Aku Wanita Programmer Kini Hidup Sebagai Penyihir Abadi Di Dunia Lain

Aku Wanita Programmer Kini Hidup Sebagai Penyihir Abadi Di Dunia Lain
MENGENANG KELAMPAUAN


__ADS_3

Setiap hari aku bekerja di kantor, setiap hari aku begadang di kantor. Keseharianku yang seperti itu, terus menerus aku lakukan demi mencari pundian. Aku mempunyai tim program yang terdiri dari 5 orang gadis muda. Aku Vika sebagai ketua tim program, ada Nene, ada Natalina, ada Lalatina, dan terakhir ada Rumia. Kita berlima sedang mengerjakan sebuah game berjudul Star Rail, tim kita yang terpilih menjadi tim utama dalam programming, debugging, dan beta testing. Aku sebagai ketua tim juga diwajibkan memberikan satu kontribusi tim, salah satunya aku membuat desain karakter NPC yang menjadi penjaga toko di dalam game.


Dan sekarang aku di depan layar monitor, sedang mencari suatu bug atau bisa kusebut sebagai beta testing. Mengecek keseluruhan baik dari segi gambar, gerakan, sound, BGM, font, text, dan sebagainya yang bersangkutan dalam game. Ini diperlukan agar saat on air, jadi tidak kewalahan untuk memperbaiki bug-bug yang muncul mendadak. Maka dari itu, setiap aku menemukan satu bug saja selalu aku utamakan untuk mencadangkan lebih dulu (mencatat dalam notepad).


Tiba-tiba, aku mendapat satu email dari salah satu anggotaku yaitu Nene.


[Vika, ini ada bug pada line nomor 2450. Aku kurang paham memperbaikinya, bisa tolong kamu bantu aku perbaiki? Aku sedang memperbaiki bug untuk BGM game Star Rail]


Sedikit aku menoleh ke arah Nene, ya dia juga sibuk. Mau gak mau, aku membalas email ini.


[Ya Nene, aku akan perbaiki segera]


(Jam 13:00)


Jam kantor menunjuk jam 1 siang, lalu aku menghentikan sementara pekerjaanku. Menandakan istirahat makan siang, Lalatina dan Natalina mengajak aku untuk pergi ke kantin bersama.


"Ayo Vika, kita makan siang bareng. Kamu gimana, Natalina? Ikut kah?"


"Ya, Lalatina. Aku ikut, ayo ketua ikut bersama kami"


"Um... baiklah, aku ikut sama kalian berdua"


"Hei Nene, hei Rumia... gimana sama kalian? Ikut gak?"


"Aku gak dulu, lagi ada sedikit masalah disini. Dan juga aku membawa bekal sendiri"


"Kalau aku nanti menyusul saja, kalian bertiga jalan saja duluan"


"Oke!"


Aku, Lalatina dan Natalina pergi ke kantin kantor. Memutuskan untuk makan siang bersama, dan tibalah kita di depan meja yang sudah berisi makanan makanan sendiri yang sudah kita bertiga beli. Aku memesan Ayam Goreng Pedas Manis dan Nasi Putih ditambah minuman Cola, sedangkan Lalatina memesan Udang dan Ikan Teri Goreng Pedas Sedang plus Nasi Putih ditambah minuman Es Teh Manis. Natalina memesan Capcay Sederhana dan Mie Goreng Seafood Pedas Tinggi ditambah minuman Teh Tawar Hangat.


"Jadi, apa kalian ada masalah dalam menyelesaikan pekerjaan?"


"Aku sih gak ada"


"Sama, aku juga gak ada"

__ADS_1


"Oh bagus lah"


Lalu kita bertiga menyantap hidangan-hidangan ini dengan penuh rasa puas dan nikmat. Juga sambil kita bertiga berbincang bincang tentang game Star Rail ini. Game ini akan dirilis pada tanggal 26 April UTC +8. Yang artinya, tepat bulan depan adalah tenggat peluncuran game baru Star Rail yang kita kerjakan.


*nyam... nyam... nyam...*


"Bulan depan sudah launching game Star Rail kita, gimana menurut kalian?"


*nyam... nyam... nyam...*


"Entahlah, aku secara pribadi lebih menyenangkan memprogram game daripada memainkan gamenya. Hehe, tapi kalau dari segi grafik kurasa oke juga kok. Jalan cerita juga gak kalah menarik dengan game-game terkenal besutan perusahaan besar"


*nyam... nyam... nyam...*


"Iya kamu benar juga, Natalina. Tapi kalau aku lebih milih desain karakternya, apalagi karakter ceweknya gilak cantik-cantik semua. Karakter desain yang dibuat oleh Vika juga bagus, favoritku tentu saja cewek bernama Zaychik itu"


*nyam... nyam... nyam...*


"Hehehe... terima kasih Lalatina, aku mendesain karakter sangat detil dan rinci agar menarik perhatian para pemain"


*nyam... nyam... nyam...*


*nyam... nyam... nyam...*


"Oh bagus juga kok, apalagi pengisi suara dari negri Rising Sun. Pengisi suara dari negri Commonwealth juga gak kalah seru kok"


"Yaps, kamu benar Vika"


*nyam... nyam... nyam...*


(Jam 14:30)


Jam dinding di kantin menunjuk pukul 2 siang lebih 30 menit. Menandakan jam makan siang atau waktu istirahat kita akan selesai saat jarum jam menempati pukul 3 sore. Kita bertiga sudah selesai makan...


"Ayo kita kembali ke monitor"


"Ayo, kayaknya kita akan lembur kerja lagi"

__ADS_1


"Ayo semangat!"


Lalu beranjak pergi ke tempat monitor kita bekerja berada. Di dalam hatiku merasa senang, karena game Star Rail ini, kita kerjakan secara lancar dan mulus. Walaupun sering kali muncul bug, tapi timku sigap siaga menalangi untuk debugging. Seperti biasa, kalau dalam tenggat waku sangat dekat, lebih sering kita lembur kerja demi memaksimalkan kinerja hasil gamenya. Mencegah terjadinya keterlambatan rilis, mencegah penjadwalan ulang rilis, dan yang lebih mengerikan lagi adalah mencegah terjadinya pembatalan rilis. Keesokan harinya pun sama, rutinitas dilakukan di kantor selalu berulang begitu. Beruntungnya, timku kali ini tidak ada pengunduran diri atau pemecatan pekerja. Jadi timku benar-benar berjalan lancar, mengerjakan game Star Rail.


...............


"Bagaimana dengan kondisi Vika Valentine, nah Nao?"


"Kondisi dia sudah pulih, tapi masih pingsan. Sudah 3 bulan dia terbaring di tempat tidur"


Sudah 3 bulan Penyihir Abadi tertidur lamanya. Belum ada tanda-tanda untuk bangun.


"Yasudah lah, kita juga tidak bisa membawa dia pergi dari sini"


"Iya Alisa, ohya gimana dengan kamu? Apa kamu sudah menemukkan informasi tentang kota atau penduduk lainnya?"


"Masih belum Nao, maafkan aku. Aku belum melihat seseorang pun sekitaran sini ataupun sekitaran kota Windblume dan kota Peninsula. Aku juga sangat payah dalam berburu monster sendirian, besok pagi aku ada rencana untuk kembali ke reruntuhan kota Peninsula. Apa kamu baik-baik saja, Nao?"


"Hmmm... sedih juga aku Alisa, si Vika saja belum bangun. Apa beneran cuman 3 orang aja, kita sebagai manusia, yang hidup di dunia.... nah Alisa...?"


"Maafkan aku Nao, aku... aku gak tahu itu"


Terkadang Alisa meninggalkan Nao sendirian untuk merawat Vika, sedangkan Alisa pergi menjelajahi reruntuhan kota Windblume juga kadang pergi ke reruntuhan kota Peninsula. Alisa juga lebih sering aktif berburu monster daripada Nao, justru segala kebutuhan sandang pangan untuk Nao adalah diatur dan diberikan oleh Alisa dari hasil berburu monster. Disaat Alisa pergi ke reruntuhan kota Peninsula, Nao sendirian merawat Vika. Nao lebih sering merenung dan bersedih, ketika tahu Alisa harus pergi ke reruntuhan kota Peninsula.


(10 tahun kemudian)


Di dalam goa palsu, Alisa dan Nao masih merawat Vika yang masih tertidur selama 10 tahun lebih.


"Nao, ini sangat aneh. Sudah 10 tahun si Vika belum bangun. Aku merasa kalau dia sudah meninggal, Nao"


"Bukan, Alisa. Pernapasan dia masih berfungsi, detak jantung juga masih mempompa"


"Jadi sampai kapan dia akan bangun.... dan juga, disini hanya kita bertiga saja. Tidak ada tanda-tanda orang lain"


"Yahh... aku harap, Vika Valentine segera terbangun..."


Alisa dan Nao menemani Vika Valentine hingga sampai akhir hayat mereka.

__ADS_1


(1 juta tahun kemudian)


Si Penyihir Abadi terbangun dari tidur lamanya, lebih dari 1 juta tahun lamanya. Menempati dirinya di dunia modernisasi, banyak kemajuan teknologi, pola pikir, dan ilmu. Ras Manusia menjadi mendominasi dunia atas kehidupan dan peradaban baru mereka, yang mana akan membawakan suatu bencana.


__ADS_2