Aku Wanita Programmer Kini Hidup Sebagai Penyihir Abadi Di Dunia Lain

Aku Wanita Programmer Kini Hidup Sebagai Penyihir Abadi Di Dunia Lain
SAYEMBARA DNA PERTAMA


__ADS_3

Aku terbangun dari tidurku, aku langsung mengecek status hologram. Satu per satu aku olah segala informasi, mengetahui kalau aku sudah tertidur selama 1 juta tahun lebih. Selama aku tidur, aku bermimpi kenangan indah ataupun buruk. Aku gak tahu mengapa tiba-tiba, aku mengimpikan kenangan hal itu. Lalu aku memandangi sekitaranku...


"Seingatku... aku jatuh pingsan di luar goa palsu, mengapa aku berada di tempat tidurku... tu-tunggu dulu... aku ingat kalau ada 2 orang yang juga ikut tinggal disini bersamaku, Alisa dan Nao dimana mereka sekarang ini...."


Aku menghela nafas... ini sudah 1 juta tahun aku tertidur, yang berarti Alisa dan Nao sudah mangkat.... Beranjak aku dari tempat tidur, membuka pintu goa palsu... angin menyising mengalir dalam udara segar dari hutan hijau nan lebat, lalu aku mengamati sekitaran yang ternyata menempati aku berada di pegunungan yang lebat akan hutan. Terakhir kuingat kalau disini hanyalah ladang hijau dan tidak ada hutan sama sekali, banyak sekali perubahan bentuk alam kali ini. Lalu aku mencoba skill "Farsight" melihat sepanjang jauh sana, aku melihat sebuah tempat yang mungkin bisa dikatakan sebuah desa, akan tetapi di desa tersebut aku juga melihat adanya keanehan. Seperti adanya mesin-mesin bising, seorang pria yang sedang membajak sawah dengan mesin seperti Traktor Sawah.


"Heee.... yang benar aja, masa sih dunia ini semakin canggih... jangan-jangan ada teknologi macam PS 5, hadeh... bisa kubeli ini mah, mumpung stok cuan milik aku ada banyak di Box Item"


Lalu aku berpikir sejenak sambil aku masuk kembali ke dalam goa palsu...


"Kalau semisal dunia sekarang semakin canggih, apa mereka bisa menggunakan sihir? Jangan-jangan mereka hanya manusia biasa yang tidak tahu akan sihir... bisa nanti aku kena dampaknya kalau mereka mengetahui aku seorang Penyihir Abadi... tapi..."


Terus menerus aku berpikir sambil mengamati keadaan ke depannya...


"Kalau canggih gitu, apa mungkin desa itu termasuk adanya pendirian sebuah negara? Tapi negara berbentuk sayap mana... Kerajaan kah? Kekaisaran kah? Kepresidenan kah? Atau Kekadipatih kah? Hadeh... sangat sedikit aku menerima pengetahuan tentang hal itu... akan tetapi, aku harus hidup sembunyi-sembunyi sambil menggali informasi terbaru"


Dan aku mempersiapkan diri untuk mengatasi kejadian ke depannya...


"Yosh... berarti aku harus berkunjung ke desa itu lebih dulu. Menanyakan suatu tata kenegaraan ataupun pemerintahan, aku takut kalau dunia secanggih ini akan mengecap aku sebagai ancaman bagi mereka. Kalau itu terjadi, aku nanti bisa jadi buronan, alamak..."


Semua persiapan aku sudah selesai, demi mencegah suatu kejadian aneh... namun, sebelum aku berangkat lagi... aku membuat pemakaman untuk Alisa dan Nao, agar aku dapat mengenang mereka berdua. Setelah pemakaman dibuat, aku membuat sihir ilusi "Camouflage" menutup goa palsu dengan ilusi, menyamakan keberadaan dengan tempat sekitarannya. Lalu aku berdiri di depan goa palsu...


"Selamat tinggal! Aku akan kembali lagi, tunggu aku disitu!"


Waktu keberangkatanku pun tiba, saatnya aku berpetualang lagi di dunia nan baru ini...


.................


Disuatu tempat di gurun salju yang bertempatan di ujung dunia sana, juga merasakan akan kehadiran aura dahsyat hanya sesaat...


"Oh... jadi dia akhirnya bergerak juga, sudah lama aku menanti kedatangan dia.... sungguh sangat menarik, hmmm..."


"Ada apa Tuanku?"

__ADS_1


"Yahh... tidak ada apa-apa, Miyu"


"Tapi raut wajah anda tersenyum menyeringai begitu, Tuanku"


"Hmmm... Ya! Hanya saja, semakin menarik saja dunia ini"


Seorang pria muda bertudung hitam dan berjubah hitam, yang mana ditemani oleh familiarnya yaitu 3 naga, 2 dinosaurus, dan 1 valkyrie. Mereka sedang berada di gurun salju yang lebat akan badai salju menghiasi keberadaan mereka, bergerak mengarah ke suatu tempat...


...................


Aku menuruni pegunungan dari tempat goa palsu, mengarah ke desa itu berada... lalu aku tiba di depan desa, yang menjulang tinggi tiang bertuliskan "Selamat Datang Di Desa Parcontohan" dan jalanan di desa Parcontohan ini adalah jalanan beraspal. Lalu aku masuk ke dalam desa....


"Gitu yah... ramai juga walaupun pedesaan, banyak toko-toko seperti toko sembako, toko reparasi HP dan Pulsa, toko pedagang buah dan sayuran dan toko lainnya sepanjang jalanan. Bahkan bukan hanya toko, puskesdes pun ada, pos kampling juga ada... hadeh macam kota aja ini desa, rumah warganya juga bertembok semuanya..."


Aku berjalan-jalan di dalam desa, bersinggah dulu di toko buah sembari aku membeli dan menggali informasi tentang dunia ini....


"Halo selamat siang, bisa aku beli buah apel itu?"


"Oh...! Selamat datang, nona muda! Silahkan, mau berapa buah?"


"Oke terima kasih!"


Lalu pelayan toko itu membungkus buah pesananku...


"Boleh aku bertanya sesuatu?"


"Hm... apa itu, nona muda? Silahkan tanyakan saja"


"Selama ini aku mengurung diri, jadi aku tidak tahu dunia luar. Apa disini ada yang namanya negara?"


"Oh itu toh... desa ini bernama desa Parcontohan, wilayah dari Republika Nusa. Tapi aneh juga, nona muda ini. Masa gak tahu negara sendiri, emang darimana saja?"


"Yah... maaf, selama ini aku mengurung diri. Jadi gak tahu apa-apa"

__ADS_1


"Yasudah, ini silahkan buah apelnya nona muda"


"Oh terima kasih, berapa ini harganya?"


"35 ribu nusa, ada uang kertas kamu nona muda?"


"Etto... uang kertas seperti apa yah? Bisa minta tolong unjukkan ke aku?"


"Kalau gak ada uang kertas, nona muda bisa menggunakan bar kode di depan situ, lalu transferkan uangnya secara virtual"


"Oh... uang virtual yah... tunggu sebentar ya"


Aku terdiam sejenak...


"Gimana nih... uang virtual gilak ah, makin canggih aja dunia sekarang. Tapi, coba aku alirkan magis sihirku ke bar kode itu... mungkin bisa..."


Lalu aku mencoba menyentuh bar kode ini... mendadak keluar hologram statusku, yang diisi informasi tentang pembayaran virtual... aku menoleh ke pelayan toko buah, nampaknya dia tidak bisa melihat hologramku...


"Oh... jadi begini toh cara transaksi mereka, yasudah aku transferkan saja daripada berlama-lama disini"


Aku transferkan uang dengan jumlah 35 ribu ke rekening tersebut, dengan sihirku coba "Manipulate Data" yang mana mencoba memanipulasi data tentang diriku alias menjadi anonimus gitu. Aku menggunakan sihir ini karena tidak ingin identitas diriku diketahui pihak ketiga.


"Ini sudah aku transferkan yah, silahkan dicek. Aku pergi dulu"


"Oke, terima kasih sudah membeli! Selamat jalan, nona muda!"


Aku meninggalkan toko buah itu...


"Hmmm... sebaiknya aku membeli barang elektronik dan barang telekomunikasi lainnya, biar aku ubah goa palsu menjadi rumah idaman para gamer sejati huehuehue"


Dan kemudian aku membeli banyak smartphone dengan berbagai banyak merk dagang, seperti Siaomi Black Shark 5 Pro, Usus ROG Phone 7 Ultimate, Lonopo Legion 2 Pro, Sumsang Galaxy S23 Ultra, STE nubia Red Magic 8 Pro+, Zony Xperia 5 IV, Gugule Pixel 7 Pro, Ampela iPhone 14 Pro Max, dan terakhir Matarola Edge 40 Pro. Perencanaan selanjutnya aku akan membeli laptop dan PC gaming sekaligus full set, PS juga tidak akan terlewatkan bagiku untuk beli.


Aku sudahi pembelian smartphonenya, lalu beranjak pergi menjauh dari desa Parcontohan. Semua barang yang aku beli, aku masukan ke dalam Box Item. Tentu saja, aku menggunakan sihir "Manipulation Brain" untuk memanipulasi pikiran orang lain agar tidak curiga kalau aku seorang Penyihir Abadi, sihir "Manipulate Data" juga aku pakai.

__ADS_1


"Mungkin kalau aku ke kota, aku akan beli kendaraan mobil atau motor. Yahh... ini dimaksudkan untuk berbaur dengan keadaan dunia ini"


Dari desa Parcontohan ke kota jaraknya lumayan jauh, sekitar 12 km. Aku ke sana menggunakan angkutan umum berupa mobil. Aku memantapkan diri, kalau petualangan kali ini agak aneh. Mungkin saja tidak ada monster atau iblis di dunia ini, berharap aku bisa menikmati hal-hal baru di dunia ini. Mungkin ku namakan dunia ini menjadi Dunia Nirwana Anyar atau disingkat menjadi DNA huehuehuehue....


__ADS_2