
Aku mengintai suatu aura kejam dan keji dari kejauhan sana, yang mana dalam sihir penglihatan jauhku mengungkapkan rombongan pasukan iblis dan monster dengan jumlah 150 ribu banyaknya. Aku dengan kondisi lelah, aku mencoba pergi ke arah pasukan iblis dan monster berada.
Ratu Agung Iblis Lelembut dalam pasukannya juga merasakan kehadiran sosok bahana menghampiri dirinya.
"Hmmm... kekuatan dahsyat apaan ini... ini pertama kalinya, bagiku merasakan hal ini. Aura yang sangat luar biasa"
Lalu aku berhenti terbang sejenak, mengamati gerakan pasukan iblis dan monster dari kejauhan sekitaran 250 meter jaraknya.
"Loh... kok mereka..."
"Pasukan berhenti !!! Atur posisi kalian!"
Tiba-tiba mereka juga, pasukan iblis dan monster berhenti bergerak dan melakukan suatu barisan pertahanan.
"Yang Mulia, ada gerangan apa kita menghentikan laju pasukan?"
"August, persiapkan diri kamu. Aku merasakan kehadiran bahana dari 250 meteran jauhnya, kehadiran itu datang dari langit atas sana. Kamu ambil alih komando, aku akan menyerang kehadiran tersebut dengan sihir skala besar"
"Baik Yang Mulia!"
Mendadak mereka ikutan berhenti sama seperti aku, sungguh aneh....
"Ultra Dark Hell Flame !!!"
Muncul panas api menyengat berwarna hitam gelap gulita, yang datang dari bawah sana, dari gerombolan pasukannya. Melesat melaju mengarah kepada aku, namun...
"Eh?! Seriusan nih? Ada sihir elemen kegelapan mengarahku..."
Tak berlangsung lama, aku membuat sihir pertahanan "Negate Attack". Sihir api kegelapan itu melaju sangat kencang menyerang aku, sihir pertahananku berhasil menghalau serangan tersebut. Walaupun aku abadi, akan tetapi aku masih bisa merasakan luka serta rasa sakit dan bahkan mana mau baju aku menjadi terbakar gegara serangan itu.
"Pfffttt... untung aja, ini baju satu satunya favorit aku. Hadeh, mending kubalas dah..."
Sesaat aku akan membalas serangan dengan sihir Super High Class....
"Cih! Mustahil! Serangan sihir kuat milik aku, dipatahkan begitu saja. August! Kamu tunggu sini, ambil alih komando pasukan! Aku akan terbang melayang ke langit sana!"
"Baik Yang Mulia, mohon berhati-hati. Pasukan! Bersiap untuk bertempur !!!"
Sosok kejam dan keji aku rasakan, datang dari kumpulan iblis dan monster itu. Melayang pergi terbang mengarah kepadaku...
"Hmmmm... ternyata seorang manusia yah... siapa kau? (Aneh sekali, seorang manusia bisa melayang gitu. Apa dia adalah seorang penyihir, jika bukan mana mungkin serangan hebatku berhasil dihalau olehnya)"
__ADS_1
Dia memandangiku dengan aura penekanan yang kuat, namun sambil aku berbasa basi dengan dia, aku siapkan sihir High Class "True Death" untuk menyerang dia diam-diam.
"Oh.... Perkenalkan, namaku Vika Valentine! Siapa kah kau?"
"Ho oh... bagus, baguslah. Namaku Lelembut, Ratu Agung Iblis. Pemimpin pasukan ini sekaligus Penguasa Bangsa Iblis! Jadi kenapa kau ada disini?"
"Tidak ada penjelasan untuk kamu!
"Oh begitu yah... lancang sekali kau !!!"
Aku dan dia saling memandangi, menatap menghadap satu sama lain. Akan tetapi, aku langsung menyerangnya...
"Rasakan ini!"
Aku langsung menggunakan sihir "Teleport" membelakangi dia, sekaligus menyerang dia dengan sihir High Class "True Death"...
"Oh berani sekali kau menyerangku !!!"
Akan tetapi sihirku tidak mempan, lalu dia menyerangku dengan bola api kecil berwarna hitam...
"Terima ini! Dasar manusia rendahan !!!"
Dan aku langsung mengindari semua serangan itu yang dilakukan secara beruntun.
"Hmmm... serangan kamu itu tidak seberapa"
Sesaat terjadi keheningan sejenak... sunyi senyap, para angin menyising membalut kesejukan diantara aku dan dia. Saling tatap menatap mata, seolah olah seperti menyiapkan kuda-kuda serangan selanjutnya.
Dan kemudian.... pecah keheningan dengan dia langsung melancarkan panas api hitam, mengibaskan menyerangku beberapa kali. Namun semua serangan itu aku hindarkan...
"Hora hora! Jangan terus kau menghindar, dasar manusia rendahan !!!"
Lalu aku membalas dengan sihir Medium Class "Ice Lament" menembakkan 5 bongkahan elemen es ke arah dia, namun sangat disayangkan semua bongkahan es itu dihancurkan begitu saja. Dan kemudian aku mencoba lagi dengan sihir Medium Class "Panorama" memunculkan dua lobang portal di sekitar dia, lalu dari portal itu menembakkan sinar laser mengarahnya. Namun hasilnya sama saja, skill sihir milik aku tidak berhasil melukai dia.
"Hahaha... apa cuman itu saja kekuatan kau?"
Ratu iblis menyerang lagi ke arahku dengan sihir api gelap, menembakkan 5 bola kecil ke arahku. Mau gak mau, aku mengindari lagi serangan bola kecil itu. Adu sihir menyihir terus menerus dilakukan, aku mengeluarkan 5 sihir berbeda sampai beberapa kali digunakan. Sihir Medium Class "Ice Lament" menyerang dengan 5 bongkahan es, sihir Medium Class "Walpurgis" memunculkan panas api dari bawah lalu menjulang tinggi ke atas, sihir Medium Class "Cold Rain" menggumpalkan air dari atas lalu menyerang dan saat melaju menyerang kemudian mengubah air tersebut menjadi es, sihir High Class "Heavenly Pillar" menjatuhkan membentuk 7 tongkat dari atas, dan sihir High Class "Serenade" mengeluarkan 1 benda bernama Lyre lalu memetik senar tersebut dengan serangan gema. Dia juga melancarkan banyak sihir gelapnya, baik sihir pertahanan ataupun sihir serangan. Para pasukan iblis dan monster hanya terdiam menonton adu sihir di langit-langit, salah satu bawahan dia malahan ikutan bengong....
"Luar biasa! Tidak menyangka, seorang gadis manusia bisa mengimbangi kekuatan Yang Mulia Agung, Lelembut"
Dan adu kekuatan sihir terus menerus berlanjut, yang mana hingga akhirnya akan menemui babak akhir...
__ADS_1
.....................
Aku dan dia mencapai jalan buntu, aku dan dia sama-sama terluka karena adu kekuatan sihir. Namun, dengan sisa sedikit Mana, aku beruntung sudah menyiapkan sihir Super High Class sesaat sebelum aku melancarkan sihir "True Death" ke dia. Sihir Super High Class "ROZEN HORIZON" ini butuh waktu lama untuk mengaktifkannya, dan kini sihir tersebut sudah siap aku pakai.
"Ha.... hu.... ha... hu... kau, lumayan juga. Kau bisa melukai diriku yang hebat ini, mungkin kau Manusia Terkuat yang pernah aku lawan"
"Hu... hu... hu... oh begitu yah... terima kasih atas pujiannya, tapi sudah saatnya kita mengakhiri segera"
"Ho? Kau benar, ayo kita akhiri!"
"ROZEN HORIZON"
Sihir ini memunculkan banyak bunga mawar di angkasa langit yang membentuk kaki langit atau sawang langit, lalu menghujani dia sekaligus pasukan monster dan iblis dengan bunga mawar.
"A-apa ?!"
Menghantam bagaikan menancapkan duri kepada mereka, lalu mawar itu meledak setelah ditancapkan. Suara ledakan menggema ke angkasa langit, mengalahkan 150 ribu pasukan monster dan iblis. Medan permukaan meninggalkan banyak lobang akibat ledakan dari mawar ini.
"Ugh.... ugh... ugh... tidak mungkin, aku yang perkasa dikalahkan oleh seorang gadis manusia.... ugh... ugh... sial, aku gak sanggup lagi. Selamat! Vika Valentine! Aku senang bertemu dengan kamu!"
Aku berhasil mengalahkan semua pasukan itu, rasa sakit dan luka masih membekas dalam benakku. Aku segera meninggalkan medan pertempuran ini, dan segera kembali ke goa palsu.
.................
2 gadis muda bernama Alisa dan Nao, menyambut kedatangan aku di depan pintu goa palsu.
"Hei... apa kamu baik-baik saja, Vika?"
"Uh... ya sedikit luka ringan, Alisa..."
Tiba-tiba aku tertidur mungkin saja pingsan begitu saja....
"Gimana nih, Alisa? Apa Vika baik-baik saja?"
"Tenangkan dirimu, Nao. Vika baik-baik saja, hanya pingsan. Ayo kita bawa dia dan baringkan ke tempat tidur di dalam sana"
"Oke Alisa, aku bantu merangkulnya bersama kamu"
Alisa dan Nao membawa Vika masuk ke dalam goa palsu, lalu membaringkan Vika diatas tempat tidur. Secara ajaib, semua luka-luka Vika pulih dengan sendirinya yang mana membuat Alisa dan Nao terkejut.
"Heeee? Lukanya dia sudah tertutup"
__ADS_1
"Iya Nao, penyembuhan yang sangat aneh menurutku"
Nao dan Alisa menjaga Vika Valentine di kediamannya, hingga sampai keduanya mangkat.