
Vika Valentine memasuki kota Windblume, dimana bahasa keseharian mereka identik seperti bahasa Jerman yang mana dunia lama Vika Valentine tinggal. Bentuk kota juga seperti kota kuno zaman pertengahan kota Hamburg, disana masyarakat kota Windblume sangatlah tertutup. Vika Valentine masuk kedalam kota dengan menggunakan skill sihir tembus pandang, sehingga pengawal kota sama sekali tidak merasakan keberadaan nya.
"Wah... Sungguh kota yang indah, katanya disini tempat kota akan kepercayaan pada peri. Mungkin ada suatu tempat ibadah dibangun disini untuk hal itu"
Vika berkeliling kota Windblume untuk mencari tempat ibadah mungkin bisa jadi gereja atau apalah itu, agar dia bisa mendapatkan informasi penuh. Namun sayang sekali, berjam-jam mencari tidak ditemukan. Bahkan tempat guild adventure justru juga tidak ada, yang ada hanya tempat pelatihan tentara kota. Mau gak mau, Vika mencoba masuk ke kamp tentara itu hanya demi mencari keberadaan sihir. Vika menemui salah satu tentara kota dan menyapanya...
"Halo! Selamat siang, namaku Vika Valentine seorang petualang dari guild adventure yang terdaftar pada kota Peninsula"
"Oh... Seorang pelancong dan juga seorang petualang yah, selamat datang! Silahkan, ada keperluan apa?"
"Apa benar disini adalah kota yang diberkati oleh para Peri?"
"Iya nona muda, kenapa yah?"
"Yah... Bisa kamu ceritakan lebih dalam tentang Peri dan kota Windblume ini?"
"Oh... Maaf ya nona muda, kita sebagai tentara kota tidak ingin menceritakan tentang hal itu. Itu adalah tabu bagi penduduk kota Windblume, mungkin kamu bisa mencari sendiri pada perpustakaan yang ada di barat daya kota. Disana tertulis banyak cerita tentang kota Windblume, tentang Peri, tentang Dunia, dan tentang segala hal"
"Oh gitu yah... Hehe, terima kasih banyak"
"Sama-sama nona muda"
Vika menyeringai senyum manis lalu berpamitan dengan tentara kota, dia mencoba untuk pergi ke tempat perpustakaan berada.
Disisi lain, Nao dan Alisa terus menerus berlari menjauh dari kota Peninsula menuju kota Windblume. Mereka enggan istirahat, karena mungkin pasukan bangsa Iblis akan mengejar mereka. Akan tetapi, fisik Nao adalah gadis yang lemah lembut membuat kesompoyongan dan terjatuh ke tanah begitu saja menandakan Nao sudah tidak kuat lagi untuk berlari ataupun bergerak.
"Ahh..."
"Nao !! Apa yang kamu lakukan?! Ayo cepat bangun, kita tidak bisa berhenti disini"
"Ha... Ha... Maafkan aku Alisa, aku sudah gak kuat lagi. Kumohon izinkan aku istirahat atau kamu bisa meninggalkan aku sendirian disini"
"Jangan bodoh! Mana mungkin aku akan meninggalkan kamu yang lemah tak berdaya! Baiklah, sepertinya juga pasukan bangsa Iblis tidak mengejar kita. Namun kita tetap harus waspada"
"Iyaah... Terima kasih Alisa"
"Yaa, kita akan istirahat satu jam atau 30 menit. Habis itu kita lanjut lagi"
"Oke Alisa"
"Nah ini air minum, minumlah agar segar kembali kondisi kamu"
__ADS_1
Alisa memberikan sebotol minuman air kepada Nao.
"Hu... Terima kasih banyak Alisa"
Mereka mengistirahatkan diri mereka untuk memulihkan kondisi tubuh mereka. Sedangkan Vika yang berada di kota Windblume, kini dia tiba di perpustakaan kota lalu masuk ke dalam dan mencari seorang resepsionis atau sebagai penjaga perpustakaan.
"Ternyata perpustakaan ini luas dan megah sekali, sungguh indah di dalam ruangan yang kaya akan banyak buku"
Vika menghampiri seorang gadis muda dengan paras pakaian maid ala negeri gallia.
"Halo, selamat siang! Apa boleh aku membeli buku yang ada di perpustakaan ini? Kalau bisa, aku sedang mencari buku tentang sihir kuno"
"Oh.... Selamat datang di Perpustakaan Windblume, mohon maaf sebelumnya... kami tidak bersedia untuk menjual buku kepada orang lain, jika kamu ingin membaca silahkan langsung pergi rak buku yang kamu cari"
"Oh begitu ya, apa ada buku tentang sihir kuno?"
"Hmm... sihir sudah lama punah, tapi catatan kaki bisa kamu temukan di dalam rak nomor 77. Mungkin kamu bisa menemukan sesuatu, selamat membaca!"
"Terima kasih banyak"
Vika pergi ke arah rak nomor 77 berada, Vika melihat sekeliling rak-rak lainnya disitu tertulis sangat banyak buku-buku tentang sejarah, peperangan, masa depan, dan banyak hal lainnya. Vika menemukan banyak buku sekisaran 100 buku dalam satu rak, dia menemukan berbagai buku seperti karya berjudul "Tuhan Memberkahi Dunia Ini", ada juga karya berjudul "Phantasy The Animation", ada "HxD Pintu Menuju Kehidupan Lain", ada "Pahlawan Parnoan Dipanggil Dewi Demi Menyelamatkan Dunia", ada juga "Seorang Pejuang Akan Dikerahkan", ada juga "Persimpangan Dunia Lain", ada "Jalan Menuju Membuka Toko Hewan Peliharaan", ada juga "Maharaja Tengkorak Di Lain Dunia", ada buku "Jalan Menuju Meledakan Dunia Yang Diberkahi Tuhan". Bahkan masih banyak karya karya buku lainnya, lalu Vika mengambil satu buku berjudul "Phantasy The Animation" dan membawanya ke meja. Dia duduk sambil membuka buku itu dan membacanya...
Lalu Vika membalikkan halaman lainnya...
"Hmmm.... sungguh buku yang menarik, bahkan ada daftar isi.... oh!"
Vika melihat daftar isi pada halaman buku tersebut, yang ternyata berisi...
<
Daftar Isi
- BAB 140 || KEKUATAN SI PENYIHIR RUANG DAN WAKTU
>
"Sungguh menarik, aku rasa mengambil buku yang tepat. Sebaiknya aku membaca bab 140 ini, mungkin saja aku menemukan catatan tentang sihir Dimensi Dunia"
Dia membalikkan halamannya lagi, mencari bab 140 dan menemukannya...
"Minamiya Natsuki adalah seorang penyihir wanita muda dari Kekaisaran Dantalian Raya, ia sosok yang mulia dalam menyelamatkan orang-orang yang terjebak di dalam lain dunia dan menyelamatkan dunia pada dunia lain. Ia dapat memanipulasi sihir-sihir yang berkaitan dengan ruang dan waktu, sosok yang anggun bertubuh mungil, serta dia juga memiliki tubuh tinggi dewasa yang dia segel dalam Penghalang Penjara untuk menjaga Penjara, Pintu, dan Kunci untuk mengurung para penjahat bagi kekaisaran"
__ADS_1
Vika membalikkan halaman berikutnya...
"Minamiya Natsuki memiliki banyak sihir yang bisa ia gunakan, salah satunya ada sihir Gerbang Dimensi Dunia. Sihir yang menciptakan sebuah portal menuju dunia lain, saat ia gunakan untuk menyelamatkan dunia dan orang-orang. Ada juga sihir Minamiya Natsuki gunakan, berikut adalah isi sihir-sihir Minamiya Natsuki:
(Penghalang Penjara) Ini adalah teknik magis yang digunakan untuk menyegel para penjahat di dalam penghalang penjara. Dia adalah satu-satunya orang yang dapat menggunakannya. Jika dia terbunuh, mereka yang ditahan di dalam penghalang penjara akan dibebaskan.
(Pemanggilan Penjaga) Penjaganya adalah bernama Rain Gold atau Hujan Emas, seorang ksatria yang mengenakan baju besi emas. Karena kekuatannya yang sangat besar berpotensi menyebabkan kerusakan yang luar biasa, ia selalu disegel dan dipanggil dalam keadaan tidak sempurna dan dalam keadaan kekuatan sangat kecil. Cukup kuat untuk menyegel kekuatan para Raja Iblis Tujuh Dosa Besar selama beberapa waktu. Pernah digunakan dalam versi mininya saat melawan Kekaisaran Romawi bersama Penyihir Putih Anggun Elaina, ketika mereka menjelajahi waktu.
(Manipulasi Ruang) sihir yang mampu Memanipulasi Ruang, Ini juga termasuk Teleportasi. Yang biasa dia gunakan melawan musuh-musuhnya, salah satunya adalah sihir memanipulasi pedang dan perisai.
(Proyeksi Rantai) sihir yang mampu membuat rantai magis. Juga ia gunakan melawan musuhnya secara mengikatkan para musuh lalu menjepitkan dan meremukkan tubuh musuh."
Vika berhenti sejenak membaca buku tersebut....
"Mungkin kalau aku mempelajarinya dari buku ini, aku juga bisa menggunakan sihir Dimensi Dunia. Sebaiknya aku menyalin buku ini dan buku-buku lainnya untuk aku pelajari"
Vika dengan sihir "Duplication Touch" mencoba menyalinkan semua halaman buku tersebut dan buku-buku lainnya tentang sihir secara diam-diam. Lalu dia, setelah menyalinkan semuanya, dia langsung beranjak untuk keluar dari Perpustakaan Windblume.
............................
"Apa kamu sudah pulih, Nao?"
"Ya Alisa, terima kasih banyak sudah menemani aku. Aku... tidak menyangka bangsa iblis sangat mengerikan dan kejam"
"Iya Nao, kita sudah kehilangan teman seperjuangan dan orang-orang yang kita sayangi di kota Peninsula"
Wajah merenung, sedih akan duka kehilangan sesuatu yang berharga.
"Iya..."
"Ayo Nao! Kita harus segera mengabari orang-orang pada kota Windblume, sebelum para iblis menyerang dan membunuh mereka"
"Baik, Alisa. Ayo kita jalan!"
Nao dan Alisa melanjutkan perjalanan mereka menuju kota Windblume. Pada waktu yang sama, Ratu Agung Iblis Lelembut membuat titah di perkemahan yang berada di luar kota Peninsula.
"Kita berhasil menaklukan kota Peninsula! Saya ucapkan terima kasih untuk para prajurit pemberani kita! Manusia adalah ras yang tidak tahu diri atau munafik, selalu menganggap diri mereka ras yang sempurna! Tidak! Kita ras Iblis yang selalu tertindas oleh mereka dan oleh kecaman dunia! Kita harus membuktikan kalau semua makhluk hidup harus setara! Kita akan menaklukan dunia! Kota Windblume adalah sasaran berikutnya! Kobarkan semangat kalian demi hari esok nan indah !!!"
"Ooooooo !!!!"
Sorakan bangsa Iblis mengumandang menyelimuti suara angin yang menghilir ke atas langit biru cerah dibawah terik matahari yang hangat.
__ADS_1