
Setelah kemarin aku bertemu sama lelaki aneh itu, aku sekarang memulai mempelajari bahasa dan budaya mereka. Ternyata di dunia ini menggunakan mirip seperti bahasa Italia yang menjadi pokok bahasa harian mereka.
Contohnya ada kata Apa kabar kamu?, mereka mengucapkan Come stai?. Itulah mengapa bahasaku tidak dimengerti oleh mereka, dan ini yang sudah ku teliti, yang membuat satu langkah untuk bergaul sama mereka. Dan langsung aku kembali ke Guild Adventure berada.
"ciao, c'è una missione oggi? (Halo, apa ada misi hari ini?)"
Si resepsionis membalasnya dengan riang, begini...
"C'è! per favore guarda la bacheca laggiù (Ada! silahkan kamu lihat di papan pengumuman sebelah sana)"
Wow... akhirnya tersambung juga, ini melegakkan hatiku karena menandakan penelitian ku sukses. Ya rasa syukur kupanjat tentu, yang akhirnya bisa bergaul dengan mereka.
"Oke! Saya akan melihatnya"
Aku mengambil misi yang ada di papan pengumuman, yang berisi 'Sconfiggi cinque mostri folletto' yang artinya Kalahkan lima monster goblin.
Membawakan kertas misi itu ke resepsionis untuk konfirmasi.
"Aku mau ambil misi ini"
"Baiklah, mohon tunggu sebentar yah... oh untuk mengalahkan lima monster goblin ya, kamu bisa pergi ke barat daya kota, mereka terlihat ada disana"
"Oke terima kasih"
Lalu aku pergi ke arah barat daya kota, ya aku menemukan 5 monster goblin yang membawa pentungan atau bisa dikatakan itu alat tongkat kayu. Mereka nampak seperti sedang tidur gitu, walaupun monster tetap monster. Aku langsung melancarkan sihir 'Walpurgis' yang mengeluarkan panas api dari bawah tanah, tempat goblin berada. Menjulang tinggi panas api itu, mengalahkan sekaligus 5 monster goblin.
"Berarti misi sudah selesai, apa gak apa cuman begini?"
Dengan ekspresi sedikit kecewa ku, memikirkan musuhnya begitu lemah. Gampang bagiku mengalahkan mereka, atau mungkin aku yang terlalu kuat. Mau dikatakan apapun, yang jelas aku bersyukur bisa menikmati kehidupanku di dunia lain. Daripada yang dulu aku hanya bengong, dan sering dimarahi sama atasanku karena gagal compile dan telat membuat laporan.
Tak mau aku berlama disini, aku bergegas kembali ke Guild Adventure untuk menerima tanda selesai misi.... gadis resepsionis ini langsung mengkonfirmasikan kalau misi ku sudah selesai, dengan mata berbinar-binar.
"Wuah... hebat kamu ya, Vika. Bisa mengalahkan 5 goblin hanya butuh waktu 30 menit. Apa kamu mau menerima misi khusus?"
"Misi khusus?"
"Iya Vika! Misi ini adalah mengintai dan mengalahkan pemukiman Orc yang ada di sebelah timur laut kota, di sana terlihat ada segerombolan Orc sekitar 25 jumlahnya. Tentu kamu harus masuk tim party untuk mengalahkan mereka, dengan tim party kamu pasti bisa. Tolong yah!"
"Eh... tu-tunggu dulu. Aku baru saja mengalahkan goblin, dan ku rasa itu sudah cukup hari ini"
"Kenapa gitu Vika!?"
"Yah... aku, aku mau mencari informasi tentang sihir"
__ADS_1
"Sihir? Untuk apa itu, Vika? Sihir sudah lama punah, dan sudah tidak ada seorang manusia bisa menggunakan sihir. Sihir hanyalah cerita kuno atau cerita dongeng, percuma itu Vika"
"Eh sihir sudah lama punah? Kalau itu benar, bisa gawat identitasku nanti terbongkar. Karena aku Penyihir Abadi yang memiliki kekuatan dahsyat. Tapi bagus juga untuk menggali informasi ini disini, apalagi kalau ada catatan kuno tentang sihir itu lebih membantu"
Aku kaget mendengar perihal pernyataan gadis resepsionis.
"Eh... sungguh? Aku akan menerima tawaran misi khusus ini, dengan menukarkan informasi tentang sihir. Bagaimana?"
"Beneran? Oke! Kita punya kok, walau sedikit koleksi catatan tentang sihir. Baiklah aku konfirmasi dulu ya.... silahkan ambil misi khusus ini, aku mendoakan keselamatan tim party kamu! Semoga berhasil!"
"Oke, terima kasih"
Lalu aku membalikkan badan untuk....
"Tunggu dulu! Tim party kamu mana? Bisa kamu perkenalkan kepada ku?"
"Tim party?"
"Iya tim party"
"Cuman aku sendirian, sudah cukup untuk mengalahkan 25 monster Orc"
"He...!?"
"Holy Light Sword Judgement!"
Keluarlah satu bilah pedang besar di angkasa langit cerah, sihir cahaya yang membentuk pedang, semakin menjatuhkan dan menghantam ke tanah... angin menerpa kencang ke arahku juga sekitar pemukiman itu, membuat semua Orc yang berjumlah 55 langsung dikalahkan. Ini sama seperti melawan goblin barusan, tidak ada perlawanan sedikitpun.
"Walah... mungkin aku terlalu berlebihan"
Aku mulai berpikir.... mungkin pergi ke kota lain juga akan menyenangkan, daripada harus menetap di satu tempat. Aku bergegas kembali, menyerahkan misi khusus ke gadis resepsionis.
"Ini misinya sudah selesai"
"Eh!? Seriusan ini dah selesai? Tanpa tim party gitu?!"
"Emangnya aneh yah?"
"Ya justru itu, melawan 5 goblin aja harus membentuk tim party yang terdiri 5 orang minimal, dan harus ada kelas Guardian, kelas Support, kelas Sword, dan kelas Assassins. Harus punya strategi dan taktik bagus untuk membuat formasi penyerangan"
"Oh... bisa tolong kamu kasih tanda selesai, serta berikan catatan kuno sihir kepadaku"
"Ha... baiklah, misi khusus ini sudah selesai, terima kasih Vika! Ini imbalannya 35 keping emas dan Catatan Kuno Sihir, silahkan diperiksa"
__ADS_1
"Hmmm... oke, terima kasih. Namamu siapa?"
"Rana, salam kenal!"
"Oh Rana ternyata, salam kenal juga!"
Lalu aku terdiam sebentar sambil membaca catatan kuno sihir ini...
semua sihir ini, ah nanti ku baca lagi.
"Omong-omong tadi jumlahnya menjadi 55 Orc, apa hadiah nya sama? Ini berbeda dari yang ditulis dalam misi"
"Lah... masa sih? Coba ku cek lagi"
Rana memulai mengecek ulang misi khusus itu.
"Wow! Luar biasa! Ternyata ada 55 Orc, bagaimana kamu bisa mengalahkan mereka?"
Dia terkejut melihatnya, tapi aku enggan memberitahu tentangku jadi ku cari alasan lain.
"Ya, aku hanya membuat perangkap dan mereka langsung terjatuh ke dalam perangkap lalu ku kalahkan"
"Oh... tapi..."
"Aku mau pergi ke kota lain, jadi sebaiknya kalian jaga baik-baik kota Peninsula. Karena mungkin aku tidak kembali kesini lagi, sampai jumpa Rana!"
"Oh... heeeeeee, woi! Tu-tunggu, Vika!"
Aku bergegas pergi ke kota lain, mengabaikan Rana memanggilku dan mungkin ada hadiah tambahan, tapi tidak ku ambil. Karena mungkin akan merepotkan ku, apalagi sampai mereka tahu identitasku juga bahaya bagiku.
Aku menggunakan sihir untuk mempercepat kecepatan berlari ku, aku seorang penyihir tapi tidak ada atribut apapun seperti sapu atau tongkat atau sebuah buku yang biasanya kalau dalam game atau anime pasti ada alat itu. Karena dikatakan sihir sudah punah, pasti tidak ada yang menjual atribut sihir. Satu-satunya cara aku harus membuat sendiri.
"Ah! Aku lupa menanyakan soal Alkemia, alamak! Kacau sudah, tapi sudahlah... mungkin di kota selanjutnya ada Alkemia"
Aku mendeteksi dengan sihirku, jarak kota Peninsula ke kota Windblume lumayan jauh. Ya mungkin bisa berjarak 50 km, aku bawa saja dengan santai sambil menikmati pemandangan yang indah ini. Aku walaupun Abadi, tapi etika ku tetap ku jaga salah satu nya seperti makan. Perutku sudah tidak pernah bunyi keroncongan lagi, setelah aku menjadi Penyihir Abadi. Dan aku ingin sekali menikmati rasanya khas makanan-makanan disini, juga rasa kangen makanan di duniaku dulu.
"Walaupun dulu fokus kerja terus, cuman makan seadanya. Makan makanan siap saji, seperti makan mie doang waktu di kantor. Gak ada nasi, gak ada sayuran, gak ada buah, gak ada daging. Sungguh malang nasibku yang dulu"
Kali ini aku akan makan sepuasnya, ku cek Box Itemku ada daging sapi. Aku beruntung sempat membeli beberapa bumbu bubuk di kota Peninsula, entah bumbu bubuk apa itu, mungkin seperti lada, cabai, merica, garam dan sayuran hijau. Ini sudah cukuplah, aku juga sebenarnya kurang pandai memasak, tapi kalau sudah tahu caranya pasti pas mantap hidanganku. Malam hari menyisingpun tiba, aku mendirikan tenda dan membuat pengapian, tentu tidak lupa sama pemanggangan.
Aku mengeluarkan 2 daging sapi yang ukuran nya besar, mungkin sekitar 20 kg untuk dua daging, lalu ku potong sedang menggunakan sihir angin yang kubentuk pisau dapur. Ku pukul-pukul daging ini menjadi memar, lalu aku membentuk daging ini menjadi bulat. Terus kutaruh daging bulat ini di atas panggangan, tunggu sekitar 10 menit dan aku taburkan bubuk lada, cabai, garam, dan sayuran hijau. Lalu ku balik dagingnya, lalu taburkan lagi, jadi dua sisi kutaruh bumbunya. Berharap rasanya enak... dan daging bulat ini akhirnya matang yang mengeluarkan aroma yang lezat, membuat air liurku menetes.
Ku sajikan menggunakan tusukan kayu, mirip seperti sate daging sapi tapi ukurannya bulat seperti daging burger. Ku makan daging ini dengan nikmat dan memenuhi perutku sambil memandang indahnya langit malam yang cerah, banyak bintang menerangi permukaan. Dan akhirnya aku tidur di dalam tenda, tidur sangat pulas. Yang ternyata tidurku masih melompat waktu, kali ini tertidur selama 10 hari.
__ADS_1