
Berhembus para angin dalam peladangan hijau nan anggun, menyisir angin meniup di dalam goa palsu. Membangunkan seorang Penyihir Abadi dari tidurnya, ia dalam suasana gundah gelidah.
"Loh... Ini petama kalinya, aku terbangun dalam waktu singkat. Tapi... Kenapa yah... Aku, aku merasakan ada keganjilan... Suasana ini sangat mencekam, mengikis nuansa hatiku"
Aku bergegas keluar dari goa palsu, cahaya menyilaukan menyambutku dengan udara segar kuhirup. Asap menjulang tinggi ke angkasa langit biru cerah, mengubah langit menjadi gelap gulita yang muncul dari arah kota Windblume.
"Asap? Apa mereka sedang melaksanakan pesta? Tapi sangat aneh, ini asap seperti asap kebakaran. Coba aku tengok ke sana, mungkin sedang terjadi sesuatu"
Hari makin lama semakin menyengat memanas, aku menyiapkan diri untuk pergi ke kota Windblume.
......................
Di dalam kota Windblume, perlawanan sengit terjadi diantara dua belah pihak...
"Semua pasukan! Serang para iblis! Jangan gentar, atur posisi kalian! Jangan takut sama monster! Kita bisa mengalahkan mereka!"
Tentara kota membuat barisan, berbaris membikin satu kesatuan pertahanan. Serang menyerang melawan iblis dan monster, saling balas membalas terjadi walaupun tentara kota merasa dirugikan. Banyak korban mulai berjatuhan, daripada pasukan iblis ataupun pasukan tentara kota. Api menjalar melahap kota Windblume, berkobar terus menerus tak henti. Teriakan para manusia menggema di dalam kota, isak tangis mengujur membasahi permukaan. Warga kota berhamburan mencari ketenangan, iblis dan monster berulang kali menyergap menerjang dan menikam. Suara tombak, pedang, perisai, panah tak henti menyambut serbuan para iblis. Jalanan dipenuhi dengan bangunan yang hancur, perpustakaan kota Windblume juga tak diabaikan.
"Bangkit! Serang terus !!! Sampai titik darah penghabisan !!!"
Tentara kota dengan mental dan moral tinggi, bersemangat saling melindungi bahu membahu antar lain. Rentetan kerja sama tim yang begitu kompak, tidak membuat para tentara kota putus asa. Bertempur dengan semangat juang yang membuat sosok seperti pejuang.
......................
Di depan sana, aku melihat 2 orang gadis tergesah dan gelisah berlari mengarahku...
"Hey kalian berdua! Kenapa kalian buru-buru? Apa yang sedang terjadi?"
Salah satu gadis itu menjawab pertanyaanku dengan pernapasan tak terkontrol...
"Haa... huu... pasukan iblis menyerang kota Windblume, kami berdua sudah mengabari mereka. Akan tetapi mereka mengabaikan semua perkataanku, jadi kami berdua kabur dan mencoba bersembunyi ke tempat aman. Kamu juga harus segera sembunyi, kita tidak bisa melawan mereka. Jumlah mereka juga terlalu banyak"
"Oh.... beneran ada iblis?"
__ADS_1
"Iya... hmmm, bukannya kamu Vika Valentine yah? Seorang petualang dari kota Peninsula?"
"Um... iya itu aku, kalian berdua siapa?"
"Aku Alisa, dan dia namanya Nao"
"Oh begitu ya, baiklah aku pergi ke kota Windblume. Mau menyelamatkan mereka"
"Tunggu...! Jangan gegabah, kamu sendirian mana bisa mengalahkan mereka yang juga mengendalikan para monster, dengan jumlah sangat banyak"
"Oh tidak apalah, begini gini aku cukup kuat. Kalian berdua tenang saja, ohya... di sana kalian bisa beristirahat, kalian akan melihat sebuah goa berpintu. Masuk saja, goa itu adalah tempat aku tinggal"
"Oh... tapi..."
Tak mau berlama lagi, aku segera berlari kencang mengarah kota Windblume dan meninggalkan mereka berdua begitu saja.
"Yah... cepat juga dia berlari"
"Jadi gimana nih, Alisa?"
"Oke Alisa"
......................
Tak lama kemudian, aku melihat segerombolan monster dan iblis menghanguskan serta menghancurkan kota Windblume. Aku juga merasakan 2 kekuatan aneh dari gerombolannya, mungkin saja mereka itu adalah pemimpin pasukan ini.
"Widih... gila ah, banyak kali ini..."
Tak bermuluk muluk, aku memakai sihir pendeteksianku "Spotting Area" yang mana berhasil mendeteksi pasukannya ternyata berjumlah 50 ribu. Lalu aku mengeluarkan sihir High Class "Great Flood", kemudian aku melakukan sihir "Teleport" mengudara di atas langit kota Windblume, dan kemudian aku menyiapkan mantra sihir Super High Class.
Muncul gelombang air besar diatas langit kota Windblume, lalu menghantam ke permukaan. Menyeret semua monster dan iblis yang berjumlah 50 ribu keluar dari kota Windblume, sekaligus juga memadamkan semua api yang berkobar.
"A-apa?! Apa ini sihir?! Darimana datangnya?!"
__ADS_1
"Cih! Lihat di atas sana, Nemesis! Seorang manusia melayang diatas langit kota Windblume"
"Hah...?! Sihir ini digunakan oleh manusia, itu mustahil! Dan juga dia bisa terbang dan melayang begitu! Tidak mungkin! Hoi Aurora! Persiapkan diri kamu! Kita akan menghabisi dia!"
"Ya!"
Lalu aku memandangi ke bawah, melihat dan merasakan 2 kekuatan aneh oleh mereka berdua. Mereka juga memandangi aku, tidak salah lagi pasti mereka adalah pemimpin pasukan ini.
"Tapi, jikalau mereka.... ah sudahlah, lebih baik aku tuntaskan sekarang..."
Rapalan sihir besarku sudah siap, lalu aku melancarkan sihir Super High Class "Clattanoia" adalah kekuatan di mana rangkaian peristiwa yang menyebabkan keputusasaan massal disebabkan oleh satu entitas atau orang, mengartikan juga sebagai suatu tindakan atau keberadaan seseorang atau sesuatu yang dapat menimbulkan ketakutan, kekacauan, atau ketidakseimbangan yang meluas atas rangkaian peristiwa yang besar.
"Aurora! Tetap waspada! Aku merasakan kekuatan dahsyat mengalir dari dia!"
"Ya, kamu benar Nemesis! Siapkan diri kita! Mungkin dia akan memakai sihirnya lagi!"
Kemudian muncul cahaya menyilaukan dari bawah permukaan, cahaya itu menjulang tinggi ke langit yang mana juga membuat langit yang tadi gelap menjadi terang benderang.
"Aaaarrrrrgggghhhhh......! Apa ini !!!! Ca-cahaya ini menimbulkan kerusakan kepada aku !!!"
"Nemesis !!! Tolong aku !!!"
"Aurora !!! Ti-tidak mungkin !!!"
Teriakan belas kasih oleh para monster dan iblis menggaung menyelimuti suara angin dan dalam sekejap, semua monster dan iblis yang mana berjumlah 50 ribu pasukan hilang begitu saja tanpa ada jejak sedikit pun terlihat bahkan kebisingan yang lalu menjadi senyap. Para angin menyising, mengubah suasana menjadi hening serta membuat udara menjadi segar dan menyejukan batin. Lalu aku menghela nafas secara pelan, menandakan terbebas dari tekanan.
"Hu.... Aku berhasil mengalahkan 50 ribu pasukan iblis dan monster, 2 kekuatan aneh dari pemimpin mereka juga berhasil aku kalahkan. Namun, ini semua sudah terlambat. Para warga kota Windblume sudah pada mangkat semuanya, seandainya aku datang lebih awal. Mungkin saja aku bisa menyelamatkan mereka semua, sungguh tragedi yang menyeramkan"
Walau begitu, sihir Clattanoia benar-benar melelahkan kondisi aku. Menguras banyak mana hanya satu sihir dilepaskan, akan tetapi dengan bayaran 50 ribu pasukan mungkin saja setimpal.
"Hadeh... capeknya, setelah ini aku balik dan istirahat. Mungkin Alisa dan Nao ada di tempatku, ada yang ingin ku pinta sama mereka"
Aura mencekam datang dari arah kejauhan sana, lalu karena aku penasaran. Aku menggunakan sihir penglihatan jauh "Farsight" dan sihir "Enemy Detection". Lalu aku melihat gerombolan monster dan iblis berbaris berjalan menuju ke kota Windblume ini, aku juga mendeteksi kalau gerombolan itu ada kemungkinan berjumlah 150 ribu pasukan.
__ADS_1
"Ya ampun, baru saja urusan disini selesai. Datang lagi masalah baru, gila dah 150 ribu. Mungkin saja gerombolan ini sebagai bala bantuan, atau pasukan utama. Karena aku merasakan hawa sangat keji dan kejam, aku juga merasakan kekuatan aneh yang begitu sangat kuat. Bisa jadi ada di antara mereka adalah Raja Iblis, hmmmm.... Kejadian klise yang biasa dipakai dalam game, bisa dikatakan Boss Terakhir sudah muncul"
Dengan rasa letih, aku pergi mengarah ke gerombolan para iblis dan monster berada. Berharap aku bisa mengalahkan mereka tanpa perlawanan sengit, jika tidak... aku mungkin bisa saja gugur saat melawan mereka.