Aku Wanita Programmer Kini Hidup Sebagai Penyihir Abadi Di Dunia Lain

Aku Wanita Programmer Kini Hidup Sebagai Penyihir Abadi Di Dunia Lain
KELAHIRAN PENYIHIR ABADI


__ADS_3

Hai, perkenalkan namaku Vika Valentine. Aku seorang wanita yang bekerja di kantor sebagai Programmer, yang seharian ku cuman membuat dokumen-dokumen, menangani komplain, dan mungkin rangkap sebagai tukang survei lapangan. Gaji memang agak tinggi, mungkin sekitar 3 jutaan. Tapi terkadang sering telat gajian juga sengaja dikurangi dengan alasan tak tertentu. Suatu malam di kantor saat aku lembur kerja, akhirnya ku tuntaskan pekerjaan dan memutuskan untuk pulang ke rumah. Yah sudah bosan aku tidur disini, walaupun di rumah pun tidak ada siapapun karena aku masih lajang. Sesudah ku matikan komputer, beranjak untuk pulang. Aku membuka pintu kantor untuk pulang, sesaat muncul entah apa itu yang menyeretku masuk ke dalam dan aku pingsan begitu saja.


Suara angin menyingsing, matahari menyinari, embun dan kabut membalut hutan. Aku terbangun dan ditemukan aku di hutan, yang tidak pernah ku rasakan sebelumnya bahkan aku pun tidak pernah pergi ke hutan.


"Astaga... tempat macam apa ini!? Tidak...."


Ku berteriak dengan kencang, teriakan ku sampai membuat burung-burung berterbangan ke angkasa langit biru yang cerah ini. Tidak sengaja keluar di depan ku sebuah program hologram, lalu ku teliti satu per satu menemukan namaku terpapang 'Vika Valentine' dan ada Jobclass 'Penyihir'.


"Lah bukannya ini macam sebuah game, pernah aku mainkan game Sword Art Online yang terkenal itu dikalangan bau bawang"


Lalu akupun usap-usap layar hologram ini sambil menggali informasi lainnya. Terlihat ada slot 'Skill', ada 'Box Item', ada....


"Yah... walaupun aku sudah jarang bermain game karena sibuk kerja, tapi aku yakin kalau aku berasa masuk ke dalam game. Cobalah ku pencet Skill ini, mau lihat apa saja isinya..." 


Dan aku memencet tulisan skill ini, keluar cuman satu skill bernama 'Meteor Rain'. Akupun kaget melihatnya, karena mungkin nama meteor terlihat sangat keren dan bisa jadi skill sihir yang sangat kuat.


"Heeee, Meteor Rain kah... apa gak salah nih, cuman satu skill tapi namanya begitu hebat. Coba ah barangkali beneran hehe..."


Akupun mencoba skill sihir Meteor Rain, keluar lah 10 panas api yang berbentuk bola dari langit-langit, membuat awan menjadi gelap, semakin jatuh mengarah ke permukaan yang semakin dekat terlihat seperti meteor ataupun mungkin asteroid, bahkan sangat besar sekali. Lebih besar daripada ukuran gunung.


"Loh... Keren! Keren ! Keren! Tapi kok..."


Ekspresi tercengangku terlihat, merasakan tanda bahaya mendekat.


"Eh gawat! Kabur! Cepat kabur! Baru main masa langsung KO kan gak asik..."


Akupun mulai berlari sekencang mungkin, untuk menghindari tabrakan sihir Meteor Rain ku menghantam ke tanah.... 'duar' tabrakan pun terjadi, membuat panas api melebar seolah menyerangku.


"Hu... hu... hu... bahaya sekali ini, untung aku selamat. Tapi yah... beneran dahysat, bisa begitu yah"

__ADS_1


Pohon besar yang tempat tadi aku pingsan lenyap begitu saja, karena sihir Meteor Rain membakar hangus hutan indah ini menjadi tandus dan gersang.


"Mungkin ku segel untuk sementara waktu, coba cek Box Item ku"


Ku pencet Box Item, keluar banyak sekali nama item-item yang benaran mirip seperti game.


"Wuah... banyak sekali, coba lihat... hm... ada daging burung, ada daging monster Orc, ada Serpihan Slime, ada daging Ular, ada Potongan Kayu, ada daging babi hutan ada..."


Saking banyaknya, aku melewati Box Itemku. Dan balik ke slot Skill ku ternyata bertambah banyak, dibuat menjadi tingkatan dari 'Super High Class', 'High Class', 'Medium Class', dan 'Low Class'.


"Wow tambah banyak... hm... ada 1 skill Super High Class, Rozen Horizon. Ternyata Meteor Rain termasuk skill High Class, pantesan kekuatannya dahsyat. Bertambah pula skill High Class ku menjadi 5 totalnya, ada Firebird, Opera of the Wasteland, Determination Symphony, Break Your Desire. Skill Low Class ku cuman 1, Miracle. Wow, skill Miracle adalah skill penyembuhan, pemulihan dan pembangkit dari kematian, wih... ngeri skill nya tapi kok Low Class yah.... aneh! Coba tengok yang Medium Class ku ada 4, Torches, Walpurgis, Cold Rain, dan Rainy Proof"


"Udah udah, sudah cukup. Aku harus mencari kota atau desa, setidaknya menemukan orang dan menggali informasi lagi"


Akhirnya aku memutuskan untuk tak pikir panjang, mulai berjalan untuk keluar dari hutan. Baru saja berjalan sebentar, perutku bunyi *kriuk... kriuk* menandakan keroncongan yang mana memang aku belum makan bahkan waktu dari kantor juga.


"Haduh... laparnya... tadi ku lihat ada daging babi hutan, mungkin aku makan itu saja dulu daripada mati kelaparan. Dan juga huek... mana mungkin aku makan daging Orc yang mempunyai sedikit akal"


"Alamak... ternyata daging mentah, yaudah ku panggang dulu"


Lalu aku membuat pengapian untuk memanggang daging itu.


"Torches!"


Keluar panas api dari jari telunjuk ku arahkan, menyemburkan ke arah panggangan daging.


"Punya sihir ternyata membikin hidup semakin mudah yah..."


Akupun menunggu daging panggang selama 15 menit, mengharapkan ada bumbu seperti garam atau kecap, melainkan tidak ada. Memaksa makan daging tanpa ada rasa sedikitpun.

__ADS_1


"Gek... hambar! Gak enak, mau gimana lagi daripada gak makan"


Memaksakan diri memakan daging hambar itu, setidaknya membuat perutku terisi. Setelah aku selesai makan, aku melanjutkan perjalanan ku.


Sehingga 2 jam kemudian, aku mendengar suara teriakan manusia.


"Tolong!"


Aku bergegas menuju suara teriakan itu berasal, dan aku melihat seekor monster serigala berbadan besar sedang menyerang gadis mungil dengan tudung merah, merangkul keranjang buah yang berisi buah, terlihat akan menyerang si gadis... aku sontak menyelamatkan si gadis, dengan menembakan sihir 'Torches' dari kejauhan nan membakar monster serigala.


"Apa kamu baik-baik saja? Apa ada yang terluka?"


"Ya... terima kasih sudah menyelamatkan ku, aku baik-baik saja"


"Bagus, senang mendengarnya. Kamu berasal darimana?"


"Iya aku berasal dari desa, desa Muara. Apa kakak seorang penyihir? Sihir tadi sungguh cantik dan indah, ini pertama kalinya melihat sihir seperti itu"


"Hehe, terima kasih. Iya kakak seorang penyihir, oya nama adik siapa?"


"Ini kakak, terima buah apel ini. Namaku Eine, kalau kakak penyihir siapa namanya?"


"Ah terima kasih, nama kakak Vika. Vika Valentine, enak juga buah apel ini. Terima kasih, Eine"


Mencicipi buah apel yang diberikan oleh Eine, ternyata buah nya enak dan nikmat. Menghilangkan rasa hambar yang daging kumakan tadi, aku bersyukur.


"Hm... nah Eine, apa boleh kakak minta tolong? untuk antarkan kakak ke desa Muara, tempat kamu tinggal"


"Boleh kak, ayo ikut Eine. Ini juga termasuk mengawal Eine hehe"

__ADS_1


"Iya benar juga kamu, terima kasih Eine"


Kita berdua pergi ke desa Muara berada, meninggalkan hutan itu. Dan aku akhirnya bisa mencari informasi dan petunjuk tentang dunia ini, ada kemungkinan kepala desa Muara tahu hal itu. Ini benar-benar menyenangkan, yang dulunya aku pekerja keras demi mencari pundi-pundi, mungkin ini hanyalah mimpi tapi walaupun mimpi atau kenyataan, aku harus menikmati kehidupan ini.


__ADS_2