
Luka dibadan dapat sembuh dengan segera , namun luka di hati membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh, kecuali dengan ikhlas, itu semua akan segera terobati.
~Ay Alvi~
Jesica duduk di kursi VVIP yang memang telah di siapkan khusus oleh Fello. Pria itu menghargai Jesica dan kedekatannya dengan gadis itu, oleh karenanya Fello memberikan tempat spesial untuk Jesica agar dapat melihat penampilannya dengan jelas.
Begitu dentingan piano terdengar dan jari-jari Fello menari lincah di atas tuts, semua mata memandang ke arah pria itu dengan penuh rasa kagum. Seakan semua terbawa oleh alunan musik yang di mainkan oleh Fello, ditambah lagi dengan suara merdu pria itu membuat mereka semua yang berada di sana terhanyut dalam lirik lagu yang di bawakan oleh Fello.
Tepuk tangan meriah terdengar ketika pria itu menyelesaikan permainan piano dan juga nyanyiannya. Fello pun bergegas turun dari panggung untuk menghampiri Jesica yang yang tengah duduk di kursi VVIP.
Jesica pun menyerahkan bunga yang sengaja di bawanya untuk pria itu. Sorak sorai terdengar dari para penonton yang lainnya. Mereka menganggap keduanya adalah pasangan yang sangat serasi. Ucapan selamat pun berdatangan dari mereka yang duduk di sekitar Jesica. Semuanya bahagia melihat pasangan yang tampak mesra itu.
"Maaf," ucap Fello ketika mereka ada di dalam mobil Fello.
"Untuk apa?" tanya Jesica mengernyitkan alisnya, gadis itu tidak tahu apa maksud permintaan maaf yang di sampaikan oleh pria yang kini duduk di sampingnya itu.
"Maaf, karena aku menghampirimu membuat semua yang ada di sana mengira kita sebagai pasangan," jawab Fello jujur, pria itu merasa tidak enak karena banyak dari penonton di pertunjukan yang menilai salah terhadap mereka.
Jesica menggelengkan kepalanya sembari tetap fokus pada kemudi yang di pegangnya.
"Mengapa harus minta maaf?" tanya gadis itu, mereka memang tengah berada di dalam mobil yang di kendarai oleh Jesica
"Aku senang mereka mengira kita sebagai pasangan," ucap Jesica membuat Fello sedikit terkejut mendengar apa yang di ucapkan oleh gadis itu.
"Maksudmu?" tanya Fello tak yakin dengan apa yang baru saja di dengarnya.
"Ya, aku senang jika mereka mengira kita sebagai pasangan," ulang Jesica memperjelas apa yang di katakannya tadi.
__ADS_1
Fello menghela nafas, pria itu sebenarnya mengetahui apa yang di rasakan Jesica terhadapnya. Namun, entah mengapa hingga saat ini hati Fello seperti masih tertutup untuk yang lainnya.
Pria itu masih saja terus penasaran dengan Via yang jelas-jelas telah memiliki seorang suami. Jika ada yang mengatakan cinta itu buta, mungkin itulah yang di rasakan oleh pria itu. Ia memang di butakan oleh cintanya kepada Via. Walau sebenarnya ia tahu bahwa tidak mungkin untuk mendapatkan hati wanita itu yang kini bahkan keberadaannya tidak tahu ada di mana.
"Ma-maaf, aku tidak bermaksud ...." Jesica gugup karena setelah mendengar ucapannya Fello hanya terdiam tidak berkata apa-apa.
"Tidak apa, seharusnya aku yang minta maaf," ucap Fello, pria itu merasa tidak enak karena belum bisa membalas perasaan yang di berikan Jesica kepadanya.
"Terimakasih untuk perhatianmu selama ini," ucap Fello tulus, pria itu tidak bisa berbohong kalau ia tersentuh dengan segala bentuk perhatian yang Jesica berikan kepadanya.
Gadis itu selalu saja mendukungnya di manapun ia berada. Bahkan dalam berbagai kesempatan Jesica selalu hadir untuk menemani Fello jika pria itu meminta.
"Untuk saat ini bolehkah aku mencoba?" tanya Fello, pada akhirnya pria itu memutuskan untuk mencoba menjalin hubungan dengan Jesica. Berusaha menghapus bayang-bayang Via yang masih terus menghantuinya.
"Mencoba untuk?" tanya Jesica tidak mengerti apa yang di maksud oleh pria itu.
Pria itu memang mendukung hubungan antara Fello dengan Jesica. Setidaknya jika mereka dekat itu akan membantu Fello untuk melupakan Via, wanita yang selama ini masih terus mengisi hati Fello.
Jesica menatap Fello yang duduk di sampingnya, ia mempertanyakan maksud dari ucapan Fello. Karena walaupun ia memang menyukai pria itu, tapi Jesica tidak ingin terlalu berharap banyak. Ia tidak mau merasakan kecewa, karena ia tahu di dalam hati pria itu masih ada nama seorang wanita yang ia tidak tahu siapa.
Yang jelas pastinya adalah wanita yang sangat di cintai oleh Fello sehingga membuat pria itu menutup hati dan tak mengizinkan wanita lain untuk menggantikan posisinya.
"Aku ingin mencoba untuk menjalani hubungan ini," jawab Fello menatap Jesica dalam-dalam.
"Walau mungkin belum sepenuhnya, tapi aku akan belajar untuk mencintaimu," tambah Fello.
Jesica terdiam, entah ia harus bahagia atau sedih mendengar ucapan Fello. Belajar mencintai, itu artinya pria itu belum mencintai dirinya. Lalu akan di sebut apakah hubungan ini?
__ADS_1
Apakah Fello hanya menganggapnya sebagai pelarian saja? Haruskah ia terima dan bersedia untuk menjalani hubungan dengan Fello?
Berbagai pertanyaan muncul di benak gadis itu. Ia memang menyukai Fello bahkan mencintai pria itu. Akan tetapi pantaskah cinta tulusnya terbalas dengan rasa Fello yang sepertinya hanya menjadikan ia sebagai batu sandaran?
"Kau tentu tahu bahwa aku masih belum bisa melupakannya," ucap Fello lagi, pria itu jujur pada Jesica bahwa di hatinya masih ada nama wanita lain.
Jesica mengangguk karena ia memang mengetahui hal itu dari Steve. Manajer dari Fello itu memang banyak bercerita tentang masalah pribadi artisnya tersebut kepada Jesica. Jadi, tidak heran jika gadis itu tahu semuanya. Hanya nama dari wanita yang di cintai oleh Fello yang tak pernah Steve sebutkan. Mungkin pria itu merasa tidak enak karena Via adalah seorang wanita yang telah bersuami dan cinta Fello pun hanya bertepuk sebelah tangan tanpa terbalaskan.
"Aku ingin kau membantuku untuk melupakannya, bantu aku untuk mencintaimu lebih dalam," ucap Fello sendu, pria itu menahan rasa sakit di dadanya karena cintanya yang tak tersampaikan.
Jesica menangkup wajah Fello kemudian dengan suara yang sedikit bergetar gadis itu menyatakan kesediaannya untuk membantu Fello menghilangkan bayang-bayang wanita yang pernah di cintainya itu.
"Baiklah, aku mau," jawab Jesica yakin.
Walau sedikit terkejut dengan tindakan dan jawaban Jesica, tetapi pria itu merasa senang. Fello pun meraih tengkuk gadis itu dan menanamkan sebuah ciuman lembut di sana. Pria itu mencium Jesica dengan penuh perasaan yang kemudian juga di balas oleh Jesica dengan perasaan yang sama.
Gadis itu berharap semoga ini adalah awal yang baik untuk kisah mereka. Semoga saja akan menjadi kisah yang abadi untuk selamanya.
******
Terimakasih telah membaca AKU MENCINTAIMU 2
Jangan lupa untuk memberikan like, coment dan juga votenya, tip juga boleh kalau bersedia dan ikhlas.
hahaha
Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘
__ADS_1