melepaskan semua beban di hati dan pikirannya. Akhirnya di sinilah dia bersama dengan Keyla dan juga beberapa koleganya.
Pria itu kembali menyesap minumannya, memandang para koleganya yang tengah asyik menyanyikan lagu memenuhi ruangan itu dengan suara yang tidak terdengar merdu bagi Ziga.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Keyla duduk di samping pria itu lalu mengisi gelas yang kosong untuk di minumnya.
__ADS_1
"Tidak ada," jawab Ziga berbohong, ia tidak ingin menceritakan tentang masalah pribadinya kepada siapapun.
"Apa kau memikirkan istrimu?" tanya Keyla kembali meneguk sedikit minuman di gelasnya.
Ziga diam, pria itu tidak ingin menjawab. Bagi Ziga ini adalah masalah pribadinya dan orang luar seperti Keyla tidak berhak ikut campur di dalamnya.
"Untuk apa kau memikirkannya? Jika wanita itu memang mencintaimu tentu ia tidak akan pergi meninggalkanmu," ucap Keyla mencoba memprovokasi Ziga.
Gadis itu ingin melakukan pendekatan secara perlahan dengan mencoba mempengaruhi dan meracuni pikiran pria tersebut.
Mendengar ucapan Keyla membuat Ziga menarik nafas panjang. Pria itu mulai memikirkan kata-kata yang di ucapkan Keyla.
Benarkah ia tidak mencintaiku?
Ziga bertanya dalam hatinya, pria itu mulai sedikit terpengaruh dengan ucapan Keyla.
"Kau bayangkan saja, satu tahun lebih bukan waktu yang sebentar, wanita itu pasti telah memiliki pengganti dirimu," ujar Keyla terus menambahi provokasinya agar pria itu semakin masuk dalam jeratnya karena saat ini Keyla melihat Ziga sudah sedikit bimbang.
Ziga menggebrak meja sehingga membuat semua yang berada di sana terkejut. Pria itu tidak terima ketika mendengar Keyla mengatakan bahwa mungkin Via telah memiliki pengganti dirinya. Pasalnya ia sendiri belum bisa melupakan wanita itu. Bahkan ia masih sangat-sangat merindukannya.
Keyla tersenyum penuh kemenangan melihat hal tersebut, hanya butuh sedikit langkah lagi agar Ziga dapat menjadi miliknya.
*****
Terimakasih telah membaca AKU MENCINTAIMU 2 dan terimakasih juga untuk yang telah memberikan like, coment dan juga votenya.
__ADS_1
Ay cuma minta kalian jangan lupa untuk like jika selesai membaca karena satu like kalian sangat berharga bagi kami para penulis.
Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘